Apakah Nabi bisa meramal?

Leave a comment

June 13, 2016 by Islam saja

Salamun alaikum

Dalam diskusi di FB maupun di tengah-tengah masyarakat seringkali beredar hadits-hadits yang mengesankan bahwa Nabi bisa mengetahui hal-hal yang ghoib. Termasuk hal yang ghoib adalah peristiwa yang akan datang, misalnya tentang kejadian kiyamat, daftar nama 10 shohabat yang akan masuk surga dan nama-nama pengganti beliau dll.

Daftar nama 10 shohabat yang bakal masuk surga ini biasanya digunakan oleh Suni/ non syii sebagai argumen untuk menyangkal argumentasi syiah bahwa semua shohabat itu kafir kecuali 3 orang. Namun di khasanah Ahlussunnah juga terdapat hadits ramalan yang terkesan memperkuat argumen Syiah bahwa mayoritas shohabat Nabi itu bakal menjadi kafir sepeninggal Nabi, hadits ini dikenal dengan hadits al-Haudh.

http://aminbenahmed.blogspot.co.id/2013/10/hadits-tentang-al-haudh-telaga-surga.html

https://secondprince.wordpress.com/2009/07/19/hadis-tentang-adanya-kitab-nama-ahli-surga-dan-kitab-nama-ahli-neraka/

Di sisi lain pihak Syiah 12 Imam mengemukakan hadits ramalan juga bahwa kelak para pengganti Nabi berjumlah 12 orang di suatu riwayat atau berjumlah 13 orang di riwayat yang lain. Bahkan ada daftar nama dari 12 orang aimmah pengganti Nabi yang disebutkan namanya satu per satu oleh Nabi.

http://muhrikaiziblogspotcom.blogspot.co.id/2014/10/hadis-12-khalifahimam-dari-kitab.html

Kalau tidak salah, hadits 12 khalifah juga dipakai sebagai dasar pemilihan khalifah gerakan ISIS.

Nah, berdasarkan penyelidikan ayat-ayat Al-Quran, benarkah Nabi Muhammad itu mengetahui yang ghoib dan bisa meramal?

Ayat-ayat al-Quran berikut sangat jelas sekali memberikan arahan kepada mereka yang mengimani al-Quran bahwa Nabi TIDAK mengetahui yang ghoib atau sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang atau nasib seseorang.

Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)? (AQ, 6:50)

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (187) Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfa’atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (AQ, 7:187-188).  

Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang dzalim. (AQ, 11:31)

Jika mereka berpaling, maka katakanlah: “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?“. (AQ, 21:109)

Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas (nadziirin mubiin)”. (AQ, 46:9)

Sedangkan kejadian masa lalu dan masa datang hanya diketahui oleh Nabi via wahyu dan itu ada di AL-Quran. Ini jelas sekali dengan statement pada ayat 6:50: “Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku”.

Nah dimanakah yang diwahyukan Nabi itu?

Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan-nya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”. (6:19)

Pada ayat diatas ada kalimat “Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan-nya” yang menunjukkan bahwa :

  1. Al Quran berisi wahyu Allah.
  2. Nabi memberi peringatah dengan Al-Quran (tidak disebutkan adanya rujukan yang lain).

Jadi hal-hal ghoib yang diketahui Nabi hanyalah yang berasal dari wahyu dan hal itu ada di Al-Quran, sehingga hal-hal ghoib diluar al-Quran yang dilaporkan dan konon katanya diketahui Nabi sangat bisa jadi adalah berita bohong dan palsu karena bertentangan dengan ayat 6:19 yang menyatakan bahwa wahyu yang beliau terima tidak lain adalah Al-Quran.

Dan bahkan kalaulah dianggap Nabi menerima Wahyu selain yang ada di Al-Quran, toh Nabi disuruh memberi peringatan/ berdakwah dengan Kitab Al-Quran:

Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (AQ, 7:2)

Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertaqwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (AQ, 19:97).

… Maka beri peringatanlah dengan al-Qur’an orang yang takut kepada ancaman-Ku. (AQ, 50:45).    

Nah, kalau ada yang keberatan dengan pemahaman saya di atas, silahkan memberikan bantahan dengan argumentasi yang melawan ayat-ayat yang saya sebutkan di atas.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: