Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (3)

Leave a comment

October 12, 2010 by Islam saja

BAGIAN- 12

ARSIP KHILAFAT RASHIDIIN DAN GUBERNURAN HAZRAT HUSSAIN LENYAP.

Alqami, perdana menteri kalifah Abbasiah yang terakhir, dan Toosi, ketua penasehat dan perdana menteri Hulagu Khan adalah seorang pengikut Zoroaster yang berkedok Muslim (menurut beberapa laporan berpaham Syiahh). Kerja sama/ kolaborasi mereka dan undangan rahasia dari Alqami menyiapkan jalan bagi invasi Mongol terhadap Kerajaan Muslimin. Hulagu Khan kemudian menggerebek Baghdad seperti angin topan pada tahun 1258 CE (655 H).

Singkatnya, kekhalifahan Abbasiah berakhir. Banyak Penulis sejarah yang telah melaporkan bahwa sangat banyak buku dimusnahkan dari perpustakaan Baghdad dan dilemparkan ke sungai Tigris sehingga airnya berubah menjadi hitam. Digambarkan bahwa orang-orang bisa menyeberangi sungai tersebut melalui jembatan dari buku-buku tersebut pada daerah sungai yang dangkal.

Hulago Khan, orang-orang istananya dan angkatan perangnya adalah penyembah berhala. Melakukan penaklukan telah menjadi hiburan mereka sejak masa Changez Khan. Mereka menyerbu banyak kerajaan, bangsa-bangsa, kota-kota besar dan kota-kota kecil, dan menghancurkannya. Mereka tidak mempunyai empati dan memusuhi pengetahuan dan literatur.

Lalu, mengapa mereka melemparkan buku-buku tersebut ke sungai?

Rancangannya adalah dengan mengisi perpustakaan ini dengan buku-buku yang mewakili paham Ajami yaitu Islam nomor dua. (Meezanul Faris). Dengan anjuran Alqami dan Toosi, angkatan perang Mongol tersebut mengambil langkah pemusnahan secara ekstrim terhadap semua buku yang mereka bisa pegang dengan tangan mereka, dari rumah-rumah, dari para sarjana dan dari institusi-institusi pendidikan. Untuk detailnyaa, silahkan dilihat “Tasweer Ka Dusra Rukh”. (Sisi lain dari sebuah Gambaran) oleh Jame-ul-Uloom Allama MohiuddinTamanna Imadi.

Kami menemukan adanya acuan pada buku-buku sejarah yang diterima secara luas adanya beratus-ratus hasil karya yang lebih tua dari penulis zaman dahulu, tetapi buku-buku tersebut tidak ada lagi.

Apa yang terjadi pada buku-buku tersebut?

Terima kasih kita ucapkan kepada Muqatdar Billah dan Musta’sam Billah demikian juga Naseeruddin Toosi dan Nasr Nawsher Alqami, buku-buku yang telah diselamatkan adalah buku-buku seperti Sejarah karangan Tabari (yang dikenal sebagai Induk dari Sejarah-sejarah, Umm-Ut-Tawareekh, Tareekh-Ul-Umam Wal- Mulook, dan 30 volume Tafseer oleh “Imam” Ibn Jareer Rustam Tabari. (Ref. Mua’Jjamul Adaba). (CATATAN: Buku ini mempunyai peranan besar memecah belah muslimin hingga hari ini dan menjauhkan muslimin dari memahami Al-Quran secara semestinya).

Hasil karya dari sarjana besar seperti Abu muslim Isphahani dan Abul Qasim Balakhi, Aqeel bin Asad telah benar-benar dimusnahkan sepenuhnya yang hari ini nama mereka hanya dapat ditemukan sebagai acuan kecil dalam buku-buku dari pengarang yang lain.

SEWADAH DEBU

Pada zaman Hazrat Umar, Muslimin telah menaklukkan salah satu dari super power zaman itu, yaitu Persia, dengan sepenuhnya. Mereka juga menaklukkan separuh bagian timur dari super power lain, Byzantium (kota Yunani kuno),  Kerajaan Romawi. Kerajaan Romawi bagian barat masih terselamatkan. Kita ingat bahwa ketika pada tahun 631 CE Khusro Parvez, Raja Persia, merobek-robek surat yang Nabi kirimkan kepadanya. Nabi yang agung, kemudian, telah memperkirakan bahwa Kerajaan Persia akan koyak berkeping-keping – berantakan seperti kertas tersebut.

Ada contoh lain perilaku Khusrau Parvez yang kurang ajar. Ia mengutus seorang dari para gubernurnya yang bernama Bazan kepada Nabi dengan pesan, “Wahai Mohammad! Sungguhpun kamu hanyalah seorang budak bagiku, namun kamu berani menasehatiku! Datanglah anda untuk menyerahkan diri, jika tidak aku akan datang sendiri untuk menangkap kamu.” Sambil tersenyum, Nabi yang agung berkata kepada Bazan, “Temui rajamu. Putranya Sherovia telah membunuh dia semalam!

Sekarang, Yazdgard menjadi pengganti yang ke lima dari Khusro Parvez. Ia adalah raja ketika Hazrat Saad bin Abi Waqas mengirim utusan ke sana untuk mengajak kepada Islam. Mereka menyampaikan sebuah pesan dari Khalifah di Madinah yang memperingatkan dia agar berhenti menekan masyarakatnya, jika tidak malapetakan akan datang menimpa dia dan kerajaannya. Sebelum memberikan jawaban kepada utusan tersebut, Yazdgard memerintahkan salah satu dari pengawalya untuk membawa sebuah wadah yang berisi debu. Sambil membawa wadah tersebut, Raja berkata kepada utusan tersebut, “Pergilah dan berikan ini kepada Pemimpinmu Sa’ad bin Abi Waqas.” Ketika menerima hadiah tersebut, Hazrat Sa’d berseru, “Sambutlah, wahai tentara Islam! Hari ini Raja Persia telah menyerahkan tanahnya kepada kita!”

KEMATIAN  DINASTI SASSANID

Rangkaian pertempuran antara orang-orang Persia dengan Muslimin menjadikan kota Qadisia (14 AH/ 636 CE) dan ibukota Persia Madain (16 AH) di bawah kendali Hazrat Sa’d bin Abi Waqas. Kaisar Sassanid yang terakhir, Yazdgard melarikan diri dan menjalani hidupnya dalam pengembaraan dari satu tempat ke tempat lainnya. Ia mengakhiri pengembaraannya bersembunyi di suatu tempat penggilingan, sambil menjadi perampok muatan emas, seorang petani membunuh dia dengan kampaknya. Candi-candi api menjadi dingin dan sebagaimana yang diperkirakan oleh Nabi yang agung, gelang-gelang emas Cisra dibawa ke Madinah. Khalifah Hazrat Umar memberikan gelang tersebut kepada Saraqa bin Malik Ja’sham. Saraqa adalah orang yang digoda dengan hadiah seratus unta, jika bisa menawan Nabi (S) dan Abu Bakr Siddiq (ra) ketika Hijrah (migrasi ke Madinah). Pada saat yang lemah tersebut lima belas tahun sebelumnya, Nabi (S) telah berkata kepada Saraqa, “Aku melihat gelang Cisra menghiasi lenganmu.”

Kematian yang mengerikan dari raja yang terakhir dinasti Sassanid tersebut beritanya menyebar menimbulkan awan kesedihan di seluruh Persia. Mereka tidak memuja-muja raja mereka tetapi:

Tidak ada halangan yang masih ada pada jalan kelaliman

Ketika para budak menjadi tetap kecanduan kepada hal itu

PARA PUTERI PARSI

Dari sudut pandang orang-orang Persia kondisi mereka menjadi semakin buruk, karena tiga putri dari raja yang terakhir ditangkap selama pertempuran dan dibawa ke Madinah. Puteri Shahr Bano adalah salah satu dari mereka. Menurut riset kami, nama aslinya adalah Shahrzadi dan dia adalah putri Shahryar dan saudara perempuan dari Yazdgard. Ketika puteri tersebut dinikahkan dengan Imam Hussain, hal itu dianggap sebagai sebuah kehilangan ganda oleh sisa-sisa elit Persia. Ini terjadi pada tahun 25 AH. Dorongan mereka untuk melakukan balas dendam menjadi semakin kuat.


MAKAR AJAMI

Meezanil Faris oleh Hujjatullah Moosvi

RANCANGAN PARA PERMATA PERSIA

Para Permata: Seperti Sembilan Permata yang terkenal dari istana Raja Mughal Akbar, para raja Sassanid juga mempunyai duapuluh permata atau orang dekat istana. Lima belas darinya selamat dari pertempuran Qadisia dan Madain. Mereka semua, kemudian, mencari tempat perlindungan kepada Kaisar Cina Khaqan di  Samarqand.

Mereka membuat rencana masa depan sebagai berikut:

  • Ribuan dari orang-orang Persia ditempatkan di kota-kota besar utama dunia Islam seperti Mesir, Madinah, Makkah, Damascus, Baghdad, Basra, Koofa, San’aa dan Jerusalem. Mereka berpura-pura menjadi Muslimin. (Mizanul Faris, Hujjatullah Moosvi)
  • Misi mereka adalah memata-matai dunia Islam. Mereka lalu melaporkan kepada ‘lima belas permata’, yang disebut Asawarah (mereka yang memakai gelang emas kerajaan, sebuah tanda untuk membedakan bahwa mereka orang-orang istana Persia). Para penyusup ini dipersyaratkan mempunyai penguasaan atas bahasa Arab. Mereka harus mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang sejarah Roma dan Persia, demikian juga perihal tatakrama masyarakat Arab. Kebanyakan dari individu yang direkrut untuk menjadi mata-mata mempunyai ketrampilan dan pendidikan satu bidang tertentu atau lebih, seperti bahasa, menulis, akuntansi, kerajinan tangan, pandai besi, pengelasan, persenjataan dan pengobatan.
  • Berdasarkan ketrampilan mereka tersebut, orang-orang Persia yang bertobat ini (yang sebenarnya para penyusup), memajukan bidang mereka masing-masing di kota-kota besar tempat tinggal mereka. Mereka harus memperoleh pekerjaan dan menembus ke dalam lapisan yang sensitip di pemerintah. Dan mereka berhasil melaksanakan rencana busuk mereka.
  • ”Para permata’ tersebut paling efisien dan berhasil dalam kampanye mereka ketika sebagai pengungsi di kekaisaran Cina. Perlu diingat bahwa misi mereka adalah dua hal, pertama adalah memperlemah pusat pemerintahan Islam dengan membunuh para khalifah satu demi satu; dan yang kedua adalah mengasingkan Muslimin dari Al-Quran. Bazer yang berpengalaman dari Samarqand, yang dulunya seorang penasehat khusus Khusro Parvez, memimpin komite Asawirah tersebut. Kaum tua Marzaban, yang dulunya juga penasehat, adalah wakilnya. Kedua-duanya adalah politikus perencana yang sangat berpengalaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: