Kejahatan terhadap Islam

5

September 1, 2010 by Islam saja

Oleh Shabbir Ahmed M.D.

Pengenalan

Yth. Pembaca,

Penjahat Islam mungkin merupakan buku yang paling menantang yang pernah kamu baca. Membutuhkan kebesaran hati untuk menulis buku ini dan juga membutuhkan jiwa besar untuk membaca buku ini. Buku ini akan memberikan kepada anda suatu rangsangan luar biasa untuk berpikir dan bercermin. Menurut Dr. A. N. Whitehead, “Warisan kepercayaan yang kita diterima secara kukuh di dalam jiwa dan emosi kita adalah seperti berhala. Guncangan atau menghilangkan berhala tersebut adalah tidak lebih ringan dari suatu bencana dalam bentuk apapun yang ada”. Oleh karena itu, buku ini direkomendasikan hanya bagi pembaca yang berpandangan terbuka dengan keberanian moral yang tinggi.

Buku ini akan menunjukkan adanya penghinaan oleh beberapa orang Islam yang punya reputasi yang besar. Syekh Sa’adi bersandar pada suatu aturan keulamaan terkenal pada suatu kutipannya, “Mengemukakan penghinaan bukanlah merupakan penghinaan”. Mengkritik figur historis boleh jadi terdengar sebagai memfitnah. Bagaimanapun, pijakan suatu ilmu pengetahuan secara alamiah terbuka terhadap kritik dan kita mengijinkan tokoh-tokoh yang dipermasalahkan untuk berbicara bagi dirinya sendiri melalui tulisan mereka. Beberapa pembaca mungkin ingin tahu apa sekte si pengarang dan kelompok shura dari buku ini. Ingatlah baik-baik keputusan Qur’ani yang menyatakan bahwa siapa saja yang memilih untuk dirinya suatu sekte di dalam Islam, Nabi yang mulia tidak ada sangkut pautnya dengan dia (6:160). Karena alasan inilah, Qaid-E-Azam, Mohammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan, ketika ditanyai tentang sektenya, ia menjawab, “Ceritakan kepada saya sekte apa yang ajarkan Nabi mulia.”

Buku ini ditulis secara eksklusif dengan maksud bagi pembaca muslim. Walaupun tidak ada usaha intelektual yang harus dibatasi pada suatu kelompok tertentu dari masyarakat. Muslimin akan berada pada suatu posisi yang lebih baik memahami kandungan yang diperkenalkan di dalam tulisan ini.

Pembaca dapat memilih salah satu dari dua reaksi. Yang mudah tetapi sia-sia adalah marah dan mengingkari. Yang sulit tetapi merupakan reaksi yang produktif adalah akan merenungkan secara ihklas tentang bagaimana caranya menghentikan konspirasi/ persekongkolan yang meragukan ini. Pengarang akan menyambut secara terbuka semua saran dari manapun. Selama menjadi siswa sejarah, agama dan filsafat, saya sudah menemukan beberapa kejanggalan, pernyataan kejam dan memalukan di dalam banyak buku-buku Islam yang dianggap  “otentik/ asli” dan “terhormat”.

Saya percaya bahwa Muslim yang tercerahkan tidak akan pernah berkata, atau menulis apa yang kita lihat dalam karya ini. Saya paling tidak telah peduli terhadap kepribadian. Bagaimanapun, cerita yang kasar ini membawa suatu nama tidak baik kepada agama Islam yang suci, Qur’an, Utusan yang Suci Mohammad, dan para sahabatnya. Orang yang membaca tulisan yang “menghina akal sehat manusia” ini menemukan sesuatu yang sangat tidak disukai dan mendapat suatu gambaran yang negatif mengenai Islam, yang menurut pendapat saya Islam adalah satu-satunya harapan untuk masa depan ras manusia.

Adalah mencengangkan bahwa kebanyakan Orang Islam sedikitpun tidak sadar terhadap masalah ini. Saya akan gagal dalam tugas saya sebagai Orang Islam dan sebagai pencari kebenaran, jika saya menyimpan penemuan yang menyakitkan ini bagi diri saya sendiri. Menyembunyikan kebenaran ilmu pengetahuan adalah suatu kejahatan menurut Qur’an (2:42).

Lazimnya, Orang Islam yang sebenarnya bagaimanapun tidak akan menyebarkan shirk (politheisme), ketidaksopanan, dan hal-hal yang omong kosong. Dia tidak akan mau memperturutkan hatinya megolok-olok keimanan kepada Allah dan para Rasul-Nya. Oleh karena itu, pemahaman saya adalah bahwa musuh-musuh Islam (dari dalam dan luar) sedang merusak kitab suci kita. Berapa lama hal ini telah berlangsung? Adalah sulit bagi kami untuk menemukan pada tahapan ini. Saya menghargai pengertian para pembaca. Bagaimanapun, penggantian teks yang asli dengan bahasa yang lebih lembut, pasti telah mengalahkan tujuan dari pemaparan ini.

Saya menghimbau kepada semua Pemerintah dan individu muslim yang berpengaruh di Dunia Islam untuk memusatkan perhatian mereka pada isu yang telah terkubur ini. Kita semua perlu mencoba sepenuh hati kita untuk membersihkan buku-buku Islam dari serangan yang berkelanjutan ini dan memugar kembali kilauan gambaran tentang Islam.

Ada beribu-ribu contoh yang mana pengarang telah memilih hanya beberapa ratus untuk berbagi dengan saudara muslimnya. Contoh hinaan ini akan dimulai dengan rujukan Hadith Bukhari, yang menurut anggapan muslimin merupakan buku Islam yang otentik setelah Qur’an. Kemudian, buku ini akan menguji kutipan dari buku hadith (tradisi Nabi), fiqh (jurisprudensi yang ditulis oleh imam), Mullah (alim ulama) dan guru-guru Sufi (mistik) yang terkemuka lainnya.

Kehati-hatian telah dilakukan untuk memenuhi syarat ketelitian. Saya akan menghargai jika ada kesalahan agar ditunjukkan. Saya menghimbau pembaca untuk mempelajari buku ini dengan suatu pikiran yang terbuka. Banyak dari hasil karya yang dirujuk ini tersedia, terutama dari hasil karya Ghazali, Maudoodi dan Bukhari. Pembaca diharapkan untuk memeriksa sendiri buku-buku rujukan/ acuan tersebut. Ini adalah penting karena kebanyakan dari kutipan dalam buku ini adalah terlalu memalukan untuk dipercaya. Tanggapan pertama yang timbul dari mereka adalah “Bagaimana mungkin hal ini terjadi?!” Saya mempunyai beberapa pengalaman dengan versi Urdu buku ini. Beberapa pembaca bahkan ragu-ragu akan ketulusan saya pada permulaannya. Karena mereka membaca dan mempelajari sumber aslinya, mereka mengubah pikiran mereka dan menyebut pekerjaan ini merupakan suatu pelayanan yang besar kepada Islam.

CATATAN PENTING:

Kebanyakan dari acuan yang dikutip dalam buku ini diambil dari sumber versi Urdu. Pengarang telah mengecek teks versi Arab atau Persia aslinya bilamana memungkinkan. Kehati-hatian telah dilakukan untuk memelihara arti naratif dan dalam konteks yang sesuai. Tolong juga diingat bahwa buku yang populer mempunyai banyak penerbit yang berbeda. Hal itu akan mengakibatkan variasi nomor halaman, tetapi hampir dalam semua kasus suatu usaha kecil saja dapat memimbing pembaca kepada acuan yang diinginkan. Tolong diingat bahwa narasi yang diberikan dalam buku ini telah dianggap berasal dari Nabi yang Mulia, kecuali jika tidak disebutkan. Huruf miring akan menandai adanya kutipan, dan tulisan yang tegak merupakan komentar dari pengarang.

Tolong tambahkan salam Sallallah Alaihe Wasallam secara mental selagi kamu membaca. Akhirnya, acuan secara umum dalam format: (pengarang, judul volume: halaman). Mari kita mulai atas nama Allah, yang Pengasih, yang bermurah hati…

yang bersungguh-sungguh,

Shabbir Ahmed, M.D.


Yang salah dari ‘Sahih’ Bukhari

Kebanyakan dari acuan yang diberikan di sini adalah dari Imam Bukhari yang diterbitkan oleh Perusahaan penerbitan Madina, Karachi, 1982, Printer Hamid & Co. Penerjemahnya adalah “Maulana” Abdul Hakim Khan Shahjahan Puri.

Terutama sekali, ketahuilah bahwa seorang sarjana Islam besar, Ubaidullah Sindhi mengakui, Aku tidak bisa mengajarkan Hadith Bukhari kepada setiap anak muda, atau kepada non muslim karena malu” (Pendahuluan Kitab Ilham-Ur-Rahman). Mari kita selidiki mengapa ia berkata seperti ini…

Mahmood bin Rabe menceriterakan, “Aku masih ingat ketika aku berumur lima tahun, Nabi yang mulia berkumur dan kemudian menuangkan airnya ke mulutku” (Kitabul Ilm vol. 2, hadith 77).

Volume 1, Book 3, Number 77:

Narrated Mahmud bin Rabi’a:

When I was a boy of five, I remember, the Prophet took water from a bucket (used far getting water out of a well) with his mouth and threw it on my face.

Komentar:

Mungkinkah Nabi yang agung memperlakukan umat manusia pada tingkat serendah ini?

Kitabul Ilm hadith 91, 92, 93 menyatakan: Pipi Rasul berubah menjadi merah, wajahnya menjadi merah karena marah… dan seterusnya.

Lengkapnya:

Volume 1, Book 3, Number 91:

Narrated Zaid bin Khalid Al-Juhani:

A man asked the Prophet about the picking up of a “Luqata” (fallen lost thing). The Prophet replied, “Recognize and remember its tying material and its container, and make public announcement (about it) for one year, then utilize it but give it to its owner if he comes.” Then the person asked about the lost camel. On that, the Prophet got angry and his cheeks or his Face became red and he said, “You have no concern with it as it has its water container, and its feet and it will reach water, and eat (the leaves) of trees till its owner finds it.” The man then asked about the lost sheep. The Prophet replied, “It is either for you, for your brother (another person) or for the wolf.”

Volume 1, Book 3, Number 92:

Narrated Abu Musa:

The Prophet was asked about things which he did not like, but when the questioners insisted, the Prophet got angry. He then said to the people, “Ask me anything you like.” A man asked, “Who is my father?” The Prophet replied, “Your father is Hudhafa.” Then another man got up and said, “Who is my father, O Allah’s Apostle ?” He replied, “Your father is Salim, Maula (the freed slave) of Shaiba.” So when ‘Umar saw that (the anger) on the face of the Prophet he said, “O Allah’s Apostle! We repent to Allah (Our offending you).”

Volume 1, Book 3, Number 93:

Narrated Anas bin Malik:

One day Allah’s Apostle came out (before the people) and ‘Abdullah bin Hudhafa stood up and asked (him) “Who is my father?” The Prophet replied, “Your father is Hudhafa.” The Prophet told them repeatedly (in anger) to ask him anything they liked. ‘Umar knelt down before the Prophet and said thrice, “We accept Allah as (our) Lord and Islam as (our) religion and Muhammad as (our) Prophet.” After that the Prophet became silent.

Komentar:

Statemen ini tentu saja sangat berlawanan dengan karakter Rasulullah, dan nampak telah dibuat/ dipalsukan untuk mencemarkan nama baik Beliau. Ini hanyalah salah satu dari beratus-ratus laporan seperti ini yang melukiskan bahwa Beliau adalah orang yang berperangai buruk. Nabi yang mulia, pada kenyataannya, adalah seorang yang tenang dengan pengendalian diri di atas manusia pada umumnya.

Nabi Sulaiman membual bahwa ia akan menghamili seratus wanita dalam satu malam, tetapi hanya satu perempuan yang menjadi hamil dan melahirkan seorang dengan bentuk setengah anak (Bukhari, Buku Nikah 3:110).

Komentar:

Tragedi ini dilaporkan di tempat lain bahwa hal itu terjadi karena Sulaiman tidak mengatakan “Insha-Allah” sebelum pergi kepada seratus isterinya.

Rasul yang agung biasa mengunjungi sembilan isterinya setiap malam (Bukhari, Buku Nikah 3:52).

Komentar:

Pada sisi lain, Bukhari berulang-kali menceriterakan bahwa Nabi yang mulia biasa berdiri untuk sholat semalam suntuk. Sedemikian sehingga kakinya membengkak.

Rasul yang mulia biasa melakukan hubungan sexual dengan semua isterinya dalam satu jam pada siang dan malam (tanpa mandi) dan hal ini (isterinya) adalah sebelas. Perawi mencoba lebih dahulu memberikan alasan terhadap yang keberatan dengan laporan tersebut dengan menyatakan bahwa Beliau (Nabi yang mulia) mempunyai kekuatan (seksual) setara dengan 30 manusia laki-laki (Bukhari, Kitab Janabah 1:189).

Komentar:

Sang Mullah berfikir telah mempengaruhi masyarakat kita bahwa bahkan pernyataan yang bersifat menghina seperti ini menjadi sesuatu yang patut dipuji. Pada kenyataannya Nabi yang mulia adalah seorang pemandu yang sempurna bagi ras manusia. Beliau bukanlah seorang laki-laki dengan nafsu sexual yang tidak terkendali. Para wanita yang tinggal di rumah tangganya semata-mata di sana terutama sebagai tempat berlindung. Hanyalah suatu pikiran yang meremehkan yang dapat merasakan bahwa para ibu orang yang beriman (ummul mukminiin) sebagai obyek kesenangan sexual bagi Nabi. Bukhari memberi penekanan hadith di atas dengan meletakkan suatu judul khusus: “melakukan hubungan sexual dengan banyak wanita dengan hanya sekali mandi.”

Nabi berkata bahwa lelaki terbaik di antara para pengikutnya adalah seseorang yang mempunyai isteri dalam jumlah yang paling banyak (Bukhari, Kitab Nikah 3:52).

Komentar:

Qur’an (49:13) menunjukkan bahwa orang yang terbaik adalah siapa saja yang paling bertaqwa.

Nabi yang mulia bertanya, “Siapa yang akan membeli budak ini dari saya?” Hazrat Naeem membeli dia dengan harga  800 Darham (Bukhari, Kitabul Ikrah halaman. 669).

Komentar:

Apakah Nabi menjual budak?!

Aisha berkata kepada Nabi, “Tidak maukah Anda lebih baik menggembalakan unta Anda kepada sebuah pohon yang daun-daunnya belum digembalakan?” Arwa bin Zubair berkata bahwa yang dimaksudkan oleh Aisha adalah bahwa dia adalah satu-satunya gadis yang telah dinikahi Nabi (Bukhari, Buku Nikah 3:55).

Nabi tidak menyetujui sahabatnya Jabir berencana untuk menikahi seorang janda dan bertanya, “Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis sedemikian sehingga kamu bermain-main dengannya dan dia bermain-main dengan kamu?” (rujukan sama).

Komentar:

Nabi yang mulia adalah sangat berbelas kasih (sebagai pelindung) para janda dan para wanita yang dicerai.

Hazrat Ali menyatakan bahwa ia secara konstan menderita karena “jiryan” (pengeringan saluran prostat) (Bukhari, Kitabul Ilm halaman. 150).

Komentar:

Laporan perihal keadaan yang dibuat-buat ini secara luas dipercaya di dunia Timur untuk menyingkirkan kelelakian seseorang secara telak. Seseorang sedang berusaha untuk memalukan mujahid Islam yang besar ini.

Matahari terbit di antara kedua tanduk Setan (Bukhari 2:134).

No comment

Nabi Ibrahim berbohong tiga kali (Bukhari, Buku Nikah 3:57).

Komentar:

Setelah menghina Bapak keimanan, si perawi lalu membenarkan tuduhan tersebut dengan argumentasi yang timpang.

Setelah kejatuhan Khyber, orang-orang menguraikan kecantikan Safia Bint Hui, pasangan pengantin perempuan baru dari seorang prajurit musuh yang terbunuh. Nabi memilihnya bagi dirinya. Dalam perjalanannya ke Madina Beliau berhenti dan melakukan hubungan sexual dengannya. Para sahabatnya tidak mengetahui apakah dia adalah seorang isteri atau budak. Kemudian, sebuah kain selubung ditarik antara dia dan kelompok lelaki tersebut dan mereka mengenali bahwa dia adalah seorang isteri (Bukhari, Kitab Penjualan dan Kitab Nikah 3:59).

Komentar:

Di tempat lain, perawi cerita jahat tersebut menyatakan bahwa Safia pada awalnya diberikan kepada Wahia Kulbi, tetapi karena kecantikannya, Nabi memilih dia bagi dirinya, dan meminta Wahia untuk mengambil perempuan yang lain. Satu hal yang penting untuk diingat: Qur’an (47:4) mentahbiskan bahwa tawanan perang diharapkan untuk dibebaskan baik dengan tebusan maupun sebagai suatu tindakan kebaikan. Tidak ada pilihan ketiga. Bagaimana bisa Nabi dan para sahabatnya yang mulia memperbudak manusia?

Nabi berkata, “Nasib sial, kemalangan dan kiamat ada di dalam seorang isteri, sebuah rumah dan seekor kuda” (Bukhari, Kitab Nikah 3:60).

“Setelah zamanku, kesengsaraan yang terbesar bagi laki-laki adalah para wanita” (Bukhari, Buku Nikah 3:61).

Nabi berkata kepada seorang laki-laki, “Aku menjadikan kamu pemilik dari perempuan ini karena kamu dapat membacakan beberapa Surah Qur’an itu” (Bukhari, Kitab Nikah 3:69).

“Seorang perempuan memperkenalkan dirinya kepada Nabi. Ia mengamat-amati dengan teliti padanya dari kepala hingga ke kaki dan kemudian menurunkan kepalanya” (yang berarti dia tidak menarik perhatian Beliau) (Bukhari, Kitab Nikah 3:71).

Komentar:

Sudahkah anda memperhatikan penurunan derajat wanita pada lima hadith di atas?

Mungkinkah ini adalah perbuatan dan kata-kata dari Nabi yang mulia?

Qur’an bersaksi bahwa Nabi yang agung adalah yang terbaik perilakunya (68:4) dan seorang model bagi semua umat manusia (33:21).

Ketika Nabi menikahi Aisha, dia berumur 6 tahun, dan perkawinan tersebut menjadi sempurna ketika dia berumur 9 tahun (dan Beliau berumur 54 tahun) (Bukhari, Kitab Nikah 3:75).

Komentar:

Pada sisi lain, Qur’an mengikatkan perkawinan kepada umur dewasa dan dewasa secara mental dengan mengumumkan perkawinan sebagai suatu perjanjian yang khidmat (4:21).

Ada bukti historis yang kuat dan bertentangan dengan Bukhari, tetapi Mullah kita mencintai yang tak lain hanyalah sampah semacam ini. Nabi yang mulia tidak pernah melakukan sesuatupun yang berlawanan dengan Qur’an. “Karakter/ akhlaq Beliau adalah Qur’an,” (Hazrat Aisha).

Aku melihat bahwa kebanyakan yang memasuki gerbang hukuman neraka adalah para wanita (Bukhari, Kitab Nikah 3:97).

Kasihan dikau wanita!

Fitnah (ujian kesengsaraan) adalah di Timur (Bukhari, Kitab Talaq 3:132).

Komentar:

Kita secara serius meragukan bahwa Nabi yang mulia, yang dijuluki “rahmat bagi dunia” oleh Allah, telah membatasi ramalannya dengan arah Timur atau Barat.

Aisha berkata kepada Nabi, “Ah! Kepalaku mau meledak.” Beliau berkata, “Aku ingin hal itu terjadi.” Aisha menjawab: “Kamu ingin aku mati sehingga kamu dapat menghabiskan malam berikutnya dengan isteri yang lain” (Bukhari, Kitab Pengobatan, vol. 3).

Larilah dari penderita kusta sebagaimana anda berlari dari singa (Bukhari, Kitab Pngobatan 3:259).

Komentar:

Terhadap laporan yang ini, lihatlah adanya pertentangan dengan beberapa sumber yang lain: “Tidak ada suatu hal yang serupa sebagaimana penyakit menular.”

Seorang laki-laki bertanya, “Kami memperoleh pendapatan dari para wanita terikat ini, (narasi yang lain menyebutnya pelacur), maka bolehkah kami melakukan hubungan seks terputus dengan mereka?” Nabi berkata, “Tidak ada dosa melakukan hal itu” (Kitabul Qadr 3:543).

Komentar:

Mullah yang terkenal abad 20 ini, Maudoodi, mengomentari hadith ini bahwa hal itu dibenarkan bagi seorang tuan untuk mengawinkan seorang budak kepada yang lain sambil memakainya untuk semua pelayanan pribadi (kecuali sex) (Tafhim 1:340).

Beberapa orang menjadi sakit di Madina. Nabi menasehati mereka untuk minum air kencing dan susu unta. Setelah mereka menjadi sehat, mereka membunuh seorang gembala. Nabi menyuruh agar tangan dan kaki mereka dipotong dan mata mereka dicungkil. Mereka  dibaringkan di atas pasir yang membakar. Ketika mereka meminta air, mereka ditolak. Sedemikian sehingga mereka mencicipi pasir hingga mereka meninggal (Kitabul Mahrabain dan Kitabut Tib p.254).

Komentar:

Pembaca yang terhormat, mungkinkah Nabi yang berbelas kasih dan bermurah hati menyuruh untuk menyiksa manusia? Kemungkinan si perawi dari hadith ini ingin menggambarkan bahwa Nabi yang mulia sebagai seorang barbar? Mungkinkah si perawi ini benar-benar seorang muslim?

Melihat seorang perempuan hitam di dalam suatu mimpi adalah tanda dari suatu wabah yang mendekat (Kitabul Ta’abir).

Komentar:

Alangkah menyedihkan, wahai perempuan yang lemah! Dan masih ada lagi …

Isteri-isteri Rasul bangun terlambat pada suatu pagi. Beliau berkata, “Banyak wanita yang berdandan di dunia ini akan dibangkitkan menjadi tidak berpakaian di dalam Alam akhirat” (Kitabul Fatan 3:718).

Beberapa orang Islam berpihak pada Mushrikeen dan penyembah berhala dan mengundang mereka untuk menyerang Nabi! (Kitabul Fatan 3:723).

Komentar:

Qur’an menyebutkan bahwa semua sahabat yang mulia sebagai orang-orang yang beriman yang teguh (8:74) dengan mereka Allah ridho (9:100).

Nabi yang diagungkan berkata, “Aku akan menjadi yang nomor satu untuk sadar kembali di hari Qiamat, tetapi aku akan menemukan nabi Musa memegang kaki singgasana Tuhan (Hadith 1750 halaman.784).

Komentar:

Hadith ini diduga telah dibuat secara sungguh-sungguh oleh beberapa non-Muslim untuk menandai adanya keunggulan Nabi Musa di atas Nabi Mohammad (SA).

Aku sedang berjalan di luar dan tiba-tiba melihat malaikat Hira duduk di atas tahta yang mengisi bumi dan langit. Aku begitu takut bahwa aku hampir jatuh ke tanah (Hadith 471 halaman 224).

Komentar:

Nabi yang diagungkan adalah orang yang paling berani di atas planet yang pernah dilihat dan para malaikat tidaklah gemar bermain sulap dengan para nabi.

Ali Murtaza dan Fatima melaksanakan sholat hanya ketika mereka bisa bangun dari tidur. Nabi menegur mereka, “Laki-laki lebih suka bertengkar dibanding semua hal lainnya”. (Kitabul Aetesam).

Nabi mengijinkan Mohammad bin Muslima untuk membunuh seorang non-Muslim, Kaab bin Ashraf, melalui tipu muslihat (Kitabul Jihad 2:134).

Nabi biasanya menjadi sangat resah dan takut pada saat  Beliau melihat langit bercuaca mendung (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:213).

Komentar:

Nabi yang mulia mengajarkan melawan pertanda buruk dan takhyul dan Beliau seorang laki-laki dengan keberanian yang besar.

Hoors (kecantikan bidadari surga) akan berpayudara montok dan bebas dari haid (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:225).

Catatan Penting:

Hoor adalah jamak dari kata Arab yang berarti “para sahabat yang berakal dan saleh”. Ahwar adalah berjenis kelamin pria dan haoora adalah wanita. Janji adanya sahabat seperti itu di dalam Surga disebutkan di dalam Qur’an yang Kudus 44:54 dan 52:20. Selama berabad-abad, para sejarawan kita dan para Imam telah melukiskan hoors hanya sebagai wanita-wanita Surga yang menggairahkan.

Neraka komplain kepada Allah, “Satu bagian dari aku sedang makan bagian lainnya.” Maka, neraka diijinkan dua nafas – satu di musim panas dan satu di musim dingin. Seperti itulah kamu lihat perubahan musim (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:231). No comment!

Azan, (panggilan untuk sholat), melemparkan Setan terbang, mengeluarkan kentut ketika ia berlari pergi (Bukhari Mulai Ciptaan 2:237).

Setan beristirahat pada malam hari di dalam hidungmu (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:241).

Seekor ayam jantan melihat para malaikat, dan seekor keledai melihat Setan (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:213).

Tikus adalah suku bangsa Israel yang hilang karena mereka tidak minum susu unta, tetapi minum susu kambing (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:244).

Komentar:

Unta dilarang sebagai sumber makanan bagi Bangsa Israel. Pernyataan di atas tidak memerlukan komentar kecuali hanya pikiran yang bodoh yang dapat menerimanya sebagai berasal dari seorang laki-laki yang paling bijaksana di atas planet yang pernah dikenal.

Lima binatang penuh dosa, maka bunuhlah mereka bahkan di Makkah: tikus, kalajengking, burung elang, burung gagak, dan seekor anjing yang menggigit (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:245).

Nabi memeerintahkan membunuhan anjing (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:247). Di tempat lain berkata membunuh semua anjing hitam diperintahkan.

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk maka dia akan selalu tinggal bengkok. Tinggalkan kebengkokkannya (Bukhari, Permulaan Ciptaan 2:251).

Komentar:

Ini adalah sebuah pernyataan kitab Injil. Kemudian, ditambahi dan menuai keuntungan. Qur’an tidak menyatakan bahwa perempuan diciptakan dari sebuah tulang rusuk.

Pekerjaan Nabi adalah mandi. Butiran-butiran emas mulai menghujani dia (Kitabul Anbia).

Maemoona berkata bahwa dia menatap pada Nabi yang sedang mandi setelah berhubungan sexual, sampai dia melihat Beliau mencuci alat kelaminnya (Bukhari, Kitab Janabah 1:193).

Komentar:

Nabi mengumumkan bahwa kesopanan merupakan bagian dari iman. Kesopanan dan iman  terikat bersama-sama. Bagaimanapun, selama berabad-abad para Mulla kita telah mengulang-ulang, “Tidak ada malu di dalam agama.” Banyak telah dipermalukan atas anggapan ini. Sebuah hadith telah dibuat atas nama Hazrat Aisha yang memuji wanita-wanita Ansari karena bertanya suatu persoalan tanpa sungkan karena alasan kesopanan atau malu. Kepada para Imam dan Mullah kita, persoalan tentang agama terdiri dari bagian yang besar berkaitan dengan sex seperti, mandi junub, haid, budak, kawin lebih dari satu, perceraian, dan semacamnya. Saksilah contoh yang lain tanpa rasa malu:

Abu Hurairah melaporkan, “Ketika ujung alat kelamin bertemu, dan lelaki tersebut duduk di antara kaki-kaki perempuan dan mendesakkan, mandi besar menjadi wajib” (Bukhari 1:95, bab 201).

Komentar:

Terima kasih untuk detilnya!

Aisha berkata, “Nabi biasa meletakkan sebuah bantal pada pangkuanku sungguhpun aku dalam menstruasi, dan kemudian Beliau akan membacakan Qur’an ” (Bukhari, Kitab Janabah).

Komentar:

Tegakah meskipun muslim biasa melakukan hal tersebut?!

Jika Nabi ingin ingin berhubungan sexual dengan seorang isteri yang sedang menstruasi, Beliau memerintah istrinya untuk mengikat cawat sungguhpun haid pada puncaknya. Kemudian Beliau melakukan hubungan sexual.

Komentar:

Siapapun yang telah memalsukan hadith ini berhadapan dengan suatu pernyataan yang bertentangan: Aisha berkata, “Tak seorangpun dari kamu yang mampu mengendalikan nafsunya seperti Nabi!” (Kitab Haid 1:98, bab 207).

Abu Hurairah menceriterakan bahwa Nabi berkata, “Aku sedang sholat. Setan datang di depan aku dan mencoba memaksa aku untuk menghentikan sholatku. Allah memberiku pengendalian atas dia dan aku melemparkan dia ke bawah. Aku berfikir mengikat dia pada sebuah tiang sedemikian sehingga kamu bisa melihat dia di pagi hari (Bukhari 1:469, bab 766).

Komentar:

Menurut hadith yang lain, yang sesuai dengan Qur’an, terdapat Setan (godaan) di dalam setiap orang.

Puasa mengebiri (Bukhari 1:685).

Tidak ada komentar.

Aisha menceritakan, “Nabi biasa melakukan hubungan sexual dengan kami dan mencium kami selagi ia sedang berpuasa.”Kemudian Beliau ketakutan lalu pergi sambil tersenyum (Bukhari 2:691).

Khola bint Hakeem memperkenalkan dirinya kepada Nabi. Aisha berseru, “Perempuan itu tidak merasa malu mengatakan hal ini!” Bagaimanapun, Nabi mulai menerima sebuah wahyu dan Aisha mengeluh, “Wahai Rasul Allah! Lihatlah Tuhanmu sibuk untuk memenuhi keinginanmu” (Bukhari, Kitabun Nikah halaman 67).

Komentar:

Di sini, beberapa penjahat sedang berusaha menciptakan keraguan terhadap wahyu yang suci.

Ringkasan dari hadith #309 adalah bahwa seorang malaikat menulis nasib seseorang selagi ia berada di rahim ibunya, apakah ia menjadi seorang wanita atau pria, baik ataupun tidak baik. Kekayaan, umur, kematian, dan lain lain juga ditentukan sebelumnya.

Komentar:

Pembaca yth, tidak ada keinginan dari pikiran kita yang akan bertanya, lalu apa perlunya bimbingan dengan wahyu Allah?

Sekarang kita mulai dari kitab Salat (di dalam Bukhari):

Hadith #339 menyatakan bahwa di Makkah atap rumah Rasul sobek dengan sendirinya terpisah dan di dalamnya turun malaikat Jibriel. “Dadaku kemudian dibuka dan dicuci dengan air Zam Zam. Kemudian sebuah piring emas besar penuh dengan kebijaksanaan dan iman dituangkan ke dalam dadaku, yang kemudian ditutup. Kemudian malaikat memegang tanganku dan membawaku aku langsung ke surga.”

Tolong perhatikan di sini bahwa Me’raj, atau “kenaikan,” telah diuraikan dan di sana tidak disebutkan mengenai Jerusalem. Bagaimana tentang Sentaurus, “Al-Burraq”! Dan jika iman dan kebijaksanaan bisa dituangkan melalui operasi pembedahan ke dalam dada Nabi yang mulia, konsekuensinya berarti Beliau bukanlah seorang model bagi umat manusia? Hadith yang lain menyatakan Nabi yang mulia sedang tidur di rumah Umm Hani ketika terjadi peristiwa ini, suatu fitnah terselubung.

Di dalam buku yang sama, dalam hadith #339, kamu akan menemukan cerita Musa menasehati Nabi berkali-kali bahwa Beliau kembali kepada Tuhan untuk mengurangi jumlah sholat harian (dari 50 kepada 5). Nampak bahwa beberapa pemikiran Yahudi sedang berusaha untuk membuktikan keunggulan Nabi Musa atas Nabi Mohammad. Juga perlu diingat bahwa Allah bisa hadir di mana-mana. Allah tidak dibatasi oleh surga. Maka, seseorang yang pergi untuk bertemu kepada Allah adalah suatu konsep yang non-Qur’ani. Surah Asra 17:60 menjadikan hal itu jelas bahwa isra’ adalah sebuah mimpi Nabi yang menjadi suatu ujian/ test bagi umatnya.

Orang-orang menceritakan kepada Aisha (ummul mukmininn = ibu orang-orang beriman) bahwa Salat menjadi batal dan kosong jika seekor anjing, seekor keledai, atau seorang perempuan datang di depan. Syedah Aisha berkata, “Kamu menjadikan kami anjing” (#484).

Rasul Allah berkata kepada isterinya Safia sebagai “Wahai kamu si botak yang binasa!” (Bukhari, Kitabut Talaq hal.143).

Pembaca yth, banyak dari bagian dalam Kitab tersebut menggelisahkan. Kita telah mengutipnya dengan berat hati. Pekerjaan ini telah dikerjakan sedemikian sehingga generasi muda kita tidak berpikir bahwa hinaan ini sebagai bagian dari Islam. Hal ini penting bahwa keganjilan ini dilihat sebagai pencemaran nama baik mereka.

Umro bin Maimoon melaporkan, “Aku melihat seekor monyet dikepung oleh sekelompok monyet lainnya. Ia telah melakukan perzinahan dengan seekor monyet betina. Maka,  semua monyet melempari batu kepadanya sampai mati. Aku melempari batu juga.”

Suatu variasi dari hadith ini melaporkan, “Monyet betina telah berbaring bersama seekor monyet jantan paruh umur ketika seekor monyet jantan muda datang dan mengisyaratkan dengan matanya. Si betina menarik tangannya pelan-pelan menjauh di bawah kepala monyet jantan paruh umur dan berjingkat menjauhi dia. Kemudian dia melakukan perzinahan dengan monyet muda tersebut. Monyet yang lebih tua mendengar kabar angin perihal apa yang telah terjadi, maka ia berteriak dan berkumpul mengelilingi dia, semua monyet dekat di sekitarnya. Mereka melempar batu kepada keduanya (para pezina) sampai mati!” (Bukhari 2:261).

Pembaca Yth., apakah hinaan ini memerlukan sebuah komentar selain para Mullah kita menjadikan laporan ini untuk mendukung rajam, yang tidak diperintahkan di dalam Qur’an.

Apakah kamu pernah melihat seekor binatang lahir dengan organ yang berubah bentuk? (Bukhari 1:525).

Semua binatang dilahirkan dengan perubahan bentuk. Seseorang dalam kisah ini sedang berusaha mengaitkan kebodohannya kepada kebanyakan orang pada zaman itu.

Abdullah Ibne Umar sedang membaca Qur’an. Ketika ia mencapai ayat 2:223, ia bertanya kepada Naafe apakah ia tahu aplikasi dari ayat ini. Kemudian ia pergi untuk menjelaskan: “Wanita-wanitamu adalah tanah untuk ditanami oleh karena itu pergilah ke ladangmu, sebagaimana yang kamu inginkan. Jika kamu ingin, masuki ……nya (Bukhari 2:729).

Adalah sangat mengejutkan bahwa teks yang bahasa Arab aslinya bahkan dibiarkan spasi kosong di sini!

Ketika seorang perempuan keberatan untuk datang ke tempat tidur suaminya, para malaikat mengutuknya sampai dia kembali (Bukhari, Buku Nikah hal. 96).

Bacalah Hadith #228 dan 229 dan hadith serupa yang tak terbilang yang tetap ada dan membuktikan status junub yang abadi dari Nabi yang mulia. Junub menandakan status dari ketidaksucian setelah hubungan seksual. Pembaca hanya perlu mengacu pada Kitab Janabah dalam Bukhari Volume I. Nabi yang mulia adalah seorang laki-laki yang paling sibuk di dunia ini untuk menyempurnakan revolusi manusia yang terbesar sejarah. Bagaimana bisa Beliau mempunyai waktu untuk bersenang-senang secara sexual?!

Hadith # 185 menceriterakan bahwa suatu ketika Nabi yang mulia meminta sepasu air. Ia mencuci tangan dan wajahnya di dalamnya. Kemudian ia berkumur-kumur di dalamnya dan setelah itu menyuruh Abu Musa dan Bilal untuk minum dari air yang telah digunakan tersebut!

Pembaca yang terhormat, jika anda dapat menjadikan anak-anak anda dan non-Muslim meminum merek Islam ini, anda hebat!

Kitab Janabah # 246: Abu Salma dan saudara Aisha pergi kepada Aisha untuk belajar tentang mandi setelah hubungan seksual. Dia (Aisha) memperoleh sewadah air dan mandi. Terdapat sebuah tabir antara mereka dan Aishah.

Mungkinkah sekalipun seorang perempuan biasa menghinakan diri serendah itu? Jika ada sebuah tabir bagaimana bisa merupakan suatu contoh praktek kecuali jika tabir tersebut transparan? Bukankan dengan instruksi lisan sudah mencukupi? Hanya seorang yang pandir yang bisa menerima kesahihan hadits seperti itu.

Dalam hadith # 261 Syedah Mamoona dikatakan tidak hanya melihat Nabi yang mulia telanjang tetapi juga membawakan komentarnya secara beruntun.

Hadith # 273 menyatakan bahwa Umm Hani, yang bahkan bukan salah satu dari anggota rumah tangga, melihat Nabi yang sedang mandi.

Menurut perawi di hadith # 276, Abu Hurairah secara tiba-tiba lenyap dari tempat kejadian tersebut. Kemudian, ketika Nabi bertanya kepadanya alasannya, ia menjawab, “Aku seorang junbbi.” Sekarang juga kamu tahu apa seorang junbbi itu.

Nabi yang mulia melewati sekelompok wanita. Ia berkata kepada mereka, “Wahai para wanita,

berilah sedekah, sebab aku sudah melihat kamu terbakar di neraka dalam jumlah yang besar.”

Ketika para wanita bertanya alasan mengenai hal itu, Beliau berkata:

“ Kamu para wanita mengutuk terlalu banyak!”

“ Kamu tak berterimakasih kepada para suamimu.”

“Kendati kurang dalam hal akal sebagaimana halnya dalam hal agama, kamu mampu bertindak di atas seorang laki-laki yang bijaksana; kamu adalah suatu ciptaan yang keserupaannya belum pernah terlihat.”

“Bukanlah kesaksian seorang perempuan separuh dari seorang laki-laki? Ini adalah ukuran dari kekurangan akalmu!”

“Dan ingatlah kamu, ketika seorang perempuan mengalami datang bulan dia tidak diijinkan untuk sholat atau puasa. Ini adalah ukuran dari kekuranganmu dalam hal agama.”

Pembaca yth, Qur’an menekankan kesetaraan jenis kelamin. Sang Pencipta merancang fisik dan jiwa laki-laki dan perempuan. Sehingga pertanyaan perihal kekurangan dalam hal agama dan akal tidak akan muncul. “Tradisi” tentang keadaan alamiah ini dipalsukan untuk perbudakan wanita.

Hadith # 305 juga merupakan suatu hinaan terhadap estetika dan akal sehat. Menceriterakan metoda dalam mencapai keberhasilan kesucian setelah haid, dinasehatkan bahwa perempuan tersebut mengambil kain penyeka memberi wewangian musk, kemudian menyentuh daerah yang ada darahnya (dan Aisha mempertontonkan metoda ini kepada seorang perempuan)!

Kitabul Ilm Hadith # 120 melakukan kekejaman yang paling berbahaya di dalam theologi Islam: Abu Huraira menceriterakan, “Aku mempelajari dua kantong pengetahuan dari Rasul Allah (SA). Satu kantong aku sudah publikasikan, tetapi jika aku membuka kantong yang satunya orang-orang akan memotong kerongkonganku.”

Pembaca yth, Hazrat Abu Huraira tidak pernah dapat mengucapkan omong kosong seperti itu. Hadith ini dipalsukan oleh Abdullah Ibne Saba dengan tujuan membuka pintu untuk menimbulkan rasa benci kepada Qur’an melalui “maksud yang tersembunyi” dari teks tersebut. Bukankah Qur’an yang mulia bersaksi bahwa Nabi yang diagungkan menyampaikan risalah Ketuhanan dengan lengkap? Bukankah Abu Huraira hanyalah seorang sahabat Nabi yang mulia?

Bab di atas hanyalah suatu pandangan sekilas dari Kitab Bukhari yang berjilid-jilid itu. Dapatkah kamu percaya bahwa bahkan pada hari ini ada orang-orang di atas Bumi Allah yang bila menyangkal satu saja dari hadith Bukhari dan Muslim dengan segera mengubah statusnya dari Muslim menjadi seorang yang kaafir?

5 thoughts on “Kejahatan terhadap Islam

  1. kusnanto says:

    Semua tulisan di atas adalah pembodohan umat, sepertinya yang nulis artikel ini adalah orang di luar islam alias kafir

  2. rahmat says:

    Setelah saya baca beberapa artikel yang ada disini, sy menangkap tujuan dari tulisan2 di sini adalah agar umat Islam meninggalkan hadits, sunnah, atsar shahabat dll. menurut tulisan ini cukup al-quran saja.

    tulisan2 yang ada disini, bukan tulisan yang ditulis oleh pemilik blog.

    Jadi tidak perlu ditanggapi / dicomentari, krn pemilik blog sndiri sbtlnya tidak memahami ttg tema2 dlm tulisan2 tsb.

  3. kokoandiko says:

    Alhamdulillah hamba sangat sepakat dengan penulis blog ini. 100% adalah kebenaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: