Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (7)

October 12, 2010 by Islam saja

BAGIAN- 16

SHURA (DEWAN KONSULTATIF)

Setelah mempelajari Karbala Ki Haqiqat (Karbala: Fakta atau Fiksi?) selama sebulan, para anggota Shura yang berbeda-beda bertemu dua kali pada tanggal 8 dan 9 Juli 2000.

Berikut para anggota yang mengambil bagian:

Qari Ghulam Muhammad Malik, London

Allama Zeeshan Qadri, Hyderabad Deccan

Nuri Muslim Syed, Damascus

Mrs. Mukhtar Begum, Durban

Mrs. Batool Sultana, Sweden

Hakeem Saadat Hassan Qarshi, Chittagong

Dr. Shujauddin Kirmani, Karachi

Maulvi Hafiz Muhammad Haq, Patna

Mrs. Rabab Naqvi, Qatar

Hassan Raza Akhtar, Montreal.

Aku berhutang kepada pendapat yang dinyatakan oleh para anggota dewan dan yang lainnya. Berikut adalah ringkasan hasil kerja tersebut:

Qari Ghulam Muhammad Malik: Setelah menulis buku tentang isu sensitip seperti ini, adalah mengejutkan bahwa Dr. Shabbir Ahmed belum dianugrahi fonis dari para mullah. Karbala Ki Haqeeqat adalah sebuah buku yang membuka mata. Sebuah buku yang sangat bagus dan enak dibaca. Buku ini sebaiknya menjangkau sebanyak-banyaknya kaum Muslimin.

Allama Zeeshan Qadri: Menceritakan kebenaran adalah melampaui tingkatan berbahaya, riset ini luar biasa.

Dr. Shabbir Ahmed: Saya meminta para anggota agar tetap mengarahkan pada kritikan.

Allama Zeeshan Qadri: Apa ada di sana untuk mengkritik? Orang tidak bisa menemukan sebuah persamaan tentang penyimpangan sektarian dalam buku anda manapun termasuk yang ini. Dan semua statemen telah didokumentasikan dengan bak. Aku berpikir buku ini akan tangguh berhadapan dengan mereka yang dengan teguh mengikuti nenek moyang mereka. Bagaimanapun, al-hamdulillah, Ummah Muslimin telah cukup sadar. Mengetahui kebenaran akan menjadi sebuah pelepasan yang besar bagi ratusan ribu orang.

Naskah ini telah disampaikan kepada Sayed Muhammad An-Noori dari Damascus, dengan tulisan tangan dalam Bahasa Inggris. Ia berkata, “Ini merupakan suatu hal yang baik bahwa buku ini telah diterbitkan sejauh ini dalam bahasa Urdu. Saya telah menempuh perjalanan secara luas dan menemukan bahwa orang-orang yang seharusnya paling berpandangan terbuka, yakni orang-orang Arab, ternyata adalah yang paling kaku pada hari ini. Mereka bereaksi secara buta sama sekali. Di Syria para pemalas yang berjongkok di jalan-jalan baik yang memuliakan Hazrat Ali ataupun yang menghina dia juga bereaksi. Ada sebuah laporkan perkataan Nabi yang menyatakan bahwa orang-orang akan menjadi ekstrim dalam memuji dan menghina Hazrat Ali sebagaimana yang dilakukan bangsa Yahudi dan Nasrani terhadap Yesus Kristus. Bagi Muslimin, buku ini akan menjadi sebuah cara menuju keseimbangan dalam pemikiran mereka.”

Mrs. Mukhtar Begum adalah seorang Aktifis Islam di Durban, Afrika Selatan. Dia berkata, “Buku ini telah memenuhi suatu kebutuhan mendesak dari waktu kami.”

Mrs. Batool Sultana Agha Stockholm, Sweden: hanyalah orang-orang yang kekurangan visi dan kebijaksanaan yang dapat percaya kepada fiksi tentang Imam Mahdi. Aku bagaimanapun, takut akan reaksi yang emosional terhadap buku ini dan pengarangnya.”

Allama Zeeshan Qadri: Tidak ada pekerjaan tentang segala hal yang bermakna bisa dilakukan dalam kondisi ketakutan. Aku telah melihat sendiri buku Abdul Jabbar Qaramati di Musium Istanbul pada tahun 1960 dan aku menulis beberapa komentar dalam bahasa Urdu dan Inggris untuk dipublikasikan. Namun tidak ada jurnal yang berani menerbitkan komentarku.

Dr. Shujauddin Kirmani, seorang ahli ilmu agama dan psikolog di Karachi, berkata: Harus diingat bahwa di sejarah kita telah pernah ada zaman ketika para perawi, sarjana Hadith dan sejarawan, telah menggabungkan diri mereka dengan lingkungan kerajaan. Para raja akan memberi banyak penghargaan kepada mereka untuk tulisan yang menyenangkan mereka. Jadi, banyak dari para pengarang ini menari sesuai dengan irama musik para pelindung mereka.

Maulvi Hafiz Muhammad Haq: Hinaan kepada akal manusia telah diungkapkan dalam Karbala Ki Haqeeqat yang memungkinkan pembaca meneliti sendiri Kebenaran vs Kebohongan.

Mrs. Rabab Aqeel Naqvi: Apapun yang pernah kita dengar dan baca sejak masa kanak-kanak telah diruntuhkan. Argumentasi dan acuan sedang menyilaukan mata kita. Dalam waktu beberapa jam aku telah melihat sekitar 90 buku berserak di sekitar Dr. Shabbir yang darinya acuan telah diambil oleh buku ini. Bahkan pengadaan dari buku yang jarang ini adalah suatu hal yang menakjubkan!

Dr. Shabbir Ahmed: Aku berhutang kepada para pembacaku yang tetap mengirimi aku buku-buku unik dan sulit ditemukan dari seluruh sudut dunia.

Mr. Hassan Raza Akhtar (Pustakawan): Aku dengan sepenuhnya setuju dengan Mrs. Rabab Naqvi. Sejak membaca buku ini, aku merasakan sedang hidup dalam suatu hidup yang baru. Begitu banyak kebingungan telah dibuka dari pikiranku.

Allama Zeeshan Qadri: Aku lupa menyebutkan suatu hal yang sangat penting. Munajaat Zainul Abideen, sebuah buku yang menurut dugaan ditulis oleh Imam Zain pada zaman dahulu semasa hidupnya tidak menyebutkan sama sekali tentang Karbala!

Dr. Shabbir Ahmed: Luar biasa! Aku berterima kasih kepada semua anggota Shura yang terhormat atas pendapat mereka. Bahkan buku-buku Hadith yang ditulis pada abad ke-2 dan ke-3 sekalipun tidak menyebutkan peristiwa itu sama sekali. Karbala Ki Haqeeqat adalah masalah yang rumit di mana ketidak sempurnaan mungkin ada dalam teks ini. In-sha-Allah dengan bantuan dan bimbingan anda, maka akan ada perbaikan pada edisi berikutnya.

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: