BAB XVIII. SEBERAPA BENARKAH KLAIM TENTANG ADANYA MU’JIZAT DARI PARA WAKIL MAHDI?

Leave a comment

June 2, 2011 by Islam saja

Perlu dicatat bahwa bagian terbaik dari klaim adanya mu’jizat dari para pendukung keberadaan Mahdi Muhammad bin Hasan al-Askari dan klaim itu kebanyakaan disampaikan oleh Tusi, berkisar seputar tema sentral tentang ilmu dari “empat wakil” tentang “yang ghoib” (al-Ghayb). Mereka juga mencoba untuk menetapkan keabsahan dari klaim para wakil yang mewakili “Imam Mahdi” dan pada gilirannya menetapkan eksistensi Imam Mahdi.

Empat wakil tersebut dan orang-orang lainnya yang mengklaim sebagai wakil, yang berjumlah lebih dari dua puluh orang, berusaha menggunakan senjata “mu’jizat”, setelah mereka gagal membuktikan klaim mereka dengan metode yang lain, tanpa adanya teks dan bukti-bukti ilmiah tentang kelahiran Imam Mahdi, atau keabsahan dari klaim bahwa mereka wakil Mahdi. Hal ini adalah mirip dengan kasus yang Mohammed bin Bashir lakukan pada zaman sebelumnya, ketika ia mengklaim sebagai wakil dari Imam Musa al-Kazim (AS), setelah Waqifiah mengklaim bahwa Imam Musa al-Kadzim melarikan diri dari penjara dan telah pergi bersembunyi (okultasi/ ghaoibah), dan setelah mereka mengklaim bahwa Ia adalah Mahdi. Kemapat wakil juga berusaha melakukan hal yang sama dalam kaitannya untuk menetapkan klaim lemah mereka sebagai wakil dari Mahdi.

Dan jika kita – sebagai contoh – melihat lebih rinci kisah dari (para pengklaim sebagai wakil): Muhammad bin Ibrahim Al-Ahwazi, yang pada awalnya mengakui bahwa ia telah meragukan keberadaan Muhammad bin Hasan al-Askari, dan bahwa ia mengambil uang itu bersama ayahnya ke Baghdad dan menyewa rumah di tepi sungai Tigris dan berfikir untuk menghabiskannya untuk kesenangan dan keinginannya, kemudian dia berubah menjadi pengklaim bahwa ia adalah seorang wakil (Mahdi) – yang mungkin menghasilkan keuntungan duniawi secara berkelanjutan baginya hingga akhir hidupnya, yaitu dengan cara menulis sebuah cerita tentang pertemuan spiritual dan ajaib antara dia dan Al-Umari. Jika kita melihat kisah ini, kita akan menemukan hubungan antara klaim “mu’jizat” Imam Mahdi, dan klaim bahwa ia adalah wakil Mahdi.

Tidak ada bahayanya bagi kita untuk membahas masalah “bukti mu’jizat” atau “bukti tentang pengetahuan tentang yang ghoib”, karena hal ini tidak dapat ditegakkan pada sebelas imam sebelumnya dari Ahl al-Bayt (AS). Rasulullah (saw), yang secara potensial diakui mempunyai pengetahuan yang ghoib dari Allah, justru tidak mengklaim mempunyai pengetahuan tentang yang ghoib atau melakukan tindakan dengan cara sebagaimana yang diklaim oleh mereka yang mengklaim menjadi wakil Mahdi yang menyatakan bahwa mereka mempunyai pengetahuan tentang yang ghoib. Nabi yang mulia (SAW) bergantung pada akal dan mukjizat Al-Quran yang abadi, dan berkata kepada orang-orang kafir yang menuntut mu’jizat dan hal-hal aneh seperti memunculkan mata air dari bumi, menjatuhkan surga dan mengangkatnya lagi ke langit dan menjatuhkan kitab dari langit. Al-Quran menanggapi mereka: “Maha suci Allah, bukankah aku ini hanya seorang Rosul (utusan)? (Al Isra: 93). Dan juga dikatakan: Sesungguhnya tanda-tanda itu terserah Allah dan sesungguhnya aku hanya pemberi peringatan yang nyata (Al-Ankabut: 50). Allah yang Maha Kuasa juga berkata: “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. ..” (Al Isra: 59)

Jika Nabi (saw) tidak menggunakan mu’jizat dan tanda-tanda untuk membuktikan apa yang dia sampaikan, bagaimana bisa ke-empat wakil dapat menggunakan mu’jizat untuk membuktikan kliam mereka? Siapa yang bisa menegaskan bahwa mereka benar-benar mampu melakukannya? Ketahuilah bahwa Tusi, yang mencatat sebagian besar mu’jizat (yang sebenarnya khayalan) tersebut hidup seratus tahun atau lebih setelah zaman para wakil. Ia menyandarkan laporan seperti itu, yang diceritakan oleh perawi tungggal, dan secara serius tidak konsisten, datang dari para ekstrimis yang mencurigakan dengan kepentingan materi dalam pemalsuan mereka. Tidak ada satupun laporan yang kita bisa bersandar kepadanya setelah meneliti sanad dari laporan tersebut. Laporan tersebut berisi hal-hal yang ambigu, beberapa diantaranya dilaporkan oleh orang yang tidak dikenal atau tanpa nama dan berdasarkan klaim kosong tanpa bukti.

Sangat mudah untuk menggambarkan bahwa orang-orang yang mengklaim mempunyai “mu’jizat“ ini adalah “berbohong, pemalsu atau pembual dan takhyul“. Hal inilah yang menjadikan tidak sahnya semua laporan tersebut bilamana diajukan sebagai bukti; dan juga akan menjadikan tidak sahnya semua laporan itu sebagai “mukjizat“ atau tindakan ajaib yang dapat dipakai dalam menetapkan mereka sebagai wakil Mahdi. Syekh Saduq dalam ’Ikmal al-Din’ telah membenarkan tidak dibutuhkannya oleh Imam Ali (as) senjata “mukjizat“ untuk menegakkan haknya sebagai Khalifah, karena adanya kemungkinan seseorang menafsirkannya sebagai sihir dan magic (’Ikmal al-Din, hal 109).

Ayah dari Saduq, Ali bin Babawaih Saduq juga menolak klaim dari Hallaj bahwa ia wakil Imam Mahdi dan pengetahuannya tentang yang ghoib, dan memerintahkan dia pergi dari tokonya dengan menendangnya!. (Sumber yang sama).

Keajaiban mengetahui yang ghoib tidak sejalan dengan Al-Quran, yang menyangkal pengetahuan tentang yang ghoib dari setiap manusia dengan mengatakan: “(Hanya dia) yang mengetahui yang ghoib dan Dia tidak meawahyukan pengetahuan-Nya tentang yang ghoib, kecuali kepada Utusan-Nya yang Dia pilih“. Dia juga berfirman: “Katakanlah: Tidak ada di langit dan di bumi yang mengetahui yang ghoib kecuali Allah. Dia juga berfirman: “Tidak seorangpun mengetahui di bumi mana ia akan mati“. Oleh karena itu, syahid Sayyid Muhammad Baqir al-Sadr (semoga Allah mengampuni dia) tidak menyebutkan dalam “Bath haul al-Mahdi” (penelitian tentang Mahdi) isu tentang mu’jizat dari keempat wakil sebagai bukti sahnya klaim mereka sebagai wakil Mahdi, terkait klaim mereka tentang adanya Imam Muhammad bin Hasan al-Askari) (Sumber yang sama, hal 36)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: