Apakah Zakat itu ?

1

August 30, 2010 by Islam saja

Zakat menurut al-Qur’an

Pendahuluan

Pembahasan mengenai topik ini didorong oleh pertanyaan dari para pengikut hadits, baik dari mereka yang menempatkan hadits di atas Al-Qur-an maupun mereka yang menempatkan hadits sejajar dengan/ di bawah Al-Qur-an.

Perihal zakat, pada umumnya mereka bertanya:

  • Jika hanya berpedoman dengan AL-Qur-an, harta apa saja yang perlu di-zakati ?
  • Bagaimana nisshob-nya ? Dll.

Meskipun sudah berulang kali diungkapkan ayat-ayat Al-Qur-an yang menyuruh kita untuk menjadikan Al-Qur-an sebabagai hakim, namun tidak ada salahnya untuk diungkapkan lagi, karena Al-Qur-an sendiri biasa mengungkapkan sesuatu secara berulang-ulang.

Berikut adalah ayat-ayat Al-Qur-an yang menyuruh kita untuk berhakim kepada Kitabullah:

5:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya petunjuk dan cahaya; dengannya Nabi-Nabi yang Islam menghakimi perkara untuk orang-orang Yahudi; seperti dilakukan rabani-rabani (orang-orang yang menguasai), dan habr (ulama agama) yang diperintah untuk memegang Kitab Allah, dan mereka adalah saksi-saksi ke atasnya.

Dengan ayat 5:44, Allah memberitahu kita bahwa sebelum Al-Qur-an Allah pernah menurunkan Taurat yang merupakan pedoman bagi para Nabi dahulu untuk menghakimi perkara orang-orang Yahudi.

Pada ayat tersebut Allah juga memberitahu kita bahwa para rabani dan habr juga berpedoman pada kitab tersebut tanpa disebutkan adanya kitab lainnya semisal Kitab Hadits Musa. Jika pada zaman itu ada kitab pendamping selain Taurat, tentu Allah akan memberitahu kita bahwa para rabani dan habr berpedoman pada Taurat dan Kitab Hadits Musa.

5:46-47. Dan Kami mengutus, menyusuli jejak-jejak mereka, Isa putera Mariam, dengan mengesahkan Taurat yang sebelumnya; dan Kami memberinya Injil, di dalamnya petunjuk dan cahaya, dan mengesahkan Taurat yang sebelumnya, sebagai satu petunjuk, dan satu teguran bagi orang-orang yang bertakwa. Maka hendaklah ahli Injil menghakimkan menurut apa yang Allah menurunkan di dalamnya. Sesiapa yang tidak menghakimkan menurut apa yang Allah menurunkan, maka mereka itulah orang-orang fasiq.

Pada ayat di atas Allah memberitahu kita bahwa setelah Taurat ditrurunkan Injil dan ahlul Injil diperintahkan untuk berhakim dengan Injil. Tidak ada informasi bahwa ada kitab lain selain Injil yang harus dijadikan kitab untuk menghakimi semisal Kitab Hadits Isa.

Selanjutnya Allah memerintahkan hal serupa kepada umat Muhammad untuk menghakimi perkara manusia menggunakan Al-Qur-an:

5:48-50. Dan Kami menurunkan kepada kamu Kitab dengan yang benar, yang mengesahkan Kitab sebelumnya, dan mengawalnya. Maka hakimilah di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah mengikuti keinginan mereka untuk mengabaikan yang benar yang datang kepada kamu. Bagi setiap kamu, Kami menentukan satu peraturan, dan satu jalan yang terbuka. Sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia menjadikan kamu satu umat; tetapi supaya Dia menguji kamu dalam apa yang Dia memberikan kamu. Maka berlumba-lumbalah kamu dalam kebajikan; kepada Allah kamu kembali, kesemuanya; dan Dia memberitahu kamu apa yang padanya kamu perselisihkan.

Dan hakimkanlah di antara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah mengikuti keinginan mereka, dan berhati-hatilah terhadap mereka, supaya mereka tidak menggoda kamu dari sembarang apa yang Allah tnurunkan kepada kamu. Tetapi jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah hanya menghendaki untuk menimpakan kepada mereka karena sebahagian dari kesalahan mereka; sesungguhnya kebanyakan manusia fasiq.

Adakah putusan jahiliah yang mereka inginkan? Dan siapakah yang lebih baik putusannya dari pada Allah bagi kaum yang yakin?

Oleh karena perintah Allah pada ayat di ataslah, maka pembahasan/ kajian perihal zakat hanya didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur-an semata. Kami mencoba menundukkan hati, akal dan pikiran untuk mengikuti bimbingan Al-Qur-an dalam hal zakat, bukan sebaliknya, yaitu menggiring Al-Qur-an kepada pemahaman yang kita anut selama ini.

Pembahsan:

Zakat muncul dari satu akar zay-kaf-wa, bersama kalimat lain, yaitu:

Zay-kaf-waw bermakna sebagai berikut:

–       meningkatkan

–       tumbuh

–       berkembang dengan pesat

–       memperbanyak

–       meningkatkan kesucian/ kemurnian hati/ jiwa; meningkatkan integritas

–       menyerasikan

Utamanya akar tersebut menunjukkan suatu peningkatan atau perbanyakan (terutama mengenai suatu hal yang positif, menyenangkan atau hal menguntungkan atau baik).

Beberapa orang mengatakan bahwa akar tersebut juga berarti “memurnikan/ menyucikan”. Namun demikian, di dalam Quran AZKA telah digunakan bersama-sama dengan ATL-HAR pada ayat 2:232 (AZKA-lakum wa-ATL-HARU). Akar, T-H-R (tla-ha-ra) yang merupakan asal kata ATHAR, mempunyai arti “memurnikan/ menyucikan” tetapi arti “meningkat, tumbuh, tumbuh dengan subur, memperbanyak dll.” adalah pengertian yang utama dari akar Z-K-W.

Penggunaan TAHARA terkait dengan sifat/ perilaku yang negatif yang berarti membebaskan diri dari kotoran, kemesuman atau berbagai hal yang bersifat hina.

Penggunaan ZAKA terkait dengan sifat/ perilaku yang positif yang berarti pertumbuhan dan perkembangan hal yang positif.

Susunan kata berikut memperjelas pengertian dari akar Z-K-W:

  • Zakat-il-Ardh berarti tanah yang subur atau menghasilkan peningkatan
  • Zakaa-Al-Ghulam berarti anak laki-laki tumbuh atau berkembang dengan pesat
  • Al-ilmo yazkoo alal infaaq berarti pengetahuan bertambah dengan mempergunakan

Zakkaa berarti ia menikmati atau mencapai suatu kehidupan yang berkelimpahan dan menyenangkan atau mudah. ATAU ia dalam keadaan berkelimpahan herta benda, hidup yang menyenangkan atau nyaman ATAU ia menikmati suatu kehidupan yang meningkat atau kaya.

Dengan begitu:

Zakat berarti peningkatan atau pertambahan atau pertumbuhan atau perkembangan baik secara fisik material maupun secara mental spiritual

Ayat-ayat al-Qur’an yang mengandung kelima kalimat tersebut dikemukakan di bawah ini:

I. zaka:

  1. 24:21. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, karena barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya ia menyuruh pada kekejian dan mungkar. Sekiranya tidak karena pemberian Allah kepada kamu dan rahmat-Nya, tentu tiada seorangpun di antara kamu yang meningkat kemurnian (hatinya) [maa zakaa] selama-lamanya; tetapi Allah meningkatkan kemurnian (hati) [yuzakkii] siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Mendengar, Mengetahui.

II. zakiy:

  1. 2:232. Apabila kamu menceraikan perempuan-perempuan, lalu mereka sampai tempoh mereka, janganlah menghalangi mereka dari mengawini bakal suami-suami mereka, apabila mereka telah saling setuju di antara mereka, dengan baik. Dengan ini ditegur barang siapa di antara kamu yang mempercayai Allah, dan Hari Akhir. Itu lebih meningkatkan kemurnian [azkaa] dan lebih bersih bagi kamu; Allah mengetahui, dan kamu tidak mengetahui.
  2. 18:19. Dan demikianlah Kami membangkitkan mereka supaya mereka saling bertanya di antara mereka. Seorang dari mereka berkata, “Berapa lamakah kamu tinggal?” Mereka berkata, “Kami tinggal selama sehari atau sebagian hari.” Mereka berkata, “Pemelihara kamu sangat mengetahui berapa lama kamu tinggal. Antarlah salah seorang di antara kamu dengan uang perak ini ke kota, dan hendaklah dia memerhatikan siapa di antara mereka yang mempunyai makanan yang lebih menumbuhkan [azkaa], dan mendatangkan kepada kamu rezeki darinya; hendaklah dia bersopan santun, dan janganlah memberitahu seorang pun mengenai kamu.
  3. 18:74. Maka mereka bertolak; sehingga apabila mereka bertemu seorang anak lelaki muda, dia membunuhnya. Berkata, “Apa, adakah kamu membunuh satu jiwa yang tumbuh [nafsan zakiyyah], dan bukan karena membalas untuk jiwa yang dibunuh? Sesungguhnya kamu mendatangkan sesuatu yang dahsyat.”
  4. 19:19. Dia berkata, “Aku hanyalah seorang rasul yang datang dari Pemelihara kamu, untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang tumbuh [ghulaaman zakiyyan].”
  5. 24:28. Dan jika kamu tidak mendapati seseorang di dalamnya, janganlah memasukinya sehingga diizinkan kepada kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu, “Kembalilah”, maka kembalilah kamu; itu lebih meningkatkan kemurnian hati [azkaa] bagi kamu; dan Allah mengetahui apa yang kamu lakukan.
  6. 24:30. Katakanlah kepada orang-orang mukmin supaya mereka menundukkan pandangan mereka, dan menjaga kemaluan mereka; itu lebih meningkatkan kemurnian hati [azkaa] bagi mereka. Sesungguhnya Allah menyedari apa yang mereka mengerjakan.

III. zakka:

  1. 2:129. Wahai Pemelihara kami, bangkitkanlah di kalangan mereka seorang rasul, seorang dari mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajar mereka al-Kitab dan al-Hikmah, dan meningkatkan kemurnian hati mereka [yuzakkiihim]; sesungguhnya Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana.”
  2. 2:151. Sebagaimana juga Kami mengutus di kalangan kamu, dari kamu sendiri, seorang rasul untuk membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu, dan untuk meningkatkan kemurnian hati kamu [yuzakkiikum], dan untuk mengajar kamu al-Kitab dan al-Hikmah, dan untuk mengajar kamu apa yang kamu tidak tahu.
  3. 2:174. Orang-orang yang menyembunyikan apa-apa dari al-Kitab yang Allah menurunkan kepada mereka, dan menjualnya untuk harga yang sedikit, mereka itulah yang tidak makan melainkan Api di dalam perut-perut mereka, dan Allah tidak akan berkata-kata kepada mereka pada Hari Kiamat, dan tidak juga meningkatkan kemurnian hati mereka [yuzakkiihim]; bagi mereka, azab yang pedih.
  4. 3:77. Sesungguhnya orang-orang yang menjual perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka untuk harga yang sedikit, mereka itu tidak dapat bagian mereka di akhirat; Allah tidak akan berkata-kata kepada mereka, dan tidak memandang kepada mereka pada Hari Kiamat, dan Dia tidak juga meningkatkan kemurnian hati mereka [yuzakkiihim]; dan bagi mereka, azab yang pedih.
  5. 3:164. Sesungguhnya Allah berbudi baik kepada orang-orang mukmin ketika Dia membangkitkan di antara mereka seorang rasul dari mereka sendiri, untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, dan meningkatkan kemurnian jiwa mereka [yuzakkiihim], dan mengajarkan mereka al-Kitab dan al-Hikmah, sedang sebelum itu, mereka adalah dalam kesesatan yang nyata.
  6. 4:49. Tidakkah kamu merenungkan orang-orang yang meningkatkan kemurnian [yuzakkuuna] diri-diri mereka? Tidak, hanya Allah meningkatkan kemurnian jiwa [yuzakkii] siapa yang Dia kehendaki, dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
  7. 9:103. Ambillah dari harta mereka shodaqoh untuk membersihkan mereka, dan untuk meningkatkan kemurnian jiwa mereka [tuzakkiihim] dengannya, dan bersholawat kepada mereka; sholawat kamu adalah tetentraman jiwa bagi mereka; Allah Mendengar, Mengetahui.
  8. 24:21. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan, karena barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, sesungguhnya ia menyuruh pada kekejian dan mungkar. Sekiranya tidak karena pemberian Allah kepada kamu dan rahmat-Nya, tentu tiada seorangpun di antara kamu yang meningkat kemurnian hatinya [maa zakaa] selama-lamanya; tetapi Allah meningkatkan kemurnian hati [yuzakkii] siapa yang Dia kehendaki; dan Allah Mendengar, Mengetahui.
  9. 53:32. Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan kekejian, kecuali kesalahan kecil – sesungguhnya Pemelihara kamu luas dalam keampunan-Nya. Dia sangat mengetahui mengenai kamu apabila Dia menumbuhkan kamu dari bumi, dan apabila kamu belum dilahirkan di dalam rahim ibu-ibu kamu; maka janganlah menganggap diri kamu meningkat kemurnian jiwanya [tuzakkuu]; Dia sangat mengetahui siapa yang bertakwa.
  10. 62:2. Dia yang membangkitkan pada kaum yang ummiy (orang Arab) seorang rasul di kalangan mereka untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, dan meningkatkan kemurnian jiwa mereka [yuzakkiihim], dan mengajar mereka al-Kitab dan Al-Hikmah, walaupun sebelum itu mereka adalah dalam kesesatan yang nyata,
  11. 91:7-9. Demi jiwa dan Yang membentukkannya, Dan mengilhamkannya kepada kejahatan dan ketakwaan! Beruntunglah orang yang meningkatkan kemurnian jiwa mengenai hal itu [zakkaaha],

IV. tazakka:

  1. 20:76. Taman-Taman Adn, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, di dalamnya tinggal selama-lamanya; itulah balasan bagi orang yang meningkatkan kemurnian/ kesucian diri [tazakka].
  2. 35:18. Orang yang memikul beban tidak akan memikul beban, beban orang lain; dan jika orang yang bebannya berat menyeru supaya dipikul, tiadalah dipikul sesuatu darinya, walaupun dia sanak saudara yang dekat. Kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang takut kepada Pemelihara mereka dalam keadaan ghaib, dan menegakkan sholat; dan barang siapa yang meningkatkan kemurnian/ kesucian dirinya [tazakka], hanyalah meningkatkan kemurnian/ kesucian untuk jiwanya sendiri. Kepada Allah kepulangan.
  3. 79:17-18. “Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, Dan katakanlah, ‘Adakah bagi kamu untuk meningkatkan kemurnian/ kesucian diri [tazakka] kamu,
  4. 80:1-4. Dia bermuka masam, dan berpaling, Bahwa seorang buta datang kepadanya, Dan tahukah kamu, boleh jadi dia meningkatkan kemurnian/ kesucian dirinya [yazzakkaa]? Atau mengingati, lalu Peringatan bermanfaat kepadanya.
  5. 80:7. Walaupun ia tidaklah atas kamu jika dia tidak meningkatkan kemurnian/ kesucian dirinya [yazzakkaa].
  6. 87:14. Beruntunglah orang yang meningkatkan kemurnian/ kesucian dirinya [tazakka],
  7. 92:18. Yang memberikan hartanya [yu’ti-maalahu] untuk meningkatkan kemurnian/ kesucian dirinya [ya-tazakkaa],
  1. V. zakat:

Sekarang kita sampai pada pokok yang sedang dibicarakan, yaitu zakat menurut Al-Quran. Sebagaimana telah diuraikan pada awal pembahasan, karena kata zakat berasal dari za-kaf-wau, makan zakat bermakna:

peningkatan atau pertambahan atau pertumbuhan atau perkembangan baik secara fisik material maupun secara mental spiritual.

Sebagaimana kita lihat, bahwa kata zakat tidak bermakna prosentase tertentu dari harta yang harus kita bayarkan/ keluarkan.

Untuk selanjutnya, karena begitu panjang penulisan makna dari zakat, maka kata ”az-zakat” akan ditulis zakat.

Alif – TA’-YA’:

Kata kerja yang sering mendahului az-zakah adalah aatuu, aata, atay, yu’tu dan perubahan lainnya yang merupakan bentukan dari akar kata A-T-Y (alif-ta-ya), yang mempunyai arti sebagai berikut (tergantung pada kata depan atau kata yang mengikutinya):

–       Datang (kepada atau muncul di hadapan seseorang)

–       Tiba (di)

–       Membawa, mengemukakan, menghasilkan, memenuhi atau mencapai (sesuatu)

–       Membawa, memberi atau menawarkan atau menyediakan (seseorang, sesuatu)

–       Melakukan atau melaksanakan (suatu perbuatan)

–       Menyelesaikan atau melaksanakan (misalnya suatu pergerakan)

–       Berbuat atau mengerjakan (misalnya suatu dosa atau kejahatan)

Dengan mempertimbangkan makna zakat menurut bahasa Arab, maka kata-kata bentukan dari akar kata alif-ta-ya di depan kata zakat, sangatlah tepat jika diterjemahkan dengan ”melaksanakan”.

Berikut adalah ayat-ayat yang mengandung perkataan zakat:

  1. 2:43. Dan tegakkanlah solat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan tunduklah bersama orang-orang yang tunduk.
  2. 2:83. Dan apabila Kami mengambil perjanjian Bani Israil: “Kamu tidak akan melayani sesuatu melainkan Allah, dan berbuatbaiklah kepada ibu bapa, dan sanak saudara yang dekat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin; dan katakanlah yang baik kepada manusia, dan tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata].” Kemudian kamu berpaling, kecuali sedikit dari kamu, dan kamu memalingkan.
  3. 2:110. Dan tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan apa saja kebaikan yang kamu mendahulukan untuk jiwa kamu, kamu akan mendapatinya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah melihat apa yang kamu lakukan.
  4. 2:177. Ia bukanlah AL-BIR bahwa kamu memalingkan muka kamu ke Timur dan ke Barat, tetapi AL-BIR adalah percaya kepada Allah, dan Hari Akhir, dan malaikat-malaikat, dan Kitab-Kitab, dan Nabi-Nabi; dan memberikan harta [aatal-maala], walaupun dicintainya, kepada sanak saudara, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan musafir, dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba, dan menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatazzakaata], dan mereka yang menepati perjanjian mereka, apabila mereka membuat perjanjian, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, dan kesusahan, dan bencana. Mereka inilah orang-orang yang bertakwa (takut kepada Tuhan) dengan benar.
  5. 2:277. Orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal sholih, dan menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatawuzzakaata], upah mereka adalah di sisi Pemelihara mereka, dan tiadalah ketakutan pada mereka, dan tidaklah mereka bersedih.
  6. 4:77. Tidakkah kamu merenungkan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tangan-tangan kamu, dan tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata]“? Kemudian sejurus setelah perang dituliskan bagi mereka, ada segolongan dari mereka takut pada manusia seperti mereka akan takut kepada Allah, atau dengan lebih takut, dan mereka berkata, “Wahai Pemelihara kami, mengapakah Engkau menetapkan perang untuk kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan kami ke suatu tempoh yang dekat?” Katakanlah, “Kesenangan dunia ini sedikit, dan akhirat adalah lebih baik bagi orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dizalimi sedikit pun.”
  7. 4:162. Tetapi orang-orang di antara mereka yang mendalam dalam pengetahuan, dan orang-orang mukmin yang mempercayai apa yang diturunkan kepada kamu, dan apa yang diturunkan sebelum kamu, dan orang-orang yang menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [wal-mu’tunazzakaata], dan orang-orang yang mukmin kepada Allah dan Hari Akhir, mereka itulah Kami pasti akan memberikan upah yang besar.
  8. 5:12. Allah telah mengambil perjanjian Bani Israil, dan Kami membangkitkan di antara mereka dua belas ketua suku. Dan Allah berkata, “Aku berserta kamu. Sungguh, jika kamu menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aataytum-uzzakaata], dan percaya kepada rasul-rasul-Ku, dan membantu mereka dalam masa keperluan, dan kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, Aku akan melepaskan kamu dari kejahatan-kejahatan kamu, dan Aku akan memasukkan kamu ke taman-taman yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Barang siapa yang tidak percaya sesudah itu di antara kamu, sungguh, dia sesat dari jalan yang betul.”
  9. 5:55. Wali kamu hanyalah Allah, dan rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan mereka tunduk.
  10. 7:156. Dan tuliskanlah (tetapkanlah) untuk kami dalam kehidupan dunia ini yang baik, dan di akhirat; kami bertaubat kepada Engkau.” Berkatalah Dia, “Azab-Ku, Aku menimpakan dengannya siapa yang Aku mengkehendaki, dan rahmat-Ku, merangkumi segala sesuatu, dan Aku akan menuliskannya untuk orang-orang yang bertakwa, dan melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan orang-orang yang benar-benar mempercayai ayat-ayat Kami,
  11. 9:5. Kemudian, apabila bulan-bulan haram telah pergi, bunuhlah orang-orang yang menyekutukan di mana sahaja kamu mendapati mereka, dan ambillah mereka, dan tahanlah mereka, dan tunggulah mereka di tiap-tiap tempat untuk memerangkap mereka. Tetapi jika mereka bertaubat, dan jika mereka menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatawuzzakaata], maka biarkanlah mereka pergi berjalan; sesungguhnya Allah Pengampun, Pengasih.
  12. 9:11. Namun demikian, jika mereka bertaubat, dan menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatawuzzakaata], maka mereka adalah saudara-saudara kamu dalam ad-diin; dan Kami menjelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mengetahui.
  13. 9:18. Yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Hari Akhir, dan menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatazzakaata], dan tidak takut kecuali kepada Allah. Mudah-mudahan mereka itu adalah di kalangan orang-orang yang mendapat petunjuk.
  14. 9:71. Dan orang-orang lelaki mukmin, dan orang-orang perempuan mukmin, adalah wali-wali satu sama lain; mereka menyuruh yang baik, dan melarang kemungkaran; mereka menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan mereka mentaati Allah dan rasul-Nya. Mereka itu, kepada mereka Allah mengasihani; sesungguhnya Allah Perkasa, Bijaksana.
  15. 18:81. Maka kami menghendaki supaya Pemelihara mereka memberi mereka, dengan menukarkan yang lebih baik dari pada dia, dalam zakat [zakaatan], dan lebih dekat dalam kasih sayang.
  16. 19:13. Dan rasa belas kasihan dari sisi Kami, dan zakat [zakaatan], dan dia bertakwa,
  17. 19:31. Dia membuat aku diberkati di mana sahaja aku berada, dan Dia mewasiatkan aku dengan sholat, dan zakat [wazzakaati], selama aku hidup,
  18. 19:55. Dia menyuruh keluarganya dengan sholat dan zakat [wazzakaati], dan dia memuaskan hati Pemeliharanya.
  19. 21:73. Dan melantik mereka untuk menjadi imam-imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami mewahyukan mereka perbuatan kebajikan, dan menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [iitaa-azzakaati], dan Kami mereka sembah.
  20. 22:41. Orang-orang yang, jika Kami meneguhkan mereka di bumi, menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [aatawuzzakaata], dan menyuruh yang baik, dan melarang kemungkaran; dan kepada Allah kesudahan segala urusan.
  21. 22:78. Dan berjuanglah untuk Allah dengan perjuangan yang sebenar; Dia telah memilih kamu, dan tidak meletakkan ke atas kamu kesusahan dalam agama kamu, anutan bapa kamu, Ibrahim; Dia menamakan kamu Muslim dari dahulu, dan dalam yang ini, supaya rasul menjadi saksi ke atas kamu, dan kamu menjadi saksi ke atas manusia. Maka tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan berpegangteguhlah kamu kepada Allah; Dia Pelindung kamu – Pelindung yang sangat baik, dan Penolong yang sangat baik.
  22. 23:4. Dan yang pada zakat [lizzakaati], mereka melakukan;
  23. 24:37. Adalah lelaki-lelaki yang perdagangan dan jual beli tidak memesongkan mereka dari mengingati Allah, dan untuk menegakkan sholat, dan untuk melaksanakan zakat [iitaa-azzakaati], dan takut akan satu hari apabila hati dan penglihatan dibalik-balikkan kepadanya.
  24. 24:56. Tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan taatlah kepada rasul, supaya kamu dikasihani.
  25. 27:3. Yang menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan yakin akan akhirat.
  26. 30:39. Dan apa yang kamu berikan dalam riba, supaya ia menambahkan harta manusia, ia tidak bertambah di sisi Allah; tetapi apa yang kamu berikan dalam zakat [zakaatin], dengan menghendaki Wajah Allah, maka itulah yang melipatgandakkan.
  27. 31:4. Yang menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan yang yakin akan akhirat.
  28. 33:33. Hendaklah kamu tetap di dalam rumah-rumah kamu; dan janganlah menunjuk-nunjukkan perhiasan kamu seperti dilakukan orang-orang jahiliah dahulu. Dan tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatiinazzakaata], dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya. Wahai ahli Rumah, Allah hanya menghendaki untuk menghilangkan kotoran dari kamu, dan untuk membersihkan kamu, sebersih-bersihnya.
  29. 41:7. Yang tidak melaksanakan zakat [yu’tunazzakaata], dan tidak percaya kepada akhirat.
  30. 58:13. Adakah kamu takut, sebelum pembicaraan rahasia kamu, untuk mendahulukan sedekah? Jika kamu tidak mengerjakan, dan Allah menerima taubat kamu, maka tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya. Allah menyedari apa yang kamu lakukan.
  31. 73:20. Pemelihara kamu mengetahui bahwa kamu berjaga-jaga hampir dua per tiga malam, atau separuhnya, atau satu per tiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menentukan malam dan siang. Dia mengetahui bahwa kamu tidak akan menjumlahkannya, dan Dia menerima taubat kamu. Maka bacalah dari al-Qur’an semudah yang bisa. Dia mengetahui bahwa di antara kamu ada yang sakit, dan yang lain di antara kamu berpergian di bumi, mencari pemberian Allah, dan yang lain berperang di jalan Allah. Maka bacalah darinya semudah yang bisa. Dan tegakkanlah sholat, dan laksanakan zakat [aatuzzakaata], dan pinjamkanlah kepada Allah satu pinjaman yang baik. Apa saja kebaikan yang kamu dahulukan untuk jiwa kamu, kamu akan mendapatinya di sisi Allah yang lebih baik, dan upah yang lebih besar. Dan mintalah ampunan Allah; sesungguhnya Allah Pengampun, Pengasih.
  32. 98:5. Mereka diperintahkan hanya untuk melayani Allah, dengan menuluskan AD-DIIN untuk-Nya, orang-orang yang lurus, dan untuk menegakkan sholat, dan melaksanakan zakat [yu’tuzzakaata] – itulah DIIN yang betul.

Kalau kita berusaha mengikuti pemahaman Al-Quran, bukan Al-Quran dipaksa mengikuti pemahaman kita, maka pengertian zakat ternyata tidak berkaitan secara langsung dengan bagian atau prosentase tertentu dari harta kita yang harus dikeluarkan kepada yang berhak menerimanya. Oleh karena itu pertanyaan yag sering dilontarkan oleh pengikut hadits:

  • Apa saja harta yang perlu di-zakati ?
  • Berapa bagian dari harta tersebut yang perlu dizakatkan ?
  • Berapa nishob-nya ?, dsb

merupakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak relevan dengan ajaran zakat menurut Al-Quran.

Dari ayat-ayat yang sudah dikutipkan di atas, kita memperoleh informasi tentang beberapa contoh melaksanakan zakat, yaitu:

  1. Mengikuti ajaran Rasul Allah (2:129,151; 3:164; 62:2).
  2. Tidak mengikuti langkah-langkah syaitan (24:21).
  3. Tidak menyembunyikan isi Al-Kitab dan menggunakan Al-Kitab untuk kepentingan duniawi (2:174).
  4. Dalam kasus perceraian: tidak menghalangi bekas istri mengawini bakal suaminya. (2:232).
  5. Dalam adab bermasyarakat: meminta izin memasuki rumah orang lain, dan pergi jika tuan rumah tidak berkenan (24:28).
  6. Menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan (24:40)
  7. Ber-shodaqoh (9:103). Makna ini barangkali yang paling populer di kalangan pengikut hadits.
  8. Memberikan harta (92:18).
  9. Tidak melampau batas (79:17-18).
  10. Mengikuti ilham ketaqwaan. (91:7-9).
  11. Belajar Islam kepada ahlinya (80:1-4)
  12. Dll.

One thought on “Apakah Zakat itu ?

  1. momod says:

    Taqwa- (Wau-Qaf-Ya).

    Waqa bermakna melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan. Itulah maka, ketika seekor kuda melakukan langkahnya dengan sangat hati-hati, baik karena tidak adanya tapal/ kuda, atau karena adanya luka-luka atau adanya rasa sakit atau tanahnya yang sangat kasar, orang-orang Arab biasa mengatakan Waqal Farso Minul Hafa (Taj).

    Wiqaya berarti suatu bahan pengawet (Lane).

    Sarjun Waqin adalah pelana yang sesuai dengan punggung kuda dan tidak menyakiti si kuda (Lane).

    Waqin telah digunakan di dalam Al-Quran untuk seseorang yang melindungi, atau penjaga (13:37).

    Pada ayat 2:24 telah digunakan dengan kata “lindungi dirimu dari api"- Fattaqun Nar.
    ……………………………….
    http://myquran.or.id/forum/showthread.php/47581-definisi-taqwa-lock?p=1587038&viewfull=1#post1587038

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: