Apakah Shodaqoh itu ?

Leave a comment

August 30, 2010 by Islam saja

SHODAQAH

Shodaqah adalah apa yang diberikan secara sukarela karena Allah untuk memperoleh imbalan jasa dari Allah bilamana orang yang mengerjakan tersebut sangat berkeinginan untuk mendapatkan kenyamanan dengan kebenaran dalam perbuatannya.

SHODAQAH tidak diperintahkan di dalam Quran dalam bentuk kalimat perintah. Selain dari itu, ayat 2:280; 4:92; 5:45 juga melukiskan aspek sukarela dari kata SHODAQA.

SHODAQA adalah karena Allah saja.

  • Ayat 9:104; 57:18 menandai adanya aspek ini

Karakteristik SHODAQAH

  • Tidak untuk pertunjukan/ pamer [2:264]
  • Tidak untuk menjadikan orang yang diberi, merasa diharuskan [2:266]
  • Perasaan orang yang diberi semestinya tidak mendapat luka [2:263; 2:266]

SADAQA bagi siapa?

  1. FUQARAA [2:271, 9:60]
  2. MASAKIIN
  3. AAMILIIN
  4. Mereka yang hatinya telah (baru saja) didamaikan (kepada Kebenaran) [misalnya baru perpindah keyakinan kepada Islam]
  5. Untuk membebaskan para budak
  6. Gharimiin
  7. Ibn-Sabiil [9:60]

Pembagian atau alokasi ini adalah dari Allah [ 9:60]

Berapa banyak harus diberikan sebagai SADAQA?

Yang kaya memberi menurut sumber daya mereka dan yang lemah miskin menurut kemampuan mereka [9:79]

Bagaimana Sodaqa diberikan?

–       Secara terbuka atau dengan diam-diam [ 2:271]

–       Dapat diberikan secara langsung ke FUQARAA [ 2:271]

–       Dapat diberikan melalui suatu otoritas yang dapat mendistribusikan kepada yang berhak [9:58; 9:103]

Beberapa perbedaan antara ZAKA dan SADAQA

  1. Zaka adalah wajib sedangkan Sadaqa adalah perbuatan tambahan atau sukarela. Uang untuk kepentingan zaka dapat diambil secara paksa oleh yang berwenang, sedangkan Sadaqa tidak.
  2. Zaka harus diatur oleh suatu otoritas pusat, sedangkan Sadaqa mungkinkan diberikan secara individu ataupun melalui suatu otoritas.
  3. Sadaqa pada umumnya untuk keadaan darurat atau suatu krisis tak terduga, sedangkan Zaka adalah suatu program berkelanjutan yang diarahkan pada menyediakan sumber daya bagi perkembangan phisik dan pribadi masyarakat.
  4. Mengenai Zaka, Quran tidak menyebutkan adanya kategori orang-orang yang berhak menerima zakat, karena zakat adalah untuk perkembangan phisik dan pribadi secara umum bagi semuanya. Mengenai sadaqa, kategori orang-orang yang berhak menerima disebutkan.
  5. Dalam perintah untuk menegakkan suatu sistem ekonomi berdasarkan pengajaran Quran, Sadaqa mungkin merupakan suatu ukuran yang lebih lazim pada masa transisi, sedangkan Zakaat akan menjadi ciri utama kedewasaan sistim seperti ini ketika semua dapat tercukupi terhadap apa yang mereka perlukan bagi pengembangan phisik dan pribadi mereka.
  6. Untuk memberikan pengaruh Zaka, suatu Otoritas Islam boleh mengadakan berbagai pajak yang ditetapkan besarnya yang dapat berubah menurut status ekonomi bangsa tersebut, tetapi mengenai Sadaqa tidak ada jumlah yang ditetapkan.

Komentar dari Dr. Mustafa Syed Ali, UK ( 02-08-2005)

Salaamun aleikum.

Anda mempertahankan pada artikel anda perihal SADAQAT bahwa hal itu adalah sukarela (atas dasar bahwa katakerja sadaqa, tidak nampak dalam format kalimat perintah di dalam Qur’an). Bagaimanapun, Qur’an nampak menyatakan bahwa Sadaqot adalah fard (wajib) – ( 9:60).

Aku akan tertarik pada pendapat Anda mengenai masalah ini.

Fi amaan illah

Menjawab Komentar:

Terima kasih banyak atas komentar anda. Berikut adalah pemahaman sederhana saya:

Kata kunci yang Anda tunjukkan pada ayat 9:60 adalah fareedatan. Walaupun kata tersebut kadang-kadang digunakan dengan arti ”fard”, “sesuatu hal yang menjadi wajib atau mengikat ATAU suatu peraturan atau undang-undang yang wajib” tetapi ‘fareedatan’ juga berarti “apapun yang dibagi atau ditetapkan” [Lane’s Lexicon]. Karenanya “fareedatan mina Allahi” berarti bahwa ‘pembagiannya adalah dari Allah’ (bahwa Sadaqaat adalah untuk si miskin, bagi yang penghasilannya tidak mencukupi, bagi mereka yang dipekerjakan sebagai pengelola Sadaq’aat, bagi mereka yang secara sungguh-sungguh ingin bergabung dengan perintah Tuhan tetapi tidak mampu melakukannya karena kesulitan keuangan, bagi membebaskan mereka yang terikat dalam perbudakan, bagi mereka yang terlalu terbebani masalah keuangan, bagi mereka yang bekerja keras karena Allah dan bagi musafir yang kehabisan bekal.

Sebagai pembanding lihat ayat 4:7, 118, ”nashiiban mafruudlon” bermakna: menurut bagian yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Kategori Bahasan

File

%d bloggers like this: