Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (6)

2

October 12, 2010 by Islam saja

BAGIAN- 15

SESI TANYA – JAWAB

Pembaca yth.,

Selama menyusun buku ini bersama-sama, beberapa orang baik laki-laki maupun perempuan telah bertanya kepada saya beberapa pertanyaan sangat penting.

Pertanyaan (Q): Selamat bahwa Anda bukan kepunyaan sekte manapun, tetapi harus ada suatu kepercayaan dari yang lain yang boleh jadi memuakkan bagi kamu? Hassan Akhtar, Detroit.

Jawaban (A): Aku menyatakan dengan segenap jiwa saya, bahwa saya bukan kepunyaan sekte manapun. Penghormatan dan cinta kepada Al-Quran dan Nabi yang agung, cukup sebagai alasan yang masuk akal, dari sangkar pemikiran keberagamaan saya. Mengenai kepercayaan terhadap yang lain, saya kira saya tidak membawa rasa suka dan tidak suka secara pribadi. Menjadikan Kitab Allah sebagai Ukuran Yang terakhir, kita semua harus tidak mengindahkan dogma non-Qura’nic di mana saja kita temui.

Q. Terlepas dari sudut pandang Shi’ah, buku anda, Karbala: Fakta atau Fiksi?- tidak akan mendapatkan persetujuan dari alim ulama non-Shi’ah kita. Hafiz Ghulam Muhammad, Jacksonville.

A. Mendapatkan persetujuan dari seseorang bukanlah tujuanku. Integritas dalam riset adalah yang paling penting bagiku. Selain sebagai dokter, aku adalah seorang siswa sejarah, psikologi, filosofi dan ilmu agama. Setelah melakukan riset menurut kemampuan terbaik yang kumiliki, saya menyajikan kesimpulan yang tulus dengan tetap menghormati yang lain. Tentu saja, seorang murid yang dapat berbuat keliru seperti saya, mungkin juga membuat kekeliruan. Syiah, non-Syiah dan yang lainnya mempunyai hak mutlak untuk menolak hasil riset saya.

Q. Sesuai dengan tema dari buku ini, aku ingin bertanya kenyataan dari Panjtan Pak (Lima Figur suci, Muhammad (S), Hazraat Ali, Fatima, Hasan dan Hussain). Humera Jaafri, Orlando.

A: Banyak Muslimin dari berbagai sekte menganggap lima orang terkemuka yang agung ini sebagai Panjtan Pak. Kita tidak mempunyai keraguan tentang karakter mulia mereka. Namun demikian, istilah Panjtan Pak atau istilah lainnya tidak nampak di Quran, atau nama selain Muhammad tidak nampak di Kitab tersebut. Menurut Kitab Allah, kualitas pribadi tergantung pada perbuatan individu, bukan pada kekerabatan.

Q. Muslimin tetap mempermasalahkan tentang Tritunggal dalam ajaran Kristen. Bagaimana tentang Segilima mereka sendiri (Panjtan Pak)? Andrea Maseeh, Gujranwala.

A: Perhatikan pertanyaan yang terakhir dan jawabannya. Ini adalah dogma yang non-Quranic. Bagi  Muslimin, tentu saja juga manusia seluruhnya, kewenangan terakhir tidak lain hanyalah Kitab Allah. Tidak ada ‘Segilima’ dalam Al-Quran.

Q. “Setelah mepelajari naskah dari buku ini”, Khateeb Muhammad Yaseen Jafri, seorang Muhaddith dari Multan berkata, “Bukumu akan sangat membantu menyingkirkan pernyataan melebih-lebihkan yang tak terbilang banyaknya dalam sejarah kita. Tetapi tolong ditinjauan ulang Ayat tentang ‘Tatheer’.”

A. Aku berterima kasih kepada Mr. Jafri yang terpandang, bahwa ia mempelajri naskah ini dan memberi nasihat yang berharga. Untuk memenuhi keinginannya aku sudah meninjau apa yang disebut Ayah Tatheer (33:33). Ayah 28 hingga ayat 34 dari Sura Ahzab tersebut semuanya ditujukan kepada isteri Rasul yang agung (Para ibu mukminin). Ayah 33 dan 34 berisi perintah khusus kepada para wanita mulia ini dan rumah tangga secara umum. Hazrat Ali bukanlah seseorang yang tinggal di dalamnya tetapi seorang menantu. Oleh karena itu, kita tidak menemukan apapun pada ayat ini untuk dikaitkan kepada Hazraat Ali, Fatima, Hasan dan Hussain. Semua narasi yang mengaitkan mereka dengan ayat ini muncul pada abad ketiga dan keempat AH oleh orang-orang untuk mengadu domba Muslimin.

Q. Yang terhormat Sheikhul-Hadith Mufti Muhammad Irshad Nizami juga telah dengan baik meninjau ulang secara kritis naskah ini. Ia berkata, “Acuan anda akurat. Usaha ini mungkin akan menciptakan dua jenis reaksi. Sebagian orang akan merasa mendapat serangan. Pada sisi lain, pemikir yang tidak memihak akan menemukan di dalamnya potensi untuk kembali kepada AL-Quran dan dengan begitu akan mempersatukan dua sekte utama Islam.”  Syekh Sahib, dengan penuh harapan, lebih lanjut  berkata, “Riset sejenis ini  semestinya telah dilakukan orang tua seperti aku. Sekarang pada saat umurku yang sudah senja (80 tahun lebih) aku merasakan bahwa aku akan mampu meinggalkan dunia ini dengan kepuasan, karena seseorang telah melakukan pekerjaan yang telah ditinggalkan selama berabad-abad. Tolong perhatikan dua persoalan atas nama saya karena mereka sering salah tafsir.

Satu:  “Ayah Tatheer” (33:33) hanya menyinggung kepada rumah tangga Nabi (Ahlul Bait) yaitu mereka yang tinggal di rumah Rasool (S), yaitu isterinya dan anak-anak mereka. Jika Hazrat Ali dimasukkan karena dia sepupu Nabi, lalu bagaimana dengan Hazrat Abbas bin Abdul Muttalib, paman Nabi, kenapa diabaikan? Kekerabatan seorang paman adalah lebih dekat dibandingkan dengan seorang sepupu. Dan, bagaimana dengan para putri Nabi selain dari Hazrat Fatima! Berdasarkan sejarah ini, banyak khalifah dari dinasti Abbasiah mengklaim bahwa pemerintahan mereka adalah sebagai pemerintahan Ahlul Bait.  Para pendukung Abbasiah yang pertama, Khalifah Abul Abbas, menganggap dia sebagai Imam yang syah.

Dua: ”Al-Mawaddata fil Qurba” harus dengan tepat dipahami. Istilah ini pada ayat 42:23 bermakna menghormati orang-orang yang dekat. Ayat 42:23 ini adalah berita gembira dari Allah kepada para hamba-Nya yang beriman dan hidup dengan kesalehan. Katakanlah, “Tidak ada imbalan yang aku minta kepadamu untuk ini selain dari bahwa kamu menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang dekat dalam ikatan kemanusiaan” (dan dengan begitu mencari jalan menuju Tuhanmu 25:57). Karena, seseorang yang bermanfaat bagi orang banyak, Kami akan menghadiahi dia tambahan kebaikan. Dan, sungguh, Allah bebas dari ketidaksempurnaan, sangat tanggap untuk berterima kasih.

Sebagian orang secara keliru menginterpretasikan ‘’Al-Mawaddata fil Qurba” seolah-olah Nabi yang agung meminta orang-orang untuk mencintai familinya sebagai imbalan atas jasa-jasanya. Penafsiran ini jelas keliru jika dikaitkan dengan semangat Al-Qur’an yang menyiratkan bahwa kekerabatan, ras, warna kulit dan etnik tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk menentukan kemuliaan atau kebaikan seseorang.

Juga, istilah untuk famili/ keluarga adalah ”dzil Qurba” atau ”Aqraba”, bukan ”Fil Qurba”.

Hazraat Nooh, Hud, Lut, Saleh, Shoaib, dan semua Nabi yang lainnya mengatakan kepada kaumnya bahwa mereka tidak meminta imbalan jasa apapun atas pelayanan mereka. Maka, bagaimana bisa Nabi yang agung meminta suatu imbalan atas risalahnya? Al-Quran menolak konsep ini dengan menyatakan bahwa hanya karakter pribadi dari seorang individu yang bisa dijadikan ukuran kehormatan seseorang. Menjadi bapak Hazrat Ibrahim tidak memberikan manfaat bagi Azar, demikian juga menjadi keturunan seorang Nabi tidak bisa membantu anak Nuh. Hubungan keluarga tidak memberikan jaminan keselamatan bagi isteri Hazraat Nuh dan Lut. Dengan cara yang sama, adalah dari keturunan Nabi juga seorang seperti Muhammad Ali Baab dilahirkan, yang pada faktanya meninggalkan Islam dan menciptakan agama Bahai.”

Q. Bagaimana mungkin Nabi meinggalkan dunia ini tanpa menunjuk nama seorang pengganti?” Kazim Ali Zaidi

A. Surah Shoora menyuruh konsultasi timbal balik untuk menjalankan urusan orang-orang yang beriman.

Q. Saya berpikir Maudoodi Sahib benar ketika bertanya apa yang ditinggalkan kepada kita jika kita tidak menerima tulisan dari para sejarawan kita. Alhaj Muhammad Raghib Siddiqui, Lahore.

A. Muslimin secara unik meletakkan dirinya dengan membandingkan dengan orang yang lain. Mereka mempunyai Al-Quran yang akan memisahkan yang benar dari yang palsu. Kita semestinya menerima catatan dari sejarah dan hadits zaman dulu hanya jika sesuai dengan AL-Quran.

Q. Tetapi Al-Quran tidak diwahyukan selama peristiwa Jamal, Saffain dan Karbala ?

A. Benar. Namun demikian, bagaimana bisa para sejarawan tiga atau empat ratus tahun kemudian memberikan penjelasan yang lebih baik perihal karakter para Sahaba Karam dibandingkan dengan yang disampaikan Al-Quran?

Mr. Surjeet Singh Lamba dari Delhi, India, telah mengirimkan sebagian dari puisinya untuk dimasukkan ke dalam buku ini. (Terjemahan dari Urdu)

Siapa yang lebih besar keimanannya dibanding Siddique

Siapa yang lebih adil dibanding Farooq

Siapa yang lebih dermawan dibanding Uthman

Siapa yang lebih berani dibanding Ali Singa Allah

Jika seperti itu sifat para pelayan betapa besar Sultan jadinya

Ungkapan ringkas ini membawa sebuah pelajaran bagi kaum Muslimin yang senantiasa mengumumkan Sahaba Karam berdasarkan kepercayaan sektarian mereka yang patut disayangkan.

Q. Perjalanan episode Karbala yang berkaitan dengan masa lalu, selalu menciptakan keraguan. Bukumu telah melepaskan belenggu di pikiranku. Aku berdoa semoga bukumu menjadi sebuah basis untuk kesatuan di antara Muslimin! Prof. Abdul Hamid Mansoori, Patna (India)

A. Tentu saja, prioritas utama untuk Ummah adalah mempersatukan diri mereka di bawah panji Al-Qur’an. Yang kulakukan hanyalah sebuah usaha sederhana.

Q. Sebuah pemikiran yang kecil akan mengantarkan kita kepada memahami bahwa Islam itu datang untuk mengangkat ras manusia kepada kemuliaan yang baru, dan tidak untuk selalu meratap dan berduka cita atas kejadian berabad-abad yang lalu. Fuad Haufmann, Turkey.

A. Bahan pemikiran untuk masyarakat yang tajam pikiran.

Q. Menurut Imam Ja’far Sadiq dan Imam Ali Raza, Sufisme adalah bid’ah. Meskipun saya seorang pengikut Syiahh, aku tidak mengetahui dasar pemikiran dari ajaran ini. Mrs. Amtul Quddus, Houston

A. Para ulama Athna Ashri menghormati para Sufi dan Sufisme sebagai olok-olok, tetapi untuk tujuan yang salah. Menurut mereka, seseorang yang tidak mampu mengenali Imam pada zamannya sama sekali tidak bisa menjadi orang yang bijaksana. Imam sekarang, menurut mereka,  Mahdi yang sedang bersembunyi.

Q. Aku pernah mendengar bahwa ada hubungan kekerabatan antara Yazeed Ibn Muawiya dan Hazrat Hussain? Feroz Malik, Faisalabad

A. Seorang kemenakan perempuan dari Imam Hussain adalah isteri Yazeed dan salah seorang dari isteri Imam Hussain, Rubab adalah kemenakan Yazeed.

Q. Meskipun seorang Zaidi, aku sudah membebaskan diriku dari bencana sektarianisme. Saya bukan seorang Sunni maupun Shi’i, tetapi hanyalah seorang Muslim. Tetapi untuk penelitian akademis, apakah prinsip utama pada sekte Shi’ah? Nawab Hussain Zaidi, Orlando

A. Quran menjadikan hal itu jelasa bahwa Nabi yang agung tidak ada kaitan apapun dengan mereka yang membagi-bagi Islam dalam berbagai sekte (6/159). Aku menghargai pemahamanmu. Quaid Azam  dilahirkan dalam sebuah keluarga Ismaili Khoja, tetapi ketika ia ditanya sekte apa yang ia punyai, maka ia menjawab, “Pertama ceritakan kepada kami sekte apa yang dipunyai Nabi dan para sahabatnya”. Lihatlah juga jawaban dari pertanyaan berikutnya.

Q. Apakah semua Shi’ah juga mempunyai sekte seperti Sunni? Niaz Ahmad Khan, Indiana.

A. Dikarenakan mengabaikan Al-Quran, maka terdapat sejumlah besar sekte dan sub-sekte di antara Muslimin yang pada awal abad 21 ini, yang dihitung oleh Alhaj Irshad Kareem Tughree dari Istanbul sebanyak 191 sekte! Berikut adalah beberapa  sekte Shi’ah:

(i)     Syiah Athna Ashree – Mereka yang mengakui adanya 12 Imam

(ii)    Kaisania – Mereka yang menghormati Muhammad Bin Hanfia, (yang meninggal pada tahun 84 AH) sebagai Imam yang syah dan Mahdi yang dijanjikan. Ia adalah putra Hanfia, isteri Hazrat Ali yang lain, di samping Fatima. Mukhtar Thaqafi mengikuti sekte ini.

(iii)   Zaidi – Mereka yang mengakui Zaid putra Imam Zainul Abedin (w.125 AH/ 739 CE) sebagai Imam yang terakhir. Oleh karena itu mereka disebut sebagai Syiah  “Lima Imami”  untuk membedakan dengan Syiah “Dua belas Imami”.

(iv)   Ismaili – Imam Zainul Abedin, Imam yang keempat mempunyai dua orang putra yaitu Baqir dan Zaid. Zaid tidak menerima Baqir sebagai Imam. Imam yang keenam Jafar Sadiq mempunyai dua putra yaitu Musa Kazim dan Ismail. Mereka yang menerima Ismail dan keturunannya sebagai Imam  disebut Ismaili. Pangeran Karim Agha Khan adalah Imam mereka yang ke-49. Pada sisi lain, mereka yang menerima Imamah Musa Kazim selanjutnya disebut pengikut 12 Imamah atau Asna Asharis.

Terlepas dari ini, terdapat sekte lain seperti Fatimi, non-Fatimi, Alavi, Khariji, Bohra, Khoja, Shaikhia, Durooz, Jabria, Qadaria, Tawwabin dan seterusnya.

Q. Bagaimana status Ahlus Sunna? Yang mana, di antara sekte yang tak terbilang banyaknya itu ada pada jalan yang lurus? Salma Abdur Razzaq, Miami

A. Ahlus Sunna (Sunni) juga telah melakukan pembagian-pembagian pada dirinya. Sebenarnya telah menipu masyarakat banyak, para alim ulama telah menguraikan sekte mereka sebagai ”Kelompok Pemikiran”. Ahlus Sunna mempunyai dua sekte utama, Muqallid dan Ghair Muqallid, yang berarti para penganut setia dan yang bukan penganut setia. Kemudian ada yang percaya pada Fiqh dan ada yang percaya pada Hadith. Ke bawahnya lagi, di antara Ahlul Hadith ada yang seperti Wahabi dan Wahabi yang lain. Di antara Ahlul Fiqh ada Hanafi, Hanbali, Maliki dan Shafi’i. Di antara Hanafi ada Deobandi dan Barelvi. Di antara Barelvi ada Raza Khani dan Tawheedi. Di antara Deobandis ada Qadeemi dan Jadeedi, Jalal Abadi dan Towni yang baru, dan seterusnya.

Sekte yang mana yang merupakan jalan yang lurus? Tidak ada sekte yang berada pada jalan yang lurus. Al-Quran mengumumkan bahwa tiap-tiap sekte adalah Mushrik dan mengasingkan dari Rasul yang agung. Al-Kitab menamai semua orang yang menyerahkan diri pada Allah sebagai Muslimin (22:78). Tidak ada ruang bagi seorang Muslim untuk berpecah-belah di dalam kerangka Al-Quran.

Q. “Perbedaan pendapat di antara Ummah adalah rahmat Allah”, mengutip suatu Hadith, Banday Ali Hussaini dari Kathiawar.

A. Banyak Ulama yang telah menerima Hadith ini sebagai palsu. Perpecahan atau Perselisihan adalah sebuah bencana dipandang dari sudut Al-Quran. Karakteristik utama dari Kitab Allah adalah bebas dari pertentangan.

Q. Bagaimana mungkin perpecahan sektarian kita diakhiri? M. Najeeb Chaudhry, Kot Radha Kishan.

A. Hanya ada satu cara. “Pegang kuat-kuat bersama-sama tali Allah (Al-Quran) dan jangan terbagi-bagi.” Hadith, sejarah, riwayat hidup dan hadits Nabi, semua harus diteliti dengan cermat berdasarkan Al-Quran, bukan sebaliknya, menjadikan AL-Quran tunduk kepadanya.

Penyair terkenal, Akbar Ilahabadi dengan sangat tepat menulis:

Karena menghancurkan dampak dari AL-Quran

Dibebankan kepada kita sepasukan para pembawa cerita

Q. Apakah Mahdi yang dinantikan oleh Sunni dan Syiahh adalah orang yang sama atau dua orang yang berbeda? Maqbool Sherwani, Texas

A. Ada sejumlah kabar angin mengenai hal itu. Mahdi Qadiani datang dan meninggal pada tahun 1908. Menurut Dr. Israr Ahmad, Mahdi Sunni telah dilahirkan pada tahun 1962. Tetapi ia gagal ketika melakukan tindakan pertamanya selama Hajji tahun 2002 ketika ia telah berumur 40 tahun.

Secara umum, Mahdi Sunni dipercaya sebagai manusia yang akan dilahirkan, sedangkan Mahdi Shi’ah adalah orang yang telah dilahirkan dan pergi menyembunyikan diri (ghoib) pada tahun 878 CE dan sedang berkelana ke alam semesta dari persembunyiannya di gua Samera di Iraq.

Imam Zaid dan Ismail berturut-turut adalah Mahdi Syi’ah Zaidi dan Ismaili belum muncul untuk yang kedua kalinya. Muhammad bin Hanafia, yaitu Mahdi Syi’ah Kissania juga belum muncul hingga kini.

Terdapat juga seorang Mahdi pada zaman dinasti Abbasiah yang bernama Abdullah bin Maimoon. Dan Khalifah Abbassiah Mansoor menamai putranya Muhammad Abdullah Mahdi yang siap menerima sebagai Mahdi.

Pernah muncul seorang Mahdi dari Jaunpore di anak benua Indo-Pakistan. Mr. Sherwani! Aku telah melihat seorang Mahdi dirantai. Ada banyak Mahdi yang bisa dipilih dan anda dapat mengambil salah satunya. Tetapi Allama Iqbal berkata:

Lihatlah turunnya Tuhan pada menara hati mu

Lepaskan sekali waktu penantian terhadap Mahdi dan Yesus

Q. Mengapa tidak ada Imam dari antara keturunan Hazrat Hasan putra Ali, sedangkan, terdapat sangat banyak Imam di antara keturunan Hazrat Hussain? Nadira Khatoon, Montreal

A. Kendati pergerakan Kaissania, Zaidi, Alavi dan Ismaili, pada umumnya lebih percaya bahwa Imam adalah hanya dari keturunan Hazrat Hussain. Meskipun begitu, banyak juga orang-orang yang menerima Muhammad Nafs Zakiyah dan Ibrahim (keduanya cicit lelaki Hazrat Hasan), sebagai Imam terakhir. Ada orang yang percaya bahwa keduanya akan menjadi Mahdi di akhir zaman.

Q. Harmuzan dilaporkan telah berkata kepada Hazrat Umar bahwa Tuhan bersama kaum Muslimin. Lalu, apa yang telah para Majusi lakukan dalam rangka mengasingkan Tuhan dari Muslimin? Khan M. Bhutta, N. Carolina

A. Anda telah bertanya sebuah pertanyaan yang sangat penting. Panitia pusat Majusi Asavirah tentu saja membuat suatu rencana yang sangat cerdik untuk menjadikan Muslimin meninggalkan Al-Quran. Jika anda mendapati mereka terjerat hadits, mereka memberikan alasan, anda telah mengasingkan mereka dari Al-Quran, dan akhirnya, akan mengasingkan mereka dari Allah. Nabi yang agung telah melakukan pengamatan yang tajam mengenai ini, “Bangsa-bangsa zaman dulu binasa dikarenakan mereka meninggalkan Kitab Allah dengan memakai buatan manusia.”

Q. Berapa banyak Ahadith yang ada di buku Usul Kafi karangan Imam Yaqoob bin Ishaq Al-Kulaini dan berapa banyak darinya yang otentik? Kazim Syed Ali, Atlanta

A. Ini adalah jawaban dari penerjemah Usul-Kafi, Maulana Zafar Syed Hassan Amrohi dari kata pengantarnya pada vol. 1: “Ada 16,199 Ahadeeth di Al-kafi, darinya hanya 5072 yang otentik.”Yang mana yang 5072 itu?- Ia tidak mengatakannya.

Q. Terdapat suatu kesan umum bahwa kebijakan yang salah dan nepotismelah yang menyebabkan pembunuhan Hazrat Usman. Seberapa jauh kebenaran hal itu? Ini adalah apa yang Maudoodi menulis. (M. Kafeela Asghar, Muradabad)

A. Menurut Quran (9:51) Maulana (Wali kami) hanya pantas untuk Allah. Memanggil manusia dengan Maulana adalah serupa dengan syirik. Mullah Maudoodi terjerat dengan fiksi karangan Zuhri, Bukhari dan Tabari seperti seekor lalat terjebak jaring laba-laba. Fitnah kepada seorang sahabat besar Nabi (Hazrat Uthman) adalah suatu kejahatan, tidak lebih dari itu. Kampanye fitnah terhadap Sahaba Karam adalah sebuah konspirasi jahat para penjahat Islam. Al-Quran bersaksi bahwa semua sahabat Nabi (S) adalah orang-orang yang benar-benar beriman (8:74), mereka semua bersaudara satu sama lain (3:103), Allah ridhi/ disenangkan oleh mereka dan mereka juga disenangkan olehNya. (9:100)

Q. Buku ini memperlihatkan bahwa sesungguhnya peristiwa Karbala tidak terjadi. Apakah ini semata-mata fiksi? Ghazala Shaheen, New Jersey

A. Ya, tentu saja. Anda perlu membaca ulang buku ini.

Q. Mengapa di sana tidak disebut-sebut nama tokoh Mukhtar Saqafi? Dr. Farzand Ali, Toronto

A. Karena Mukhtar Saqafi tidak ada kaitannya dengan Hazrat Hussain. Di dalam buku sejarah buatan/ palsu, ia diceritakan telah melakukan pembalasan dendam kepada para pembunuh Karbala. Tetapi, ia mengakui Muhammad keturunan Hazrat Ali dari Hanafia, sebagai Imam Mahdi terakhir yang syah. Ia menganggap para Imam yang lain sebagai kehilangan jiwa dan para perampas kuasa. Menurut Hujjatullah Moosvi, (Meezanul Faris), Mus’ab bin Zubair telah memenggal kepala Saqafi untuk menyenangkan Hazrat Zainul Abedin karena ia menolak mengakui Zain sebagai Imam.

Q. Tiap-tiap sekte mempunyai penafsiran sendiri terhadap Al-Quran, jadi ..… Firdous Jabeen, Florida

A. Penafsiran berbeda hanya ketika kita memandang al-Quran dengan lensa mereka yang disebut para Imam dan tulisan mereka. Al-Quran berkata bahwa dia menguraikan secara terperinci segalanya (tibyanan likulli syai-in) dengan jelas dan tanpa keraguan apapaun. Tentu saja, mudah untuk memahaminya dan menjelaskan dirinya sendiri. Hanya mereka yang akan mampu menyentuh (memahami) Al-Quran yang suci, yaitu mereka yang mendekati Kitab tersebut dengan pikiran terbuka dan tidak memihak.

2 thoughts on “Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (6)

  1. abu nailah says:

    Assalamualaikum, bila berkenan menghubungi sy ada yg ingin sy sampaikan secara pribadi melalui email sy
    Jazakallah khair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: