Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (5)

Leave a comment

October 12, 2010 by Islam saja

BAGIAN- 14

Peringatan: Semua kritik dari pengarang diarahkan kepada para sejarawan, dan sama sekali tidak ditujukan kepada semua pribadi Islam yang terhormat sperti: Hazraat Ali, Fatima, Hasan dan Husain [R.A.] yang kepada mereka kita diperintahkan memberikan penghormatan dan penghargaan.

HAZRAT HUSSAIN:

Pemerintahan Keemasannya

Rombongan para musafir akan tetap pada tujuan mereka kendati menghadapi berbagai tantangan yang datang kepada mereka.

Setelah pengunduran diri Imam Hasan, Hazrat Mua’wiya menetapkan Hazrat Imam Hussain sebagai gubernur Iraq. Kalifah yang saleh melanjutkan semua keagungan. Untuk pertama kali dunia bersaksi bahwa di suatu pemerintahan seluas 3,5 juta mil persegi, tidak ada yang bisa menemukan seorangpun yang berkeinginan untuk menerima derma. Dan tidak ada seekor anjingpun mati disebabkan kelaparan pada daerah tersebut. Ini adalah zaman yang patut dicontoh ketika seorang gadis yang membawa barang barang perhiasan bisa bepergian sendiri di atas seekor unta atau kuda sepanjang perjalanan lebih dari seratus mil tanpa rasa takut, kecuali kepada Tuhan!

Harmuzan, seorang aktor intelektual di balik pembunuhan Hazrat Umar, menjadikan dirinya dibunuh pada tahun 23 AH. Anaknya, Jaban bin Harmuzan, telah bergabung dengan sanak keluarganya di  Koofa pada umur mudanya. Ini adalah Jaban bin Harmuzan yang sama yang pernah melakukan usaha pembunuhannya yang gagal kepada Hazrat Hasan pada tahun 46 AH (Meezanul Faris). Pada serangan itu, Hazrat Hasan telah menderita luka-luka serius pada pahanya, tetapi dapat disembuhkan. Di sini, perlu dicatat dengan baik bahwa setelah membunuh Hazrat Uthman, Saba bin Shamoon dan Abdullah bin Saba telah menghilang tanpa bekas. Menurut Hujjatullah Moosvi, mereka telah menghabiskan sisa umur mereka dalam penyamaran di Yemen. Jaban bin Harmuzan juga telah berhasil melarikan diri setelah menyerang Hazrat Hasan ketika orang-orang masih mencurigainya.

KESYAHIDAN IMAM HUSSAIN 680 CE

Hazrat Muawiya meninggal pada tahun 60 AH/ 680 CE. Pertemuan Dewan Syura untuk pemilihan  khalifah yang baru sedang berlangsung di Damascus, Koofa dan Madinah, ketika Jaban dan kaki tangannya memasuki kantor Gubernur di Koofa dengan diselimuti gelap malam. Mereka membunuh Gubernur Hazrat Hussain dengan sebuah pukulan pedang yang memisahkan kepala dari badan Beliau. Karena tidakadanya tindakan pengamanan dan terjadi pada kegelapan malam, Jaban dan kaki tangannya dengan mudah meloloskan diri. Menurut Allama Masoodi, Jaban tetap aktif melawan Hazrat Abdulla bin Zubair sepanjang sisa umur hidupnya. Pada akhirnya, ia dibunuh ketika sedang mencoba membunuh, pada akhir hidupnya pada tahun 70 AH. Ia juga mempunyai nama Islam, Bilal bin Yousuf.

BEBERAPA KEANEHAN TENTANG SEJARAH KITA

Dalam mengungkapkan kenyataan tentang tragedi Karbala dan sejarah lainnya, saya telah mengambil bab-bab sejarah dari banyak sumber. Kendati singkat, banyak acuan telah diberikan. Penelitian ini memerlukan sejumlah besar potongan dan sedikit informasi yang terserak di sana-sini dan kemudian meletakkannya bersama-sama untuk mendapatkan gambaran secara keseluruhan. Pembaca mungkin akan bertanya mengapa tak seorangpun menulis buku seperti ini sebelumnya. Barangkali jawabannya telah diberikan dalam buku saya, The Criminal of Islam, “Aku benar-benar tidak tahu.” Secara singkat,  alasannya bisa jadi karena mudah tertipu, kepercayaan yang kurang/ tidak kritis kepada para sejarawan, tidakadanya waktu dan sumber daya untuk penelitian baru, keputus-asaan dalam membuat terobosan baru, rasa takut hidup yang menyimpang dari main-stream, takut terhadap tuduhan keagamaan dari para Mullah dan lain lain. Beberapa sarjana mungkin telah terikat pada topik lain yang lebih penting.

TABARI:

Sejarah tentang muslimin pertama yang pernah ada adalah yang ditulis oleh ‘Imam’ Tabari (839-923 CE)  pada rentang abad yang ketiga dan keempat AH. Ia meninggal pada tahun 310 AH.

Apa sumber yang  ia pakai? Ia tidak mempunyai begitu banyak sejenis catatan yang dijadikan rujukan. Apapun yang ia catat adalah bersumber atau atas dasar “mendengar dari seseorang”. Mendengar dari siapa? Mendengar dari seseorang yang mendengar dari orang lain dan seterusnya…

Tabari sendiri memasukkan di dalam bukunya sebuah penyangkalan sejak dini bahwa mereka yang  menyampaikan ceritera kepadanya harus dipersalahkan jika ditemukan adanya kemustahilan dalam tulisannya! Yang lebih buruk dari itu adalah bahwa Tabari menulis apa yang ia sukai … Ia menulis apapun termasuk yang disampaikan oleh orang-orang yang berpemahaman Majusi di dalam hatinya dan… ia pun menulis apapun yang para ulama kerajaan perintahkan. Puncak dari semua itu adalah, bahwa ia mencatat semua informasi dari orang-orang yang ke dalam pikirannya telah dirasuki paham-paham/ ajaran tertentu oleh keturunan intelektual Harmuzan, Jafeena dan Saba bin Sham’oon. Tabari sendiri adalah seorang yang mampu membuat cerita dan tukang cerita. Ia membebaskan raja dari kesulitan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Hanya sejarah dan pengungkapan yang seperti inilah yang sesuai dengan para raja Abbasiah yang akan menyucikan dan mengesahkan martabat raja mereka, membuka pintu kearah kekayaan dan kenikmatan dunia, memungkinkan mereka untuk menimbun kekayaan dan membantunya memelihara budak dan harem-harem wanita. Tabari memberikan mereka segalanya. Sebagai balasannya, mereka mengguyurkan kepadanya emas, penghormatan dan berbagai anugrah.

Dengan menyusun buku sejarah (13 volume) dan tafsir Al-Quran (30 volume) ia dimahkotai sebagai seorang Imam yang paling dihormati. Lalu, siapa yang mampu dan berani mengoreksi hasil karyanya yang luar biasa tersebut?

KULAINI:

Yang ini adalah Muhammad bin Yaqoob bin Ishaq Al-Kulaini. Sebagai seorang keturunan Majusi, hasil karyanya juga sungguh mengesankan (Meezanul Faris). Seperti Tabari, ia juga tidak mempunyai satupun sumber tertulis dalam membuat bukunya. Ia menulis semata-mata didasarkan atas hasil dengar-dengar dan hal itu dilakukan sudah sangat terlambat yaitu pada akhir abad ke-4 dan ke-5 AH.

Para pembaca yang berpandangan terbuka dapat membayangkan kenyataan apa yang dapat ditemukan dalam tulisannya yang semata-mata didasarkan atas pembicaraan yang terbawa angin, “Ia berkata anu karena ia mendengarnya dari seseorang yang mendengarnya dari dia, dan seterusnya dan sebagainya”.

Yang lebih penting adalah, pengujian secara obyektif untuk melihat kandungan dari tulisannya (dan juga sejarawan yang lain) selalu terbuka lebar bagi para pencari kebenaran. Tulisan mereka sangat penuh dengan kebohongan, kepalsuan, hal-hal yang tidak masuk akal dan motiv tersembunyi.

SIAPA YANG BERANI BERBICARA TENTANG KEBENARAN!

Tabari khususnya memperoleh pengaruh karena adanya dukungan kerajaan Abbasiah. Orang-orang yang tidak sependapat dengannya yang memberanikan diri berdebat dengan dia, maka para Qadzi (hakim) kerajaan akan memberikan label kepada orang seperti itu sebagai ahli bid’ah, seorang Mo’tazilah (orang yang berpendapat dengan cara berfikir yang rasional) dan bahkan akan dipancung. Dan tulisannya akan dilemparkan ke perapian. Inilah kenapa, seiring dengan berjalannya waktu, dengan tanpa rintangan tulisan-tulisan Tabari dan Muhaddithin pilihan kerajaan semakin banyak memperoleh justifikasi keaslian dan kesucian. Dengan lingkungan seperti ini, siapa yang mampu dan berani mengungkapkan kebenaran? Bagaimana seseorang berani berpendapat berbeda?

Menurut Allama Habibur Rahman Kandhalvi, para pegawai kunci Abbasiah dipegang oleh orang-orang Majusi. Para wanita mereka menduduki harem-harem Abbasiah. Dengan lingkungan yang seperti inilah penyimpangan yang serius diciptakan di bidang keimanan. Adalah benar-benar merupakan suatu kegemparan jika melaporkan suatu kebenaran yang sesungguhnya. Para sejarawan adalah orang-orang Majusi dan para penulis Hadith (perkataan dan perbuatan Nabi) dan Seerah (riwayat hidup Nabi) adalah orang-orang Yahudi dan Majusi.

Penulis pertama kronologi sejarah tentang peperangan Nabi yang agung dan riwayat hidupnya adalah seorang Majusi yang bernama Muhammad bin Ishaq bin Yassar. Ia juga telah dicatat sebagai orang Yahudi dalam beberapa laporan. Hasil kompilasinya sudah tidak ada! Tetapi versi yang diedit yang ditulis oleh Ibnu Hisham, yang berjudul ”Sirah”, didasarkan pada buku Ibnu Ishaq. Tipu dayanya adalah serupa dengan lainnya. Ia akan menguraikan beberapa baris dengan topik cerita yang bersifat memuji Nabi, dalam rangka untuk menetapkan kredibilitasnya terhadap Islam, yang kemudian diikuti dengan baris-baris atau paragraf narasi yang bersifat menghina. Kebanyakan dari sumbernya adalah Yahudi dan Majusi. Itulah mengapa Imam Malik telah menjuluki Muhammad bin Ishaq sebagai seorang pendusta. Antara Muhammad bin Ishaq dan turunannya yang pertama yang tersedia dari hasil karya Ibn Hisham, semua perawinya adalah orang-orang Persia dan Yahudi seperti Ziad Al-Bakai, Muslimatil Abrash dan Hameed Razi. Juga ada Waqidi, seorang Majusi tulen dan mempunyai reputasi sebagai pendusta terbesar pada zamannya (Mazhabi Dastanain aur Unki Haqeeqat oleh Allama Habib Kandhalwi).

Marilah kita lihat sebuah contoh mutiara laporan yang ditaburkan oleh karakter seperti ini: ”Siapa saja yang menyumbangkan dua unit doa sambil membayangkan kecantikan Puteri Shahr Bano, akan memperoleh tujuh puluh ribu istana baginya di Surga. Setiap dari istana-istana tersebut akan mempunyai tujuh puluh ribu kamar, setiap kamar tujuh puluh ribu singgasana dan setiap singgasana akan mempunyai tujuh puluh ribu bidadari yang siap jatuh dalam pelukan”.

Bencana lain yang ditimbulkan dari buku-buku seperti ini adalah tidakadanya garis pemisah yang jelas antara tiga disiplin ilmu, yaitu sejarah, tafsir (pengungkapan makna Al-Quran) dan Hadith (tradisi Nabi yang agung). Mereka semua dijalin dengan cara yang membingungkan. Dan mereka dipenuhi dengan pertentangan di sana sini.

Allama Shibli Nomani, pada halaman 27 Seeratun Nabi-nya telah memberikan suatu kutipan yang mengejutkan dari Imam Ahmad bin Hanbal, yang menyatakan bahwa “Tiga jenis buku benar-benar tidak ditemukan, yaitu: Mughazi, Malaham dan Tafseer” (Peperangan-peperangan yang dihadiri Nabi, Pergerakan-pergerakan kecil dan Pengungkapan makna Al-Quran).

SEMUA SAHABA KARAM – KECUALI LIMA – MENJADI AHLUL BID’AH!

Atau, masih adakah seorang saja yang muslim? Imam Bukhari telah menyatakan bahwa para Sahabat Nabi telah kembali menjadi murtad ketika Nabi meninggal (Kitabul Fatan). Tabari menulis: Rasul Allah berkata, “Sebagian dari sahabatku akan mengunjungiku di telaga. Allah akan menjauhkan mereka dari hadapanku. Aku akan berkata: Wahai Tuhanku! Mereka adalah para sahabatku. Tetapi aku akan diberitahu: Kamu tidak mengetahui perbuatan apa yang mereka lakukan sepeninggal kamu.”

Bagaikan bola yang menggelinding ke depan, Hafiz Ibn Hajr menyatakan, “Umro bin Sabit telah berkata bahwa semuanya, kecuali lima, menjadi ahli bid’ah setelah meninggalnya Nabi.”

Dan Ayatullah Aluzma Al-Hussaini menembakkan bola mencapai sasarannya. Ia menulis, “Mereka yang lima itu, yaitu yang tetap dalam kelompok Islam adalah Salman Farsi, Miqdad, Abu Zar, Ammar dan Hazeefa.”

DUA LAGI DISINGKIRKAN!

Namun tidak hanya sampai di situ, lebih lanjut “orang-orang yang selamat” dikurangi lagi menjadi tinggal tiga. Hazrat Ammar dan Hazrat Hazeefa juga dibuang dari wadah Islam. Akhirnya score dua gol! Apakah ini akhir dari permainan mereka? [Secara mencengangkan, para sejarawan dan kolektor Hadith yang brilian melupakan untuk memasukkan orang sekaliber Hazraat Ali, Fatima, Hasan dan Hussain dalam kelompok elit dari sedikit orang-orang yang mereka anggap setia dengan Islam. Apakah jalan sudah berujung? Ternyata belum]

SCORE GOL YANG LAIN – HANYA SEORANG MUSLIM YANG TERSISA:

Dikatakan oleh sejarawan kita bahwa jika keimanan Hazrat Salman Farsi dibandingkan dengan yang lain, maka keimanan Hazraat Miqdad dan Abu Zar Al-Ghaffari tidak akan sebanding dan, karena itulah maka mereka berdua perlu dianggap ahlul bid’ah juga! Maka, kesudahannya, setelah Nabi meninggal, hanya seorang Muslimin tetap setia di muka bumi ini, yaitu Salman Farsi. Ingat bahwa ia berasal dari Persia!

Imam Malik (salah seorang murid Al-Zuhri) dengan Muwatta yang terkenal itu tidak mau ketinggalan. Sesungguhnya ia mendahului kelompok tersebut di atas. Ia meletakkan dasar cerita tersebut dengan mencatat pada bab Kitabul Jihad, “Rasul Allah berkata tentang para syahid Uhud bahwa ia sendiri akan bersaksi kepada Allah tentang iman mereka. Hazrat Abu Bakr meminta keterangan tentang dirinya. Nabi berkata, “Aku tidak mengetahui bid’ah apa yang direncanakan setelah aku.”Hazrat Abu Bakr mulai menangis dan berteriak-teriak. Nabi tidak menghibur dia.” Paragrap yang terakhir ini disampaikan dengan singkat dalam buku “Saat Sahaba Kay Halaat-E-Zindagi”v(Kejadian dalam Hidup Tujuh Sahaba Vol. 3, hal. 19) karangan Ayatullah As-Syed Murtaza Hussain Nasir Ferozabadi terbitan Nasir Ptinting Press. Ia telah mengambil semua narasi dari enam buku “otentik” Ahadith dan sumber Sunni.

MUSLIMIN YANG MUDAH TERTIPU:

Adalah luar biasa bahwa kita Muslimin menganggap kumpulan dongeng ini merupakan buku-buku yang paling akurat, keaslian buku-buku tersebut menjadi yang kedua setelah Al-Quran. Hal ini, di samping hinaan yang memalukan kepada akal sehat, sekelompok orang memproklamirkan bahwa Bukhari dan Muslim adalah Kitab yang paling akurat, sementara yang lain setuju untuk menempatkan posisi istimewa ini kepada Tabari, Al-Kulaini dan buku-buku Syiah yang lain.

Mullah yang sangat terkenal seperti “Maulana” Maudoodi, sempat memperhatikan cerita kosong ini pada abad ke dua puluh, dengan menyatakan, “Jika kita membuang cerita ini, apa yang masih tersisa pada kita?” Baiklah, kita masih mewarisi Kitab Allah dan semua laporan yang lulus dengan Furqon ini untuk memilah dan memilih yang benar dari yang salah. Namun aturan yang sederhana ini gagal untuk meresap pada pikiran para Mullah yang tertutup. Sesungguhnya, bagi Muslimin hal ini merupakan sebuah tugas yang gampang. Apa yang para sejarawan dan Muhaddithin tulis, harus di-check kembali kebenarannya dengan Al-Quran. Sebagai contoh, apakah Al-Quran secara gamblang berkata bahwa para sahabat Nabi yang dihormati akan berpaling kepada bid’ah segera setelah Beliau meninggal dunia? Bukankah AL-Quran memberikan serangkaian penghargaan yang tinggi pada semua sahabat Nabi yang agung?

ORANG-ORANG MUNAFIK SUDAH DIKENAL:

Banyak sejarawan menyebutkan dalam karya-karya mereka bahwa bahkan pada masa hidup Nabi yang agung, kebanyakan dari sahabatnya adalah orang-orang munafik yang tidak dikenal (kecuali bagi para Penjahat Islam ini). Namun demikian Al-Quran ayat 3:179 dan 40:30 telah memberitahu kita bahwa orang-orang munafik telah diketahui dengan baik ketika mereka hidup bersama dengan Nabi.

BEBERAPA KRONOLOGI: ISLAM MURNI MENJADI ISLAM AJAMI MASA KINI

PENYAKIT QALA QALA QALA

Yang berikut adalah tahun kematian dari sebagian sejarawan dan para pengumpul Hadith. Hal ini akan membantu kita dalam menentukan siapa dan kapan Islam yang murni berubah menjadi Islam yang palsu, buatan manusia, Islam Ajami, Islam yang Nomor Dua.

Dua fakta harus selalu diingat. Pertama, Nabi meninggal pada tahun 11 AH (632 CE). Kedua, bahwa para pengarang tersebut (yang hidup lebih dari seabad setelah Nabi meninggal), pada saat mereka menulis, tidak satupun dari mereka mengacu pada tulisan ulama sebelumnya. Mereka semua menulis berdasarkan pada mendengar ucapan orang sezamannya, “Ia berkata ini atau sesuatu seperti ini, saya mendengar bahwa ia mendengar dari si Anu yang mendengar dari si Anu bahwa Nabi berkata ini atau begitu ….”- Itulah penyakit QALA QALA QALA.

Tolong Perhatian!

Sebelum kita lanjutkan, mari kita secara singkat menyelidiki apa kata Al-Quran terhadap para pemalsu ini:

6:112. Begitulah Kami mengadakan bagi tiap-tiap Nabi seorang musuh, syaitan-syaitan dari manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu; dan sekiranya Pemelihara kamu menghendaki, tentu mereka tidak membuatnya. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka mengada-adakan.

6:113. Dan supaya hati orang-orang yang tidak mempercayai akhirat condong kepadanya, dan supaya mereka sangat berpuas hati dengannya, dan supaya mereka memperoleh apa yang mereka peroleh.

22:52. Kami tidak mengutus seseorang Rasul, dan tidak juga seseorang Nabi sebelum kamu, melainkan bahawa apabila dia berkhayal, syaitan melemparkan ke dalam khayalannya; tetapi Allah menghapuskan apa yang dilempar syaitan, kemudian Allah menentukan ayat-ayat-Nya; Allah Mengetahui, Bijaksana. [Syaitan-syaitan manusia kemudian mencoba untuk mengubah ajaran-Nya setelah ia pergi. Allah, kemudian, mengirim Rasul (Pesuruh) yang lain untuk mengembalikan kemurnian Pesan-Nya 6:113. Hingga Pesan yang terakhir diwahyukan dan Allah sendiri yang menjamin pemeliharaan-Nya]

22:53. (Allah mengijinkan manusia-manusia syaitan ini untuk melanjutkan bujukan jahat mereka) Supaya Dia menjadikan apa yang syaitan lemparkan, (sebagai) satu cobaan bagi orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, dan orang-orang yang hati mereka keras; dan sesungguhnya orang-orang yang zalim adalah dalam permusuhan yang sangat. [Zulm= pengasingan diri dari sesuatu yang benar, 2:53. Bagian akhir dari ayat tersebut telah menjelaskan akifitas mereka]

22:54. Dan supaya orang-orang yang diberi pengetahuan mengetahui bahwa ia yang benar dari Pemelihara kamu, dan mempercayainya, dan hati mereka merendah kepada-Nya; dan sesungguhnya Allah selamanya memberi petunjuk kepada orang-orang yang percaya pada jalan lurus. (5:48,15:19)

22:55. Dan orang-orang yang tidak percaya tidak henti-hentinya dalam keragu-raguan padanya, sehingga ”Saat” datang kepada mereka dengan tiba-tiba, atau datang kepada mereka azab hari yang tandus.

Kita melihat bahwa Quran telah betul-betul memperingatkan dari awal kepada Muslimin tentang adanya komplotan/ konspirator sejarawan dan ahli hadits yang akan merusak Islam. Proses transisi dari Al-Islam, (DEENILLAH di  Al-Quran) menjadi IN2 (Islam Nomor Dua) adalah suatu penghancuran yaitu melalui komplotan tersembunyi.

Ketika komplotan tersebut telah mulai bekerja selama awal dinasti Abbasiah, mereka memerlukan waktu agar ajaran IN2 tersebar kepada masyarakat banyak. Metode mereka dengan cara memasukkan ajaran IN2 melalui tulisan, penggandaan, komunikasi dan penyebaran buku-buku, benar-benar lamban dan membosankan. Itulah mengapa Revolusi Islam terjadi dalam prosesnya selama berabad-abad. Kemunduran secara moral, sosial, ilmu pengetahuan dan politik kaum muslimin mulai terjadi sejak sekitar 800 tahun kemudian, yaitu pada abad ke-13 M, yaitu ditandai secara nyata dengan adanya serangan gencar oleh Hulago pada pusat kekhalifahan Baghdad pada tahun 1258 M atas undangan orang-orang Persia.

Berikut ini adalah daftar sebagian dari para komplotan/ konspirator yang paling utama (atau bisa jadi mereka adalah korban konspirasi juga?) yang telah memesongkan Islam dari DEEN kepada agama buatan sebagaimana yang kita lihat hari ini. Tahun kematian mereka diberi tanda *.

Perlu diketahui bahwa AH menunjukkan AL-HIJRAH, yaitu penanggalan sistim bulan kaum Muslimin yang dimulai sejak hijrah Nabi yang agung dari Makkah ke Madinah pada tahun  623 CE. Seratus tahun penanggalan Gregorian sama dengan 103 tahun sistem putaran bulan. Nabi yang agung menuju ke kehidupan berikutnya pada tahun 632 CE atau 9 AH.

MEREKA YANG ”BERCAHAYA”:

  • Imam Ibn Jareer at-Tabari 310* (penafsir al-Quran yang pertama dan sejarawan yang pertama)

IMAM HADITH SUNNI:

  1. Imam Muhammad Ismail Bukhari             256*
  2. Muslimin Imam Bin Hajjaj                       261*
  3. Imam Abu Dawood                                275*
  4. Imam Abu Abdullah bin Majah                273*
  5. Imam Abu Musa Tirmizi                          279*
  6. Imam Abdur Rahman Nisai                     303*
  7. Imam Malik bin Anas                              179*

Imam Malik adalah juga seorang Muhaddith (Pengumpul Hadith). Anehnya, ia adalah satu-satunya Muhaddith yang berasal dari Arab (bukan Persia). Koleksinya, Muwatta tidak diperhitungkan kedalam anggota Sahah Sittah (Enam kebenaran)!

IMAM FIQH (AHLI HUKUM):

  1. Imam Malik bin Anas      179*
  2. Imam Abu Hanifa           150* (Tanpa buku)
  3. Imam Ahmad bin Hanbal 241*
  4. Imam Shafi’I                  204*
  5. Imam Ja’Far Saadiq       145* (diterima oleh Syiah- Tanpa buku)

IMAM HADITH SYIAH:

  1. Muhammad Syekh Bin Yaqoob bin Ishaq Al-Kulaini 329* menulis Al-Kafi
  2. Syekh Saddooq Abu Jafar Muhammad Bin Ali Tabrasi 381* menulis Man Yazharal Faqeeh
  3. Syekh Abu Jafar Muhammad Ibn-Hasan Toosi 460* menulis Tehzeebul Ahkam dan Al-Istabsar

SEBUAH PERNYATAAN PRIBADI

Mungkin sudah saatnya untuk menyatakan dan menegaskan bahwa Shabbir tidak mempunyai sekte. Ia mengetahui dengan cukup baik bahwa sektarianisme adalah syirik (menyekutukan Allah dengan sesuatu merupakan kesalahan yang tidak dapat dimaafkan) (QS, 30:31-32) dan bahwa Rasulullah yang agung tidak ada sangkut pautnya dengan sekte-sekte tersebut. (Al-Qur’an 6:159)

Aku dengan sungguh-sungguh sudah mencoba untuk menjadikan sesuatu itu mudah dan menghematkan waktu bagi para pembaca yang terhormat. Pembaca didukung untuk mempunyai pandangan yang ringkas terhadap sumber yang sangat banyak, yang mana buku-buku tersebut telah dianggap asli dan “suci”, untuk memastikan apa yang sebenarnya telah ditulis didalam buku-buku yang diskralkan tersebut.

Banyak dari para pembaca dan teman yang saya hormati sangat menginginkan bahwa Shabbir telah menkritisi semua agama dan sekte. Apakah ia tidak menyadari adanya semua resiko termasuk adanya hukuman dari pada mullah? Dengan mengenali adanya resiko, aku harus berterima kasih kepada mereka atas perhatiannya yang tulus. Sekalipun begitu, dogma yang sudah terbentuk secara mapan tidak bisa dilawan tanpa keberanian? Al-Quran memerintahkan kepada kita untuk tidak menyembunyikan kebenaran (2:42). Tolong ijinkan saya untuk menyatakan bahwa aku tengah menantang kepercayaan yang dipegang oleh anggota keluarga di mana aku dilahirkan dan kami telah melihat cahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: