BAB IX. BUKTI DALIL (TEXTUAL) KEBERADAAN MAHDI

BAB IX

BUKTI DALIL (TEXTUAL) TENTANG KEBERADAAN MAHDI

Bukti textual keberadaan Imam yang ke-12, Muhammad Bin Hassan Askari, bergantung pada Quran yang agung dan Hadits Rasulullah (SAAW) dan hadits Imam dari Ahl al-Bayt (AS), yang menubuatkan datangnya Mahdi yang ditunggu tersebut. Teks/ dalil ini dibagi menjadi beberapa kelas utama:

9.1. KELOMPOK PERTAMA: QUR’AN YANG AGUNG

1. Firman Allah: “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: ‘Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar’. Maka apabila datang saat hukuman bagi pertama dari kedua itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. (QS, 17:4-6): Kulayni telah melaporkan di dalam Al-Kafi dari Abu Abdullah (SAAW): Ayat ini diungkapkan mengenai Qa’im (Mahdi). (1) Al-Kafi, Al-Rawdah, hal.175.

2. Allah berfirman: “Maka berlomba-lombalah kepada kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian“ (QS, 2:148). Kulayni telah melaporkan dari Abu Ja’far (AS) bahwa yang ditujukan di atas adalah pengikut Qa’im (Mahdi). (2) Al-Kafi, Al-Rawdah, hal. 260; Al-Iyashi: Al-Tafsir, vol.1, hal. 66.

3. Allah berfirman: “Sampai hal itu menjadi nyata kepada mereka bahwa ini adalah kebenaran” Kulayni telah melaporkan juga bahwa itu berarti penampilan Qa’im dari Allah. (3) Al-Kafi, Al- Rawdah, hal. 312.

4. Firman Allah: “Dan kamu akan mengetahui secara pasti kebenaran tentangnya setelah beberapa saat.“ (4) Al-Kafi, Al-Rawdah, hal. 239 -240.

5. Firman Allah: “Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu, supaya kamu ditanya” (QS, 21:13).  Kulayni telah melaporkan dari Abu Ja’far (AS) bahwa ia berkata: “Ketika Qa’im akan muncul dan akan diangkat kepada Umayyah di Syria, mereka akan melarikan diri ke Roma. Ketika pengikut Qa’im akan turun pada mereka, mereka akan mencari keselamatan dan persetujuan, pengkut Qa’im akan berkata: “Kami tidak akan menjamin hingga kamu membawa diri kamu kepada kami”, dan mereka membawa diri mereka kepada mereka, itulah yang Allah firmankan: “kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu.” Ia berkata lebih lanjut : “Ia kemudian akan bertanya kepada mereka tentang harta benda, ketika ia mengetahui yang terbaik dari mereka, dan mereka akan berkata: “Celakalah kami! Pastilah kami telah tidak adil. Dan tangisan mereka itu tidak berhenti, hingga kami jadikan mereka seperti ladang yang dituai, mati dengan pertolongan pedang”. (5) Al-Kafi, Al-Rawdah hal. 44.

6. Firman Allah: “Hingga ketika mereka melihat apa yang mereka dijanjikan…” Yaitu dengan kemunculan Qa’im, sebagaimana yang Ali bin Ibrahim al-Qummi katakan di dalam ‘Tafseer’nya. (6) Al-Qummi: Tafseer Vol. 2 hal. 390.

7. Firman Allah: “pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari ke luar” (QS, 50:42). Itu adalah teriakan Qa’im dari lapisan-lapisan langit. (7) Al-Qummi: Tafseer Vol. 2 hal. 327.

8. Allah berfirman: “….Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci” (QS, 61:9). Apa yang dimaksud di sini adalah Mahdi dari anak-anak Fatimah?

9. Firman Allah: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,” (QS,24:55)

10. Allah berfirman: “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi  itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi,” (QS, 28:5).

Semua ayat ini ditafsirkan sebagai mengacu pada Mahdi, Qa’im.

10.2. KELOMPOK KEDUA: HADITHS (TRADISI)

1. Laporan tentang Mahdi, Qa’im perihal waktunya:

“Bergembiralah untuk Mahdi” dan “Qa’im tidak akan datang, hingga suatu pemanggil dari lapisan-lapisan langit meanggil…” dan “Dunia tidak akan binasa hingga seorang laki-laki dari keluargaku (Ahl al-Bayt), yang dipanggil Mahdi memerintah Ummah ini” dan “Mahdi adalah dari anak-anak Fatimah.” dan “Mahdi adalah dari anak-anak Hussain…” Inilah laporan-laporan yang disampaikan oleh Kulayni di dalam al-Kafi, dan juga Nu’mani di dalam ‘Al-Ghaybah’ dan Saduq di dalam ‘Ikmal al-Din,’ dan Tusi di dalam ‘Al-Ghaybah’. Banyak dari mereka yang menulis tentang Imam yang ke-12, mengambil dari hadist-hadist tersebut, sebagai bukti tentang kelahiran dan keberadaannya, dan juga kisah yang lain dari Imam Jawwad dan Hadi: Bahwa Mahdi akan dari anak-anak mereka. (8) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 378; al-Khazzaz: Kifayat al-Athar, hal. 277.

2. Laporan tentang keghoiban dan ghaibnya (Imam) seperti:

“Mahdi dari anak-anakku akan memasuki keghoiban dan pengalaman yang membingungkan” dan “Mereka yang bertahan pada kepercayaan Mahdi pada saat keghoibannya, tentu saja lebih besar dari pada pertandingan yang bersemangat?” (Al-Kibrit al-Ahmar) dan “Mahdi… harus mengalami keghoiban, dan pengalaman (yang membingungkan) yang menyesatkan orang-orang menjauhi agama mereka” dan “Qa’im dari kami mempunyai keghoiban panjang”, dan “Pemilik urusan harus (mengalami) pingitan dan keghoiban.” Dan “Qa’im harus (mengalami) keghoiban sebelum penampakannya (yang terakhir)”, dan “Pemilik urusan ini akan mengalami dua keghoiban, yang satu lama pada tingkat sehingga beberapa di antara mereka akan berkata bahwa ia meninggal, dan beberapa di antara mereka akan berkata ia telah dibunuh, dan beberapa di antara mereka akan berkata ia telah pergi. Tidak seorangpun akan tersisa terhadap urusannya di antara pengikutnya kecuali beberapa orang”.

Mereka yang percaya akan keberadaan Imam yang ke-12 Muhammad bin Hassan Askari telah mengambil tradisi itu sebagai bukti tentang kebenaran teori mereka: Muhammad bin Abi Zaynab telah berkata di dalam Al-Ghaybah (hal.116), “Sekalipun tidak ada tradisi lain yang telah memberitakan keghoiban kecuali tradisi ini (satu-satunya), itu sudah cukup bagi setiap orang yang memikirkan masalah itu.” (9)

Muhammad Bin Ali bin Babawaih Saduq menganggap penyampain Syi’ah pada semua laporan ini yang mendiskusikan ‘keghoiban sebelum hal itu terjadi’, sebagai bukti terhadap validitasnya. (10). Ia berkata: “Tidak munculnya teks/ dalil dan pengganti setelah Hassan Askari, dan keghoiban dari Imam Mahdi dan penyembunyiannya, dan konflik di antara Syi’ah, dan kebingungan tentang urusannya, sebagaimana disebutkan pada laporan sebelumnya, semua  ini  merupakan bukti tentang keberadaan dan keghoiban Mahdi”. (11) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 113.

Syekh Tusi berkata di dalam ‘al-Ghaybah’: “Inti dari bukti laporan ini adalah di dalamnya berisi ramalan sesuatu sebelum hal itu terjadi. Hal itu valid dan memastikan apa yang kami percayai mengenai Imamah dari putra Hassan, karena fakta bahwa pengetahuan tentang apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang hanya diketahui oleh Yang Mengetahui semua yang tidak terlihat. Maka sekalipun hanya satu laporan yang menceriterakannya, namun sesuai dengan apa yang telah diramalkan, itu telah mencukupi.“ (12) Tusi: Al-Ghaybah hal. 109.

Ia menambahkan: “Yang membuktikan Imamah dari putra Hassan dan kebenaran tentang keghoibannya, adalah laporan yang tersebar luas dan terkenal dari nenek moyangnya jauh sebelum ia dilahirkan, yang menceritakan bahwa pemilik urusan (Mahdi) akan mengalami suatu keghoiban, sifat alami dari keghoiban itu, dan berkembangnya perbedaan mengenai hal itu dan kejadian lain yang berkaitan dengan hal itu. Dan bahwa ia akan mengalami dua keghoiban, yang satu akan lebih panjang dibanding yang lain. Dan mengenai yang pertama, urusannya akan diketahui, tidak seperti yang kedua, tidak ada sesuatupun yang akan diketahui dari dia….Itulah persisnya yang sesuai dengan isi dari laporan tersebut. Jika tidak dikarenakan validitas laporan seperti itu dan validitas Imamahnya, maka hal itu tidak akan sesuai dengan laporan itu. Yang demikian ini tidak akan terjadi kecuali melalui wahyu dari Allah, yang Maha Agung dengan lidah NabiNya (SAAW).” (13) Tusi: Al-Ghaybah hal. 110.

3. Laporan tentang 12-Imam:

Seprti Hadith Nabi (SAAW), “Akan ada 12 khalifah setelah aku” atau “Urusan dari Ummahku tidak akan pernah berhenti menjadi dominan hingga munculnya 12 Imam. Mereka semua dari Quraish.” atau “Dua belas Imam (para pemimpin) akan memimpin Ummah ini… Mereka semua dari dari Quraish, tidak ada sesuatupun akan seperti itu.” atau ”Dua belas raja akan datang setelah aku, semuanya dari Quraish’.

Semua laporan di atas adalah dari koleksi Sunni. Saduq telah melaporkan hal itu dan ia mengomentarinya, “Lawan kami dari ulama Hadith sudah melaporkan secara berlimpah Hadith dari Jabir bin Samrah al-Sawa’i dari Rasulullah…. Aku sudah mempelajari dan menyelidiki rantai kisah dari Hadith ini, … yang menunjukkan bahwa laporan di tangan Syi’ah Imamiah dari Nabi (SAAW) dan Imam, tentang 12-Imam, adalah laporan yang kuat.” (14). Saduq: Ikmal al-Din hal. 67-68.

Sama halnya Kulayni juga melaporkannya di dalam ‘Al-Kafi’ ( Vol.1,  hal. 525 -534). Dan Tusi juga telah melaporkannya di dalam ‘al-Ghaybah’ (hal. 88-90).

Perihal Syi’ah yang melaporkan tentang isu 12-Imam, Kulayni telah menyebutkan di dalam ’Al-Kafi’ tujuh belas (17) tradisi tentang itu. Saduq juga telah menyebutkan di dalam ‘Ikmal al-Din’ sekitar sedikit di atas tiga puluh (30) laporan tentang itu… Al-Khazzaz juga telah melaporkan di dalam ‘Kifayat al-Athar fi al-Nass ala al-A’imah al-Ithna ‘Ashar’ sekitar dua ratus (200) laporan. Ia berkata mengenainya: “Mereka mempunyai tingkatan konsensus karena ketidakmungkinan sahabat Rasulullah dan yang terpilih dari keluarganya dan para pengikut dari sahabat -yang melalui mereka laporan ini dilaporkan- setuju dalam kebohongan.” (17) hal. 201.

Doktrin 12-Imam menurut laporan Syi’ah yang menyebutkan nama 12-Imam dengan suatu daftar yang telah ditentukan sebelumnya, pada waktu itu bergantung pada kitab Salim bin Qays al-Hilali, yang mengatakan: ‘Syi’ah menjaga dan memelihara daftar 12-Imam selama periode tiga abad’.

Ibn Abi Zaynab al-Nu’mani telah berkata mengenai buku Salim: “Tidak ada konflik di antara keseluruhan Syi’ah yang mempelajari dan menyampaikan (pelajaran Syi’ah) dari Imam, bahwa kitab Salim bin Qays al-Hilali, adalah salah satu dari kitab sumber yang fundamental dan tertua yang dilaporkan oleh para ulama dan perawi tradisi dari Ahl al-Bayt. Itu merupakan salah satu dari kitab petunjuk yang paling utama di mana Syi’ah mengacu dan bergantung kepadanya”. (18) Al-Ghaybah, hal. 77.

Saduq dan ahli ilmu agama lainnya menghormati laporan itu menganggapnya populer, sebagai bukti tentang keberadaan dan kelahiran Imam ke-12 Muhammad bin Hassan Askari, agar melengkapi ‘dua belas’ yang diramalkan sebelumnya. Tanpa dia, jumlah nantinya sebelas (11) Imam saja, yang bertentangan dengan tradisi itu. Demikian juga karena fakta bahwa, kisah tersebut menyebutkan bahwa Mahdi akan berasal dari antara Ahl al-Bayt, dan dari anak-anak Hussain. Sebelas Imam sudah pergi, dan Mahdi bukanlah di antara mereka. Oleh karena itu menjadi tidak dapat dihindarkan bahwa ia adalah Mahdi yang akan muncul dan mengisi dunia dengan keadilan sebagaimana ia diisi dengan ketidakadilan dan kekejaman”. (19) Ikmal al-Din, hal. 66.

Tusi menganggap konsensus kedua kelompok yang berbeda Muslimin pada umumnya dan Syi’ah, bahwa Imam akan ada 12 jumlahnya setelah Nabi (SAAW) tidak lebih, tidak kurang. Ia menganggap hal itu sebagai bukti tentang kelahiran Mahdi (pemilik Zaman) dan validitas terhadap keghoibannya. Ia berkata: ’Syi’ah melaporkan tradisi ini secara berdebat generasi demi generasi. (20) Al-Ghaybah, hal. 88 dan 100.

4. Mahdi – Imam yang ke-12,

Sebagai tambahan hal di atas, kita menemukan di dalam warisan Syi’ah lebih dari tujuh puluh kisah dari Rasulullah (SAAW) dan anggota keluarganya (SAAW) yang menyebutkan Mahdi dan Qa’im dalam terminologi yang jelas: Bahwa ia adalah Imam yang ke-12 dan yang kesembilan dari anak-anak Hussain. Sebagian dari kisah tersebut menyebutkan dia dengan nama lengkapnya, sedangkan beberapa kisah yang lain hanya menunjuk nama julukan dan ‘kunya’nya. Dari semua kisah itu, Saduq menyebutkan di dalam ‘Ikmal al-Din’ dari Rasulullah bahwa ia berkata: “Para penggantiku (Khulafa) dan (Ahli waris) wasiat dan bukti itu (hujaj) tentang Allah setelah aku akan ada 12 jumlahnya, yang pertama dari mereka adalah saudaraku dan yang terakhir dari mereka adalah putraku, Mahdi….” (21) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 280.

Ia juga melaporkan dari dia: “Allah, yang Maha Agung telah memilih dari Ali, Hassan dan Hussain, dan telah memiilih dari Hussain ahli waris wasiat dari anak-anaknya… yang kesembilan dari mereka adalah Qa’im mereka.” (22) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 281.

Dan dari amir Al-Muminin (Ali), (AS): “Aku menganggap seorang anak di dalam pinggangku yang ke sebelas dari anak-anakku. Ia adalah Mahdi.” (23) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 279.

Dari Hussain bin Ali (AS), “Yang kesembilan dari anak-anakku… akan menjadi Qa’im kami, kami Ahl al-Bayt, Allah akan menyiapkan dan memenuhi urusannya dalam suatu malam”. (24) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 342.

Dari Abu Abdullah (AS): “Yang keenam dari anak-anakku akan mengalami keghoiban dan ia adalah yang ke-12 dari Imam bimbingan setelah Rasulullah, yang pertama dari mereka adalah amir Al-Muminin, dan yang terakhir nantinya ‘Baqiyyat al-Lah’ di atas bumi dan ‘pemilik Zaman’. (25) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 342.

Dan dari Imam Rida (AS), “Qa’im nantinya… yang keempat dari anak-anakku.” (26) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 379.

Dari dia juga: “Imam setelah aku adalah Muhammad putraku dan setelah dia, putranya Ali dan setelah Ali, putranya Hassan, dan setelah Hassan putranya ‘Al-‘Hujjah’ Qa’im yang ditunggu’. (27) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 372.

Dari Imam Hadi (AS), “Imam setelah aku adalah Hassan putraku, dan setelah Hassan, putranya adalah Qa’im (Mahdi)”. (28) Saduq: Ikmal al-Din, hal. 383.

Abu Abdullah melaporkan dari Jabir bin Abdullah al-Ansari yang berkata bahwa ia pergi kepada Fatimah al-Zahra, pada masa hidup Rasulullah, agar memberikan selamat kepadanya tentang kelahiran Hussain, ia melihat di tangannya sebuah papan hijau, dan ia melihat pada  papan itu beberapa tulisan seterang sinar matahari. Ia kemudian bertanya kepadanya tentang itu dan dia menjawab: “Papan ini dianugerahkan oleh Allah kepada Rasulullah, padanya ada nama bapakku, dan nama Ali dan nama (pemilik) wasiat dari anak-anakku, dan bapakku memberikannya kepada saya untuk menyenangkan aku dengan itu… dan di dalamnya ada nama 12 Imam, satu demi satu; berturut-turut…. yang terakhir dari mereka (M H M D). Yang akan diangkat oleh Allah sebagai kemurahan hati untuk semua di dunia ini.” (29) Ikmal al-Din. hal. 305; Al- Kafi dari Kulayni: vol.1 hal. 527.

5. Sangat Perlunya Keberadaan Hujjah (Mahdi) di atas bumi:

Terdapat tradisi lain yang menekankan perlunya ‘Hujjah’ (bukti) di atas bumi dan ketidakmungkinan dunia tanpa Imam, seperti yang dilaporkan dari Rasulullah di dalam  buku Sunni: “Seseorang yang mati tanpa (kesetiaan kepada) Imam, telah mati, dengan kematian Jaliliyyah (serupa dengan kematian pada periode kebodohan – sebelum Islam), dan seseorang yang membatalkan ketaatannya (memberontak) akan datang pada hari penghakiman tanpa ‘Hujjah’ (bukti)”. Dan dari Imam Sadiq: “Seseorang yang mati tanpa mengetahui Imamnya (pemimpin) telah mati serupa dengan kematian periode sebelum Islam – Jahiliah,” sebagaimana yang dilaporkan oleh Salim bin Qays di dalam bukunya, dan Saduq di dalam Ikmal al-Din, hal. 413, juga Kulayni di dalam Al-Kafi, vol. 1, hal. 376, Nu’mani di dalam Al-Ghaybah, hal. 129 dan Mufid di dalam Al-Ikhtisas, hal. 268 dan Al-Rasa’il, hal. 384.

Tradisi lain yang dilaporkan oleh dia dari Imam Sadiq: “Dunia tidak pernah akan tanpa orang laki-laki yang mengetahui kebenaran, jika orang-orang meninggikan dalam hal itu, ia berkata, mereka telah meninggikan, dan jika mereka merendahkan, ia berkata, mereka telah merendahkan. Ketika mereka datang dengan itu, ia mempercayai mereka. Jika bukan karena hal itu, kebenaran tidak pernah dapat diketahui terhadap kesalahan”. Baqir di dalam (Al-Mahasin hal. 235), Saduq di dalam (‘Ilal al-Shara’i, jilid 1, hal.200 , dan Mufid di dalam (Al-‘Ikhtisas, hal.289) semua sudah melaporkan ini.

Demikian juga, apa yang dilaporkan dari Imam Sadiq bahwa: “Allah yang Maha Agung, bahwa Ia tidak akan meninggalkan dunia tanpa seorang (Imam), sebagaimana yang dilaporkan oleh Saffar di dalam (Basa’ir al-Darajat hal. 485), Kulayni di dalam (Al-Kafi, vol. 1, hal. 178) dan Saduq di dalam (‘Ikmal al-Din, hal. 229).

Dengan cara yang sama, ia dilaporkan telah berkata: ’Allah belum pernah meninggalkan dunia sejak mencipta Adam (AS) tanpa seorang Imam untuk diikuti, sejalan dengan bimbingan Allah. Ia adalah bukti bagi para hamba (Allah). Seseorang yang meninggalkan dia akan tersesat, dan orang yang berpegang kepadanya akan diselamatkan, sebagai tugas dari Allah, yang Maha Agung.“ (30) Ikmal al-Din, hal. 220.

Kisah lain dari Imam Sadiq menguraikan hal itu, bahwa ia berkata, “Jika dunia tanpa bukti (Mahdi) meskipun hanya sekejap mata, pasti telah menelan orang-orangnya.” Saffar melaporkan ini di dalam (Basa’ir al-Darajat, hal. 481), Kulayni di dalam (Al-Kafi vol.1. hal. 179), Nu’mani di dalam (Al-Ghaybah hal. 139) dan Saduq di dalam (‘Ilal al-Shara’i, hal. 197) dan (Ikmal al-Din, hal. 201).

Oleh karena itu, bukti yang diberikan secara tradisional terdiri atas sejumlah kategori, seperti ayat Qur’an dan tradisi yang menyebutkan Qa’im dan Mahdi dalam pengertian yang umum, dan membatasi hal itu pada Ahl al-Bayt dan pada anak-anak Imam Ali (AS). Ini sebagai tambahan terhadap kisah yang menyebutkan banyaknya 12 Imam, demikian juga kelahiran Imam Mahdi dan namanya. Ini akan mendorong kearah kepercayaan pada keberadaan dan kelahiran Imam yang ke-12, Al-Hujjah, putra Hassan Askari, dan keberlanjutan hidupnya: di samping fakta bahwa ia belum pernah muncul pada masa hidup bapaknya maupun adanya wasiat bagi dia (Qo’im), atau suatu penunjukan langsung dari askari mengenai hal itu.

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: