BAB XI. BUKTI MU’JIZAT KEBERADAAN MAHDI

Leave a comment

May 25, 2011 by Islam saja

BAB XI

BUKTI MU’JIZAT TENTANG KEBERADAAN MAHDI

Sebagai tambahan terhadap bukti akal, historis dan tradisi tentang keberadaan Muhammad bin Hassan Askari, para pendukung dari teori ini mengutip suatu bukti keempat, ‘keajaiban’, yang mereka klaim bahwa empat wakil sudah melakukan hal itu, sebagaimana pengetahuan pada yang tak terlihat, yang mereka miliki.

Kami sudah memperlihatkan banyak ‘keajaiban’ seperti itu ketika mendiskusikan kisah historis tentang kelahiran putra Hassan dan keberadaannya pada bab terakhir. Kita sekarang akan menyebutkan capaian yang luar biasa yang diperkenalkan oleh empat wakil, yakni: Uthman bin Sa’id al-Umari, Muhammad bin Uthman, Hussain bin Ruh al-Nubakhti dan Ali bin Muhammad Al-Samiri, wakil-wakil Imam Mahdi selama periode Keghoiban kecil, yang terjadi sekitar 70 tahun dari 260 AH hingga 329 AH, saat kematian wakil yang keempat.

Syekh Mufid telah menyatakan di dalam ‘Al-Irshad’ cerita dari Muhammad bin Ibrahim bin Mahziyar, yang meragukan keberadaan Imam Mahdi setelah kematian Imam Askari, dan berkata bahwa, bapaknya mewariskan sejumlah besar uang untuk dia, dan memerintahkan dia untuk takut kepada Allah berkaitan dengan kekayaan itu dan untuk menyampaikannya kepada pengganti (khalifah) Imam Askari. Tetapi ia berkata kepada dirinya: Aku akan membawa uang ini ke Baghdad, menyewa sebuah rumah di pantai dan aku tidak akan menceritakan kepada siapapun. Jika sesuatu menjadi jelas bagi saya setelah itu, seperti pada masa Abu Muhammad, aku akan memberikanya, jika tidak aku akan membelanjakannya untuk kenikmatan dan keinginanku. Ia pergi ke Baghdad dan memasuki rumah di pantai dan tinggal di sana selama beberapa hari. Ia di situ ketika melihat sebuah surat dibawa oleh seorang pesuruh yang datang kepadanya, dan di dalamnya berisi: “Wahai Muhammad! Pada kamu ada anu dan sejumlah anu…” hingga keseluruhan cerita diceriterakan kepadanya tentang semua yang ada bersama dia, dan sesuatu  yang mana ia tidak tahu tentangnya. Oleh karena itu ia memberikan jumlahnya kepada pesuruh itu. Setelah beberapa hari, sebuah pengumuman datang kepadanya, ditetapkan sebagai wakil pengganti bapaknya. (1) Mufid: Al-Irshad, hal. 351.

Kulayni, Mufid dan Tusi, semuanya menyebutkan banyak contoh mukjizat dari para wakil tersebut dan pengetahuan mereka tentang yang tak terlihat, sebagai bukti dari mata rantai mereka dengan Imam Mahdi, dan tentang keberadaan Mahdi dan hubungan dia dengan langit:

  • Tentang naiknya Imam Mahdi dari seekor unta dan apa yang ada di atasnya ke langit.
  • Tentang mencegahnya Mahdi dari seorang laki-laki untuk menyunat putranya, dan kematian anak tersebut dengan seketika setelah ia disunat.
  • Ia juga mencegah seorang laki-laki dari berkeliling di darat dan di laut dan memerintahkan dia tinggal di Kufah, dan munculnya bajak laut dan perampok jalan raya pada kafilah pada waktu itu.

Dari semua ini adalah cerita Al-Umari menemukan tempat yang menguntungkan, yang dilupakan oleh seorang pesuruh bahwa itu miliknya, di samping itu pesuruh tersebut tidak melakukan apapun untuk mengingatkan dia atau sebuah kitab tentang isu tersebut.

Keajaiban lainnya meliputi:

  • Pemberitahuan Mahdi kepada Al-Umari, saat kematiannya hari, bulan dan tahunnya.
  • Penyebutan tentang tanggapan yang aneh dari Al-Umari, dan pemberitahuan Mahdi tentang seorang laki-laki mengenai detail dari perselisihan rahasianya dengan isterinya.
  • Kekuatan dan kemampuan dari wakil ke tiga -Hassan bin Ruh Nubakhti- untuk membaca sebuah surat putih dan mengetahui isinya dan menjawabnya seketika.
  • Memberitahu Ali bin Babawaih Saduq tentang kelahiran dua anak-anak yang baik bagi dia pada masa depan.
  • Nubakhti memberitahu sejumlah orang tentang pemecahan permasalahan mereka pada masa depan dengan istilah yang spesifik dan terperinci, dan kematian sebagian orang pada waktu yang ditetapkan sebelumnya.
  • Pengetahuan Nubakhti tentang bahasa asing dan mengucapankannya secara ajaib, tanpa mempelajarinya.
  • Wakil yang keempat Al-Samri, memberi tahu pengikutnya, ketika ia di Baghdad, tentang kematian Ali bin Hussain bin Babawaih di Qum pada hari yang sama.
  • Ia juga memberi tahu Syi’ah tentang kematiannya setelah enam hari.
  • Qasim bin Al-Ala memberi tahu kematiannya yang segera terjadi setelah 40 hari, dan kembalinya penglihatannya padanya setelah kehilangan penglihatannya pada waktu yang lama, dan pemberitahuannya tentang masa hidup yang lama dari putranya, tidak sama dengan saudara laki-laki yang dahulu.
  • Pengetahuan dari wakil tersebut mengenai sumber kekayaan yang mengerucut kepada mereka.
  • Pemberitahuan dari Muhammad bin Ziyad Al-Saimiri tentang kematiannya pada waktu tertentu. (2) Kulayni: Al-Kafi, vol.1 hal.519; Mufid:Al-Irshad hal.352-355; Tusi:Al-Ghaybah, hal. 179, 222, 184, 188, 193,  195-243.

Tusi menunjuk bukti keajaiban, dan menganggapnya suatu bukti tentang Imamah putra Hassan; dan penetapan dari keghoibannya dan keberadaannya, sebab mereka melaporkan yang berisi kisah yang berhubungan dengan yang tak terlihat, dan ramalan sesuatu sebelum hal itu terjadi, secara ajaib. (Berpendapat dengan berdasar hal itu) tak seorangpun yang mengetahui hal itu kecuali seseorang yang diberitahu oleh Allah, dari lidah NabiNya (SAAW), dan itu menjangkau dia, seseorang yang mempunyai kejujuran telah dipastikan dengan bukti. Karena keajaiban tidak akan terjadi pada tangan para pendusta. Jika hal ini ditetapkan, itu menunjukkan keberadaan dari seseorang yang diatributkan. (3) Tusi: Al-Ghaybah, hal.199.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: