Benarkah para shohabat pernah saling berperang? (2)

Leave a comment

October 12, 2010 by Islam saja

BAGIAN- 11

Secara umum, dongeng yang dipoles dengan agama menjadi sangat menakjubkan, yang seringkali kita gagal untuk menyadari adanya hinaan terhadap akal manusia. Orang tidak bisa mengukur dampak dongengan seperti ini, yaitu jika seseorang berhenti menggunakan akal pikirannya. Kebenaran memiliki kekuatan untuk menembus hati dan pikiran dan mengusir keragu-raguan dan kepalsuan. Sampai pada langkah ini, aku dengan kerendahan hati menyarankan agar bukuku, The Criminals of Islam (Penjahat-penjahat Islam), yang dengan jelas mengungkapkan bagaimana para perawi dan sejarawan kita telah merendahkan Islam menjadi suatu koleksi dongengan dan mitos.

RIWAYAT HIDUP HUR BIN ABDUR RAHMAN (MENINGGAL 115 H/ 734 M).

Kami telah menyebutkan sebelumnya dalam buku ini bahwa ketika Abu Muslim Khorasani meruntuhkan Kekhalifahan Arab Banu Umayyah, hanya satu anggota keluarga kerajaan yang berhasil meloloskan diri dari pembunuhan tersebut. Dia adalah seorang putra mahkota yang bernama Abdur Rahman. Ia berhasil mencapai Andulusia (Spanyol). Dengan orang-orang Arab yang telah berada di sana dalam jumlah yang besar, ia mendapat sambutan dan kelak akan menggantikan kepemimpinan Spanyol dan mengukuhkan berdirinya dinasti Umayyah di Spanyol. (132 AH/ 750 M).

Tolong perhatikan bahwa satu abad penanggalan sistem solar (matahari) mendekati sama dengan 103 tahun penanggalan sistem lunar (bulan) karena suatu tahun sistem lunar sekitar 354.5 hari.

Sebelum Abdur Rahman mencapai di sana, Musa bin Nusair dan Tariq bin Ziayd telah menaklukkan Spanyol pada tahun  92 AH/ 711 M pada masa pemerintahan Khalifa Bin Waleed Abdul Malik. Kemudian, selama periode yang pendek, dua tahun (99-101 AH) Umar bin Abdul Aziz adalah Kalifah pemerintahan  Islam. Beliau adalah orang terkemuka yang sangat dihormati yang telah menyalakan kembali memori  Khilafat-E-Rashida (Kalifah yang dipandu) dalam pikiran orang-orang. Khalifa ini menempatkan seorang yang berbakat, Hur bin Abdur Rahman sebagai Gubernur Spanyol. Seperti Muhammad bin Qasim di  India, Hur membuktikan dirinya sebagai administrator handal kendati muda usianya. Ia mempengaruhi hati masyarakat Spanyol dengan karakternya yang tanpa cela dan kemampuannya sebagai seorang administrator. Adalah di bawah kepemimpinannya, angkatan perang muslimin menyeberangi perbatasan Spanyol melewati Perancis selatan dan menaklukkannya. (Sejarah Islam, oleh Dr. Hameeduddin, Madinah Publishing Company; Karachi, Halaman 299).

(CATATAN: Dalam hal ini Dr. Shabir telah keliru, karena Abdur Rahman yang melarikan diri dari Baghdad bukanlah AL-Hurr bin Abdur Rahman yang merupakan salah seorang yang pernah menjabat sebagai wali di Spanyol pada rentang tahun 97-101 H/ 716-719 CE. Al-Hur bin Abdurrahman menjadi Amir/ Wali menggantikan Ayub bin Habib al-Lajmi, sedangkan Abdur Rahman menjadi Amir pada periode 138-171 H/ 756-788 M setelah mengambil alih Wali Spanyol Yusuf Al-Fihri. Abdur Rahman yang ini dikenal sebagai Abdur Rahman Al Dakhel atau Abdur Rahman I).

Hur bin Abdur Rahman biasa memelihara sebuah buku harian tentang semua peristiwa di Arab. Sekitar dua orang ratus tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 920 CE, seorang pegawai pemerintahan Spanyol, Simone Ashbillia menemukan buku harian ini. Ia menterjemahkan buku harian ini (yang masih tersisa darinya) ke dalam bahasa Spanyol. Pada tahun 1910, Dennis Montgomery, seorang sarjana Britania meneliti buku harian ini secara hati-hati dan menyimpulkan bahwa buku harian ini lengkapnya berisi lebih dari 300 halaman. Buku harian ini meliput peristiwa sekitar tahun 100 AH.

Yang mengejutkan adalah, ternyata kandungan dari buku harian ini mendukung riset yang dilakukan oleh sejarawan Iran Hussain Kazimzadeh dan Hujjatullah Abdul Qadir Ali Moosvi dengan Meezanil Faris-nya. Dan semua sumber ini bersesuaian dengan tulisan Abdul Jabbar Qaramati di arsip bersejarah Istanbul.

Beberapa Kutipan dari Catatan Harian Hur bin Abdur Rahman:

Muzakkarah Hurr bin Abdur Rahman

Buku harian Hurr bin Abdur Rahman

(Diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Dennis Montgomery pada tahun 1910 dari arsip bersejarah di Barselona, Spanyol)

(Diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol dari bahasa Arab aslinya oleh Simone Ashbillia pada pada tahun 920 CE (306 H) di  Gordova, Spanyol)

13 Safar, Al-Hijrah 100:

Mereka memanggilku Abu Nafe, Amir Hurr bin Abdur Rahman. Aku memanggil diriku Ibn Abduh. Malam ini tidak akan tidur. Harus bertemu dengan wakil-wakilku dari daerah. Tidak ada perencanaan berarti tidak ada operasi yang efektif. Tidak berbuat berarti tidak ada pencapaian. Baiklah Ibn Abduh! Akan kita lihat besok!

Tanpa Tanggal:

Aku sedang meminta Amir-ul-Momineen (Umar bin Abdul Aziz) untuk membiarkan kami menetapkan empat angkatan perang di Andalusia (Spanyol) sama halnya Sayyedna Umar Farooq yang telah menetapkan dua garnisun baru di Koofah dan Basra. Kami tinggal di sini karena orang-orang di negeri ini mencintai kami. Mereka merasa dibebaskan. Terdapat kedamai total di Emirah (Pemerintahan) kami. Yahudi, Kristen, Muslimin, semuanya hidup harmonis dan tanpa ketakutan. Tidak ada kerusuhan berkaitan dengan segala hal, keagamaan atau yang lainnya.

26 SAFAR 100 AH:

Aku sangat berterima kasih atas kepercayaan Amir-ul-Momineen….. dan Amir-ul-Momineen Umar bin Abdul Aziz sudah menemukan tempat yang pas padaku. Aku secara penuh sadar akan fakta bahwa kami akan harus….. dan berubah baik menjadi lebih baik setiap hari. (Titik-titik….. menandai tidak dapat dibaca)

Tanpa Tanggal:

Serupa dengan komplotan pengikut Majusi (pengikut Zoroaster) yang telah menciptakan gangguan di  Iraq sepanjang beberapa puluh tahun pertama Islam, dengan cara yang sama kita menghadapi persekongkolan ….. yang kadang-kadang meletus. Alasannya jelas. Kelompok kaya lokal dan para pemimpin yang kuat dari masa lalu membenci keadilan sosial di antara masyarakat.

17 Rajab, AH 100

Walaupun situasi di Spanyol sangat terkendali dan membaik setiap hari, aku masih merasakan bahwa Khilafah di Damascus seyogyanya menugaskan seorang gubernur yang lebih berkemampuan di tanah ini. Aku akan merasa terhormat bekerja di bawah perintah dari seorang gubernur seperti ini sebagai seorang pegawai biasa, seorang prajurit. Aku sudah menyatakan keinginan ini kepada Amir-ul-Momineen.

Tanpa Tanggal

Aku memahami bahwa mustahil untuk menemukan orang sekaliber Ali, Hasan dan Hussain (r.a.). Mereka, sebagai Emir (gubernur), telah sungguh-sungguh menjadikan Iraq sebuah surga di atas bumi. Ali dan Hussain (r.a.) yang mengorbankan hidup mereka di kantor mereka yang mulia sebagai Emir. Orang-orang pengikut Majusi (Jamsed Khurasani dan Jabaan bin Harmuzan) telah berpikir bahwa dengan membunuh dua orang mulia ini, Iraq akan ….. kepada Farisis (orang-orang Persia). Tetapi darah suci Emir Ali dan Emir Hussain tidaklah ditumpahkan dengan sia-sia. Para duta besar dari pusat (Khilafah) dan tempat lain melaporkan bahwa di Al-Hijrah 100 Koofa, Basra, dan ….. adalah bahkan lebih damai dan makmur dari pada Syria, Palestine dan Mesir.

Tanpa Tanggal (suatu hari di Al-Hijrah 101)

Ah! Amir-ul-Momineen Umar bin Abdul Aziz telah pergi. Semoga Allah memberkati dia! Ia benar-benar seorang yang berkeyakinan (Iman), berkarakter, berkemauan, dan mempunyai visi.

SEBUAH JIKA YANG BESAR DALAM SEJARAH!

Pada tahun 116 AH (732 CE) salah satu peristiwa yang paling utama dalam sejarah terjadi. Angkatan perang banu Umayyah maju dari Spanyol untuk memperkuat kemenangan mereka atas Perancis. Sebuah pertempuran terjadi pada suatu ekpedisi militer. Abdur Rahman Ghafiqi memerintahkan kekuatan Muslimin bertempur dengan penuh keberanian tetapi ia secara kebetulan terbunuh. Jika seandainya Muslimin menang pada pertempuran itu, maka Eropa dan Amerika hari ini telah menjadi benua Muslimin.  Terdapat beberapa alasan atas kekalahan tersebut, tetapi nampak bahwa garnisun yang diusulkan oleh Hur bin Abdur Rahman masih sedang dibangun. Ketidak-mampuan untuk memperoleh bantuan kekuatan adalah salah satu dari penyebab Muslimin kalah pada perjalanan tersebut.

(CATATAN: mengenai hal ini kemungkinan Dr. Shabir telah melakukan kekeliruan. Pada tahun 719 CE/ 101 H Hur bin Abdurrahman telah digantikan oleh Al-Samh ibn Malik al-Khawlani, Amir ke-4, yang memindahkan kedudukan Gubernur dari Seville ke Córdoba. Abdur Rahman Al-Ghafiqi menggantikan Al-Samh sebagai Amir pada tahun 721 CE (menjabat pertama kali). Setelah itu terjadi penggantian Amir Spanyol sebanyak 7 kali dan Amir yang ke-8 dijabat lagi oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi selama periode tahun 730 – 732 CE).

IMAM HUSSAIN, GUBERNUR IRAQ

Hazrat Hussain sebagai Gubernur Iraq! Pembaca boleh jadi merasa ragu mengapa fakta penting ini tidak diketahui umum! Tidak diketahuinya secara luas hingga hari ini tentang hal tersebut dikarenakan catatan yang asli telah dimusnahkan pada jaman dinasti Abbassiah.

Mari kita ingat kembali bahwa Abbassiah yang terakhir, Kalifah Musta’sim Billah adalah seorang penguasa yang lemah dan tidak berkelayakan. Ia telah mendelegasikan kekuasaan kerajaannya kepada Perdana Menterinya Muayyaduddin Ibn-E-Alqami, sebuah nama yang tidak sebenarnya. Nama dia yang sebenarnya adalah Nasr Nawsher Alqami. Kebanyakan sejarawan melaporkan bahwa ia adalah seorang berpaham Syiahh, tetapi yang lainnya mempertahankan pendapatnya bahwa ia adalah seorang pengikut Zoroaster. Sementara itu, Naseeruddin Toosi, seorang yang berpaham Syiahh yang lain, adalah ketua penasehat Hulagu Khan (cucu lelaki dari Chengiz Khan) dari Mongolia. Karena roda kekuasaan Dinasti Abbasiah dikendalikan oleh orang-orang Persia (para Ajami), maka mereka memanfaatkan kesempatan ini dengan otoritas besar pemerintahan Abbasiah. Kita telah melihat pengaruh Abdullah bin Saba, ‘Imam’ Ibn Shahab Zuhri dan Abu Muslim Khurasani dalam merumuskan doktrin Syiahh dan akhirnya berhasil merobohkan Dinasti Umayyah. Oleh karena itu, orang-orang Persia yang hanya mempunyai nama Islam dan Syiahh mempunyai beberapa ambisi dan tujuan yang umum. (Ajaaeb-It-Tareekh oleh Yaqoot Hamdi).

Kami telah menyebutkan bahwa komplotan Majusi bergerak dengan tujuan untuk memperlemah pusat Kerajaan Muslimin dan tetap menjaga agar Muslimin menjauh dari Al-Quran. Kita telah melihat “capaian” mereka selama masa Khalifah Muqtadar Billah.

Bagaimana sejarah tersebut dibelokkan pada skala raksasa? Bagaimana cara orang-orang Persia menciptakan perselisihan di antara Muslimin? Silahkan baca bab berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: