MA’SHUM menurut Al-Quran

13

July 28, 2011 by Islam saja

Dahulu saya respek ketika Syiah mengkritisi doktrin yang diciptakan oleh Ahlussunah perihal kata “shohabat“ yang menurut doktrin Ahlussunnah shohabat itu semuanya mukmin dan adil.

Dengan mengutip ayat-ayat AL-Quran, Syiah berhasil membuktikan bahwa kata “shohabat” itu dipakai di AL-Quran dengan pengertian umum, sehingga ada shohabat yang kafir dan ada yang mukmin.

Dengan penjelasan yang Qurani tersebut bahkan dapat dilihat bahwa Nabi Muhammad itu merupakan shohabat dari orang kafir (7:184).

Namun anehnya Syiah sendiri tidak mau mengkritisi terhadap doktrin yang mereka ciptakan tentang Imamah. Kata mereka Imam itu ditunjuk oleh Allah, tidak mungkin berbuat salah, mengetahui yang ghoib dll. Padahal kalau kita gunakan cara yang sama dengan yang Syiah lakukan terhadap Ahlussunnah ketika mengritisi kata shohabat, di dalam AL-Quran-pun kata Imam adalah juga kata yang umum dipakai dalam konteks Imam untuk orang kafir (9:12, 28:41) ataupun Imam untuk orang mukmin (2:124, 21:73, 25:74, 11:17, 46:12).

Dalam kasus doktri MA’SHUM, yang merupakan topik bahasan kali ini, kebetulan Ahlussunnah dan Syiah kompak menciptakan doktrin tersebut (entah pada mulanya dilakukan oleh siapa  dan kapan) di mana Ahlussunnah menyatakan bahwa Nabi itu Ma’shum, sedangkan Syiah memperluas lagi bahwa tidak hanya Nabi yang ma’shum, tetapi juga para Imam (Aimmah).

Nah marilah kita lihat apakah doktrin tersebut diajarkan oleh Allah di dalam AL-Quran.

Kata ma’shum itu sendiri tidak ada di Al-Quran, namun kata yang tsulatsi-nya sama dengan ma’shum ada di Al-Quran.

يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك وإن لم تفعل فما بلغت رسالته والله يعصمك من الناس إن الله لا يهدي القوم الكافرين

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan Risalah-Nya. Allah memelihara kamu (YA’SHIMUKA) dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (5:67)

Pada ayat lainnya:

قال سآوي إلى جبل يعصمني من الماء قال لا عاصم اليوم من أمر الله إلا من رحم وحال بينهما الموج فكان من المغرقين

Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan (YA’SHIMUNI) ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (11:43)

قل من ذا الذي يعصمكم من الله إن أراد بكم سوءا أو أراد بكم رحمة ولا يجدون لهم من دون الله وليا ولا نصيرا

Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu semua (YA’SHIMUKUM) dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (33:17)

Dapat dilihat pada ayat-ayat di atas bahwa kata ‘A-SHO-MA dipakai dengan pengertian memelihara atau melindungi dari bahaya atau gangguan atau bencana yang lebih bersifat secara FISIK.

Dengan demikian pengertian MA’SHUM adalah yang dilindungi atau dipelihara dari bahaya/ gangguan/ bencana BUKAN yang tidak berbuat salah.

Jadi…apakah Nabi Muhammad itu MA’SHUM ? Maka jawabanya adalah YA, karena sesuai ayat 5:67, Nabi Muhammad itu dilindungi oleh Allah dari gangguan manusia. (baca topik terkait: Apakah Nabi Mungkin Berbuat Salah?)

13 thoughts on “MA’SHUM menurut Al-Quran

  1. Sebelumnya anda telah mengatakan “Kata ma’shum itu sendiri tidak ada di Al-Quran”, tetapi kok bisa anda menarik kesimpulan bahwa “pengertian MA’SHUM (menurut qur’an?) adalah yang dilindungi atau dipelihara dari bahaya/ gangguan/ bencana BUKAN yang tidak berbuat salah.”?

    • Muslim saja says:

      Benar bahwa kata “ma’shum” tidak ada di AL-Quran, namun kata dengan tsulatsi yang sama dengan “ma’shum” (tsulatsinya adalah ‘a-sho-ma) ada di Al-Quran sebagaimana yang sudah saya kutipkan. Sehingga dengan kerangka pengertian yang dipakai oleh al-quran terhadap kata-kata yang tsulatsi-nya sama dengan “ma’shum” (yaitu kata ya’shimu), maka kata “ma’shum” semestinya mempunyai pengertian sebagaimana diuraikan di atas.

      • Lalu, darimana bisa ditarik kesimpulan bahwa kata “MA’SHUM” itu berarti yang dilindungi atau dipelihara dari bahaya/ gangguan/ bencana ….. namun tidak dilindungi dari perbuatan dosa dan kesalahan syar’i? Tidakkah dosa itu jauh lebih berbahaya bagi nabi dibanding sekedar bahaya/gangguan fisik?

        Dan lagi,… siapa ulama yg ahli bahasa arab yg berpendapat seperti pendapat anda ini?

      • Muslim saja says:

        Dari penggunaan kata dengan tsulatsi ‘a-sho-ma di dalam al-Quran tidak ada yang pemakaiannya dengan pengertian melindung dari berbuat salah.

        Saya hingga sekarang belum menemukan terjemahan al-Quran yang di dalamnya ada kata dengan tsulatsi ‘a-sho-ma yang pengertiannya melindungi dalam konteks tidak berbuat salah.

  2. budi says:

    Salam,
    siapa ini? mampir ya

  3. wenny says:

    Maaf oot. Dalam deskripsi singkat anda, “islam yg qurani” apakah tdk bpegang pd sunnah?

    • Islam saja says:

      Apa maksud sunnah menurut anda?

      Al-Quran tidak menggunakan kata sunnah dengan pengertian yang sama dengan hadits.

    • Islam saja says:

      Menempatkan info di luar al-Quran secara proporsional, apapun nama dari informasi tersebut. Apa yang anda sebut “sunnah” pada zaman ini adalah yang ada di kitab fiqh dan kitab hadits. Dan itu sebenarnya tidak lebih dari sekedar informasi sejarah.
      Informasi masa lalu itu bisa benar dan bisa juga salah.

  4. Arfan says:

    Ass..Saya mohon kajian tentang waktu dan cara sholat dimuat diblog ini . Thanks

  5. aiueo4 says:

    Reblogged this on aiueo4 and commented:
    Ma’shum Rasulullah

  6. amel says:

    akuuuuuuuuuuu sangat senang dengan agama islam yang sangat berguna bagi bangsa ,nusa ,dan negara yang balasssssssssssssssssss berdosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: